Laporkan Masalah

Evaluasi implementasi kebijakan peningkatan produksi padi terpadu (P3T) melalui kegiatan percontohan di Kabupaten Bantul

SUPRIANTO, Dr. Erwan Agus Purwanto

2005 | Tesis | Magister Administrasi Publik

Kegiatan percontohan Peningkatan Produksi Padi Terpadu (P3T) yang dilaksanakan di desa Canden, Kecamatan Jetis, Kabupaten Bantul ini merupakan salah satu kegiatan sebagai implementasi program peningkatan ketahanan pangan yang dilaksanakan oleh pemerintah (dalam hal ini Departemen Pertanian). P3T ini merupakan sinergi dari kegiatan-kegiatan Pengelolaan Tanaman dan Sumbernya Terpadu (PTT), Sistem Integrasi Padi – Ternak (SIPT) dan Kelembagaan Petani yang disebut dengan KUAT (Kelompok Usaha Agribisnis Terpadu). Tujuan utama dari program ini adalah peningkatan kesejahteraan petani, baik dari segi ekonomi maupun kualitas hidup. Dengan demikian kegiatan P3T ini akan efektif apabila dapat meningkatkan kesejahteraan petani peserta P3T dengan meningkatnya pendapatan (ekonomi) dan meningkatnya kualitas hidup. Penelitian ini dilakukan dalam rangka mengetahui efektivitas kegiatan percontohan P3T ini. Indikator evaluasi yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari indikator Output dan Indikator Outcome. Indikator outcome mencakup indikator efek serta dampak (Impact). Dampak ini dinilai dengan menggunakan indikator kesejahteraan, yang terdiri dari indikator ekonomi dan kualitas hidup. Hasil dari evaluasi atas kegiatan percontohan P3T ini adalah bahwa kegiatan ini telah berhasil meningkatkan produksi padi petani peserta program menjadi rata-rata ekuivalen hasil produksi per hektar sebesar 7,33 ton/ha Gabah Kering Panen (GKP) setelah P3T dibandingkan 5,83 ton/ha sebelum P3T. Hasil tersebut juga telah melebihi target produksi padi program P3T, yang ditentukan oleh Departemen Pertanian, sebesar 7,26 ton/Ha. Keberhasilan dalam meningkatan produksi padi tersebut terjadi karena adanya perubahan perilaku petani dalam bertani yang tercermin dari penggunaan bibit varietas unggul baru (VUB) dan varietas unggul tipe baru (VUTB), penggunaan sistem tanam tapin dan tabela yang disertai dengan tajarwo, penggunaan pupuk organik dan anorganik yang seimbang, serta penanganan sistem panen dan pasca panen, yang diintegrasikan dengan sistem peternakan sapi terpadu (SIPT) serta aktivitas kelembagaan KUAT. Peningkatan produksi padi tersebut mengakibatkan kenaikan pendapatan responden dari hasil padi, namun kenaikan pendapatan petani tersebut sangat kecil karena memang kepemilikan lahan sawah sangat kecil (< 0,5 ha), yang dikelompokkan sebagai petani gurem. Petani gurem ini, tidak mungkin menggantungkan pendapatannya hanya dari usaha tani saja tetapi harus juga memiliki usaha-usaha lain (off farm) di luar usaha tani. Hal ini juga terbukti pada petani peserta P3T ini, dimana kebutuhan sehari-hari dan keperluan lainnya sangat ditopang dengan pendapatan petani di luar hasil produksi padi, yang antara lain diperoleh petani dari bekerja sebagai buruh, baik bangunan, buruh tani ataupun buruh lainnya. Kecilnya kenaikan pendapatan rata-rata petani perbulan tersebut dengan demikian belum dapat meningkatkan kesejahteraan petani sebagaimana ditentukan dalam P3T. Hal ini tergambar dari indikator kualitas hidup yang masih stagnan. Dengan demikian dari kondisi di atas dapat disimpulkan bahwa P3T di desa Canden Kabupaten Bantul, meskipun telah terdapat peningkatan hasil produksi padi petani, tetapi belum berhasil secara efektif meningkatkan kesejahteraan petani.

The pilot project of Integrated Rice Production Increase (P3T) held in Canden Jetis Bantul Regency is an effort to have food tenacity held by the government (Department of Agricultural). The Integrated Rice Production Increase (P3T) is a synergy of Integrated Plant and Resource Management (PTT), Integrated Rice and Livestock System (SIPT), and Farmer Institutions known as Integrated Agribusiness Group (KUAT). The main objective of this program is to improve farmers' economic welfare and quality of life. Therefore the Integrated Rice Production Increase (P3T) will be effective when it can improve the welfare of the member of Integrated Rice Production Increase (P3T) project through the increase of income (economy) and improvement of quality of life. This research was aimed at identifying the effectiveness of the pilot project of the Integrated Rice Production Increase (P3T). The evaluation indicators were output and outcome. Outcome included effect and impact measured by the indicator of welfare consisting of the indicators of economy and quality of life. The results of the evaluation on the Integrated Rice Production Increase (P3T) explained that this project has increased farmers' rice production to averagely 7.33 tons of Harvested Dried Rice (GKP) per hectare from 5.83 tons/ha before the project. The results also exceeded the rice production target of 7.26 tons/ha set by the Department of Agricultural. Such the increase was due to the changes of farmers' behavior as reflected in the application of a new superior seed variety (VUB) and new-type superior quality (VUTB), adoption of tapin and tabela as well as tajarwo planting systems, balanced application of organic and chemical fertilizers, as well as good system of harvest and postharvest integrated in integrated cow farming system and the activity of Integrated Agribusiness Group (KUAT). The increase of rice production has resulted in the increase of farmers' income from rice harvest. However, the increase of farmers' income is only nominal because they only have small plots of land (<0,5 ha), that according to Sajogjo is categorized into small-plot farmers (petani gurem). Small-plot farmers, according to Mubyarto, cannot rely on their farming and they have to have offfarm income-generating activities. This is proven among the member farmers of Integrated Rice Production Increase (P3T). Besides farming, they provide labor in construction work, agriculture, and others. The minimal increase of monthly farmers' average income has not been able to improve their welfare which is the objective of Integrated Rice Production Increase (P3T). This is reflected in stagnant farmer’s quality of life. Therefore, despite the increase of farmers' rice production, it can be concluded that Integrated Rice Production Increase (P3T) in Canden Bantul has not effectively improve farmers' welfare.

Kata Kunci : Kebijakan Pemerintah Daerah,Implementasi P3T, Local Government Policy


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.