HUBUNGAN UMUR DAN JENIS KELAMIN TERHADAP PREVALENSI KEJADIAN ANAPLASMOSIS PADA KERBAU (Bubalus bubalis) DI SUMBA BARAT DAYA
Hanif Baihaqi, drh. Yudhi Ratna Nugraheni, M. Sc., Ph. D.
2026 | Skripsi | KEDOKTERAN HEWAN
Anaplasmosis adalah penyakit yang disebabkan oleh bakteri riketsia dan menular, yang menyerang hewan ternak serta menyebabkan kerugian besar bagi para peternak. Meskipun dampaknya cukup signifikan, informasi tentang penyakit ini pada kerbau lokal di Indonesia masih sangat terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa banyak kasus anaplasmosis yang terjadi pada kerbau Sumba (Bubalus bubalis) di Kabupaten Sumba Barat Daya serta mempelajari hubungan antara faktor-faktor risiko seperti umur dan jenis kelamin hewan dengan kemungkinan terinfeksi penyakit tersebut. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah kuantitatif deskriptif. Sampel sebanyak 101 sampel darah diambil dari vena jugularis kerbau diambil dari keempat kecamatan di Sumba Barat Daya, yaitu Loura, Wewewa Barat, Wewewa Tengah, dan Kota Tambolaka. Pemeriksaan sampel dilakukan secara mikroskopis menggunakan sediaan apus darah yang diwarnai dengan Giemsa 10%. Identifikasi patogen dilakukan dengan melihat karakteristik bentuk badan inklusi yang terdapat di dalam sel darah merah. Data prevalensi selanjutnya diuji secara statistik dengan metode Chi-Square menggunakan Epitools. Analisis statistik menunjukkan bahwa jenis kelamin tidak memengaruhi terjadinya anaplasmosis secara signifikan (p-value > 0,05). Umur tidak berpengaruh secara signifikan terhadap terjadinya infeksi tersebut (p-value > 0,05). Kesimpulannya, karakteristik inang seperti umur dan jenis kelamin bukanlah faktor utama yang memengaruhi penyebaran penyakit ini.
Anaplasmosis is a contagious disease caused by rickettsia bacteria that affects livestock and causes significant losses for farmers. Although its impact is quite significant, information about this disease in local water buffalo in Indonesia remains very limited. This study aims to determine the prevalence of anaplasmosis among Sumba water buffalo (Bubalus bubalis) in Southwest Sumba Regency and to examine the relationship between risk factors such as the animals’ age and sex and their likelihood of contracting the disease. A descriptive quantitative approach was used. A total of 101 blood samples were collected from the jugular veins of buffalo in four subdistricts of Southwest Sumba: Loura, West Wewewa, Central Wewewa, and Tambolaka City. The samples were examined microscopically using blood smears stained with 10% Giemsa. Pathogen identification was performed by examining the morphological characteristics of the inclusions found within red blood cells. The prevalence data were then statistically analyzed using the chisquare test with Epitools. Statistical analysis shows that sex does not significantly influence the occurrence of anaplasmosis (p-value > 0.05). Age does not significantly influence the occurrence of this infection (p-value > 0.05). In conclusion, host characteristics such as age and sex are not major factors influencing the spread of this disease.
Kata Kunci : Anaplasmosis, Chi-Square, Kerbau Sumba, Jenis Kelamin, Umur