Studi Feline Lower Urinary Tract Disease pada Kucing di Klinik Hewan Departemen Ilmu Penyakit Dalam FKH UGM: Gambaran Klinis dan Laboratoris
Nanda Sofiana Aji, Dr. drh. Alsi Dara Paryuni
2026 | Skripsi | KEDOKTERAN HEWAN
Feline Lower Urinary Tract Disease (FLUTD) merupakan gangguan yang terjadi akibat disfungsi vesica urinaria dan urethra pada kucing. Salah satu gejala FLUTD adalah pollakiuria tanpa poliuria, adanya stranguria dan hematuria. Gejala klinis yang dapat ditemukan pada FLUTD dipengaruhi oleh banyak faktor. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran klinis dan laboratoris FLUTD pada kucing di Klinik Hewan Departemen Ilmu Penyakit Dalam FKH UGM. Lima belas ekor kucing yang menunjukkan gejala klinis FLUTD digunakan sebagai subjek penelitian. Screening awal dilakukan berdasarkan gejala klinis yang muncul dengan kriteria inklusi berupa kucing yang menunjukkan satu atau lebih gejala gangguan saluran urin bawah seperti hematuria, stranguria, pollakiuria, periuria, disuria, atau retensi urin, kemudian dilakukan pemeriksaan fisik, pengambilan sampel urin dan urinalisis. Berdasarkan hasil penelitian, gambaran klinis FLUTD pada kucing didominasi oleh retensi urin (73,33%), anoreksia (60%), muntah (47%), dan hematuria (40%). Gambaran laboratoris menunjukkan proteinuria pada 11 ekor (73,33%), hematuria pada 6 ekor (40%), leukosituria pada 1 ekor (6,67%), serta adanya kristal urin pada 13 ekor (86,67%) sampel. Selain itu, mayoritas sampel memiliki pH urin yang alkalis, yang merupakan kondisi yang mendukung pembentukan kristal pada saluran kemih.
Feline Lower Urinary Tract Disease (FLUTD) is a disorder caused by dysfunction of the urinary bladder and urethra in cats. Common clinical signs of FLUTD include pollakiuria without polyuria, stranguria, and hematuria. The clinical manifestations of FLUTD may vary depending on several factors. This study aimed to describe the clinical and laboratory findings of FLUTD in cats presented to a veterinary clinic in Yogyakarta. Fifteen cats showing clinical signs consistent with FLUTD were included in this study. Initial screening was conducted based on presenting clinical signs, with inclusion criteria consisting of cats exhibiting one or more signs of lower urinary tract disorders, such as hematuria, stranguria, pollakiuria, periuria, dysuria, or urinary retention. Physical examination, urine sample collection, and urinalysis were subsequently performed. The results showed that the most common clinical findings in cats with FLUTD were urinary retention (73.33%), anorexia (60%), vomiting (47%), and hematuria (40%). Laboratory findings revealed proteinuria in 11 cats (73.33%), hematuria in 6 cats (40%), leukocyturia in 1 cat (6.67%), and urinary crystals in 13 cats (86.67%). In addition, the majority of urine samples had an alkaline pH, which is a condition that favors crystal formation within the urinary tract.
Kata Kunci : Feline Lower Urinary Tract Disease, gejala klinis, kucing, urinalisis