EVALUASI TARIF RETRIBUSI WISATA KAWASAN PANTAI PARANGTRITIS BERDASARKAN ABILITY TO PAY DAN WILLINGNESS TO PAY WISATAWAN
Lulu Cahyani, Dra. Ike Yuli Andjani., M.Si
2026 | Tugas Akhir | D4 Manajemen dan Penilaian Properti
Pantai Parangtritis merupakan destinasi wisata pantai utama di Kabupaten Bantul yang berkontribusi dominan terhadap penerimaan retribusi sektor pariwisata daerah. Kenaikan tarif retribusi Tempat Pemungutan Retribusi (TPR) sebesar 50 persen dari Rp10.000 menjadi Rp15.000 sejak Mei 2024 justru diikuti penurunan realisasi penerimaan retribusi dan volume kunjungan wisatawan, mengindikasikan adanya ketidaksesuaian antara tarif yang ditetapkan dengan kemampuan dan kesediaan bayar wisatawan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis besaran Ability to Pay (ATP) dan Willingness to Pay (WTP) wisatawan, menganalisis kesesuaian tarif eksisting terhadap ATP dan WTP, serta menganalisis faktor - faktor demografis yang memengaruhi probabilitas kesediaan wisatawan membayar tarif retribusi Pantai Parangtritis menggunakan model Probit. Metode yang digunakan adalah survei kuantitatif dengan 100 responden wisatawan, menggunakan pendekatan nilai rata-rata untuk ATP, Contingent Valuation Method (CVM) open - ended untuk WTP, serta model Probit untuk analisis faktor penentu kesediaan membayar. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata ATP sebesar Rp10.930 dan rata - rata WTP sebesar Rp10.125, keduanya berada di bawah tarif eksisting Rp15.000. Dari hasil estimasi model Probit, hanya variabel pengeluaran per bulan yang berpengaruh signifikan dan positif terhadap probabilitas kesediaan membayar tarif Rp15.000 (marginal effect = 0,1642; p = 0,009), sementara pendapatan, usia, pendidikan, dan frekuensi kunjungan tidak berpengaruh signifikan. Berdasarkan hasil analisis, tarif retribusi yang direkomendasikan berada pada kisaran Rp12.000 - Rp13.000 per orang dengan rekomendasi utama Rp13.000 per orang.
Parangtritis Beach is the primary coastal tourist destination in Bantul Regency, contributing dominantly to tourism sector retribution revenue. A 50 percent increase in the entrance retribution fee from IDR 10,000 to IDR 15,000 since May 2024 was followed by a decline in retribution revenue realization and visitor volume, indicating a misalignment between the established tariff and tourists' actual ability and willingness to pay. This study aims to analyze the Ability to Pay (ATP) and Willingness to Pay (WTP) of tourists, evaluate the suitability of the existing tariff against ATP and WTP values, and identify demographic factors influencing the probability of tourists' willingness to pay the retribution tariff using a Probit model. A quantitative survey method was employed with 100 tourist respondents, using the average value approach for ATP measurement, open-ended Contingent Valuation Method (CVM) for WTP measurement, and Probit regression for determinant analysis. The results indicate an average ATP of IDR 10,930 and an average WTP of IDR 10,125, both below the existing tariff of IDR 15,000. Probit estimation revealed that only monthly expenditure significantly and positively influenced the probability of willingness to pay IDR 15,000 (marginal effect = 0.1642; p = 0.009), while income, age, education, and visit frequency were not statistically significant. Based on the analysis, the recommended retribution tariff ranges from IDR 12,000 to IDR 13,000 per person, with IDR 13,000 as the primary recommendation.
Kata Kunci : ability to pay, contingent valuation method, model Probit, tarif retribusi, willingness to pay, wisata pantai