Laporkan Masalah

Dinamika Transformasi Struktural dan Derajat Ketergantungan Sektor Pertambangan di Kalimantan Timur Periode 2011 - 2024

Aisyah Lailasari, Prof. Dr. Mudrajad Kuncoro, M.Soc.Sc.

2026 | Tugas Akhir | D4 PEMBANGUNAN EKONOMI KEWILAYAHAN

Provinsi Kalimantan Timur menghadapi tantangan struktural berupa tingginya ketergantungan terhadap sektor pertambangan di tengah tuntutan transformasi ekonomi yang berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk memetakan tren Mining Dependency Ratio (MDR) pada 10 kabupaten/kota, mengukur dinamika transformasi struktural melalui Indeks Transformasi Struktural (ITS) sebelum dan sesudah pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN), menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi pertumbuhan ekonomi, serta menguji keberlakuan Hipotesis Kurva Kuznets mengenai hubungan antara pendapatan dan ketimpangan pendapatan selama periode 2011-2024. Penelitian ini menggunakan data panel sebanyak 138 observasi. Model pertumbuhan ekonomi dan model ketimpangan pendapatan diestimasi menggunakan Fixed Effect Model (FEM) berdasarkan hasil pemilihan model melalui Uji Chow dan Uji Hausman.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata MDR Provinsi Kalimantan Timur berada pada kisaran 41-53?ngan tingkat ketergantungan yang bervariasi antarwilayah. Kabupaten Kutai Timur memiliki MDR tertinggi (83,4%), sedangkan Kota Balikpapan memiliki MDR terendah (0,047%). Pembangunan IKN mendorong percepatan transformasi struktural terutama di Kabupaten Penajam Paser Utara yang ditunjukkan oleh peningkatan nilai ITS dari 0,85 menjadi 1,68, sementara sebagian besar kabupaten berbasis pertambangan masih mengalami transformasi struktural yang relatif lambat. Pada model pertumbuhan ekonomi, Mining Dependency Ratio (MDR) dan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) berpengaruh negatif dan signifikan, sedangkan Indeks Transformasi Struktural (ITS) serta Dummy Periode Pembangunan IKN berpengaruh positif dan signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi. Pada model ketimpangan pendapatan, Hipotesis Kurva Kuznets tidak terbukti secara empiris. Variabel Indeks Pembangunan Manusia (IPM) berpengaruh negatif dan signifikan terhadap ketimpangan pendapatan, sedangkan Mining Dependency Ratio (MDR) berpengaruh signifikan pada taraf signifikansi 10%. Sementara itu, Indeks Transformasi Struktural (ITS) dan Dummy Periode Pembangunan IKN tidak berpengaruh signifikan terhadap ketimpangan pendapatan. Temuan ini menunjukkan bahwa ketergantungan yang tinggi terhadap sektor pertambangan masih menjadi hambatan bagi pertumbuhan ekonomi, sedangkan transformasi struktural dan pembangunan IKN mampu mendorong pertumbuhan ekonomi. Namun demikian, pembangunan IKN belum terbukti memberikan dampak yang signifikan terhadap pemerataan pendapatan selama periode penelitian.

East Kalimantan Province faces a structural challenge characterized by a high dependence on the mining sector amid the need for sustainable economic transformation. This study aims to map the trend of the Mining Dependency Ratio (MDR) across ten regencies/cities, examine the dynamics of structural transformation using the Structural Transformation Index (ITS) before and after the development of Ibu Kota Nusantara (IKN), analyze the determinants of economic growth, and test the Kuznets Curve hypothesis regarding the relationship between income and income inequality during the period 2011-2024. The study employs panel data consisting of 138 observations. Both the economic growth model and the income inequality model are estimated using the Fixed Effect Model (FEM) based on the results of panel data model selection tests.

The findings indicate that the average MDR in East Kalimantan ranges from 41% to 53%, with substantial variation across regions. Kutai Timur Regency records the highest MDR (83.4%), while Balikpapan City has the lowest (0.047%). The development of IKN has accelerated structural transformation, particularly in Penajam Paser Utara Regency, where the ITS increased from 0.85 to 1.68, while most mining-based regencies continue to experience relatively slow structural transformation. In the economic growth model, the Mining Dependency Ratio (MDR) and the Human Development Index (HDI) have negative and statistically significant effects, whereas the Structural Transformation Index (ITS) and the IKN development dummy variable have positive and statistically significant effects on economic growth. In the income inequality model, the Kuznets Curve hypothesis is not empirically supported. The Human Development Index (HDI) has a negative and statistically significant effect on income inequality, while the Mining Dependency Ratio (MDR) is significant at the 10 percent significance level. Meanwhile, the Structural Transformation Index (ITS) and the IKN development dummy variable do not significantly affect income inequality. These findings indicate that heavy dependence on the mining sector remains an obstacle to regional economic growth, whereas structural transformation and the development of IKN contribute positively to economic growth. However, the development of IKN has not yet been proven to significantly improve income distribution during the observation period.


Kata Kunci : Transformasi Struktural, Mining Dependency Ratio, Indeks Transformasi Struktural, Ibu Kota Nusantara, Kurva Kuznets, Ketimpangan Pendapatan, Resource Curse, Data Panel, Kalimantan Timur.

  1. D4-2026-506166-abstract.pdf  
  2. D4-2026-506166-bibliography.pdf  
  3. D4-2026-506166-tableofcontent.pdf  
  4. D4-2026-506166-title.pdf