Laporkan Masalah

Proses Pengambilan Keputusan Alih Komoditas Pada Lahan Salak Di Kalurahan Bangunkerto Kapanewon Turi Kabupaten Sleman

Rahma Novita Ayu Safitri, Dr. Najmu Tsaqib Akhda, S.P., M.A.

2026 | Skripsi | PENYULUHAN & KOMUNIKASI PERTANIAN

Penelitian ini bertujuan untuk : 1) Mengetahui faktor yang mendorong petani dalam pengambilan keputusan alih komoditas pada lahan salak di Kalurahan Bangunkerto Kapanewon Turi Kabupaten Sleman, 2) Mengetahui faktor yang menghambat petani dalam pengambilan keputusan alih komoditas pada lahan salak di Kalurahan Bangunkerto Kapanewon Turi Kabupaten Sleman, 3) Menganalisis proses pengambilan keputusan alih komoditas pada lahan salak di Kalurahan Bangunkerto Kapanewon Turi Kabupaten Sleman. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode analisis deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Penentuan informan dengan menggunakan metode Snowball (bola salju) dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor pendorong alih komoditas pada lahan salak menjadi hortikultura adalah berasal dari pemenuhan kebutuhan existence (eksistensi), relatedness (hubungan), dan growth (perkembangan). Kebutuhan existence didukung oleh peluang pasar, harga, dan transportasi. Kebutuhan relatedness muncul karena interaksi serta dorongan antarpetani dan tokoh masyarakat, sedangkan kebutuhan growth didorong adanya pelatihan dan bantuan. Faktor penghambat berasal dari keterbatasan modal, kebiasaan mempertahankan salak sebagai warisan turun-temurun, dan belum meratanya pelatihan. Adapun proses pengambilan keputusan alih komoditas melalui lima tahapan, yaitu pengetahuan, persuasi, pengambilan keputusan, implementasi, dan konfirmasi yang berakhir dilakukannya alih komoditas pada lahan salak menjadi hortikultura.

This research aims to : 1) Identifying the factors that encourage farmers to make decisions regarding commodity conversion snake fruit farmland, 2) Identifying the factors that hider farmers in making such decisions regarding commodity conversion snake fruit farmland, 3) Analyzing the decision-making process of commodity conversion on snake fruit farmland. This study employed a descriptive qualitative approach. Informants were selected using the snowball sampling technique with data were collected through observation, in-depth interview, and documentation. The results showed that the driving factors for commodity conversion form snake fruit cultivation to vegetable horticulture were the fulfillment of existence, relatedness, and growth needs. Existence needs were supported by market opportunities, commodity prices, and transportation access. Relatedness needs emerged through interaction and encouragement from fellow farmers and community leader, while growth needs were driven by the availability of training programs and institutional support. The factors that hider farmers are limited capital, the tradition of maintaining snake fruit cultivation as an inherited farming practice, and the unequal distribution on training opportunities. The decision-making process of commodity conversion consisted of five stages: knowledge, persuasion, decision-making, implementation, and confirmation culminating in the conversion of snake fruit farmland to vegetable horticulture.

Kata Kunci : alih komoditas, faktor, lahan salak, pengambilan keputusan

  1. S1-2026-504727-abstract.pdf  
  2. S1-2026-504727-bibliography.pdf  
  3. S1-2026-504727-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2026-504727-title.pdf