Laporkan Masalah

Peran Komunikasi Partisipatif Antar Petani Dalam Upaya Revitalisasi Kearifan Lokal Pranata Mangsa Di Kalurahan Margodadi Kapanewon Seyegan Kabupaten Sleman

Lathifah Qolbiyatusysyifa, Dr. Najmu Tsaqib Akhda, S.P., M.A.

2026 | Skripsi | PENYULUHAN & KOMUNIKASI PERTANIAN

Penelitian ini bertujuan menganalisis peran komunikasi partisipatif antar petani dalam upaya revitalisasi kearifan lokal pranata mangsa di Kalurahan Margodadi, Kapanewon Seyegan, Kabupaten Sleman. Perubahan iklim dan perkembangan teknologi pertanian mendorong petani menyesuaikan penggunaan pranata mangsa dengan kondisi pertanian saat ini. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Informan ditentukan secara purposive sampling yang melibatkan petani, ketua kelompok tani,  dan penyuluh pertanian lapangan. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dokumentasi, dan Focus Group Discussion (FGD), kemudian dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi partisipatif berperan dalam revitalisasi pranata mangsa melalui dialog, pertukaran pengalaman, pembelajaran bersama, dan refleksi terhadap praktik pertanian. Revitalisasi dilakukan dengan mengintegrasikan pengetahuan lokal dan pengetahuan modern melalui diskusi kelompok tani, pengalaman petani, serta informasi kalender tanam dan prakiraan cuaca. Keberhasilan proses tersebut didukung oleh keaktifan kelompok tani, peran penyuluh, nilai sosial budaya, serta pengalaman petani.

This study aimed to analyze the role of participatory communication among farmers in revitalizing the local wisdom of pranata mangsa in Margodadi Village, Seyegan Sub-district, Sleman Regency. Climate change and the development of agricultural technology have encouraged farmers to adapt the use of pranata mangsa to current farming conditions. This study employed a descriptive qualitative approach. Informants were selected using purposive sampling, involving farmers, the head of the farmer group, and an agricultural extension worker. Data were collected through interviews, observation, documentation, and Focus Group Discussions (FGDs), then analyzed descriptively. The results showed that participatory communication plays an important role in revitalizing pranata mangsa through dialogue, knowledge sharing, collective learning, and reflection on farming practices. The revitalization process integrates local knowledge with modern agricultural information through farmer group discussions, farmers’ experiences, cropping calendars, and weather forecasts. This process is supported by active farmer groups, the role of agricultural extension workers, socio-cultural values, and farmers’ local knowledge and experience.

Kata Kunci : peran komunikasi partisipatif, pranata mangsa, revitalisasi, kearifan lokal, petani.

  1. S1-2026-505144-abstract.pdf  
  2. S1-2026-505144-bibliography.pdf  
  3. S1-2026-505144-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2026-505144-title.pdf