Laporkan Masalah

Hetenormativitas di Balik Wacana Politik: Corpus-Assisted Discourse Analysis atas Fenomena Labelisasi Buna Teddy dalam Media Sosial X

Kezia Aurora, Dr. Novi Kurnia, M.Si., M. A.

2026 | Skripsi | Ilmu Komunikasi

Fenomena labelisasi “Buna Teddy” sebagai bentuk kritik terhadap polemik sosial-politik Indonesia memunculkan paradoks, di mana ia berpotensi untuk mereproduksi norma heteronormativitas dalam ruang publik. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji bagaimana pola leksikon dan asosiasi makna dalam fenomena labelisasi “Buna Teddy” di media sosial X mencerminkan norma heteronormatif dalam media sosial X. Menggunakan metode Corpus-Assisted Discourse Analysis (CADS), penelitian ini disusun dengan pendekatan kualitatif-kritis melalui analisis wacana kritis yang didukung pembacaan kuantitatif berbasis analisis korpus linguistik. Data dalam penelitian ini diperoleh melalui metode scraping dan menghasilkan dataset yang terdiri atas 2.542 unggahan yang dikumpulkan dalam rentang Maret 2025 hingga Februari 2026. Temuan menunjukkan bahwa label “Buna Teddy” secara konsisten diasosiasikan dengan wacana feminisasi, humor dan satire, hingga kontrol informasi yang digunakan untuk membangun kritik terhadap sosok Teddy Indra Wijaya. Selain itu, pola penggunaan label yang berulang tanpa memerlukan elaborasi tambahan menunjukkan bahwa istilah tersebut telah tersedimentasi sebagai identitas sosial yang telah dipahami secara kolektif oleh pengguna media sosial X. Temuan juga memperlihatkan bahwa wacana humor dan satire yang terkandung di dalam korpus “Buna Teddy” tidak bekerja secara netral, melainkan sebagai medium yang menyamarkan sekaligus menormalisasi praktik feminisasi dalam diskursus sehari-hari. Secara keseluruhan, penelitian ini menunjukkan bahwa fenomena labelisasi “Buna Teddy” merefleksikan bagaimana bahasa, humor, dan praktik labelisasi dalam media sosial dapat berfungsi sebagai mekanisme reproduksi relasi kuasa dan konstruksi gender dalam diskursus politik digital.

The “Buna Teddy” labeling phenomenon as a form of criticism toward Indonesia’s socio-political controversies presents a paradox, as it potentially reproduces heteronormative norms within the public sphere. This study aims to examine how lexical patterns and semantic associations in the “Buna Teddy” labeling phenomenon on platform X reflect heteronormative norms. Using the Corpus-Assisted Discourse Analysis (CADS) method, this research is structured through a critical-qualitative approach using critical discourse analysis supported by quantitative technique through corpus linguistics. The data in this study were obtained through scraping method, resulting in a dataset consisting of 2,542 posts collected between March 2025 and February 2026. The findings indicate that the “Buna Teddy” label is consistently associated with feminine discourse, humor and satire, and information controlling, which function as forms of negative evaluation toward Teddy Indra Wijaya. In addition, the repeated use of the label without requiring further elaboration demonstrates that the term has been sedimented as a social identity, and collectively understood by platform X’s  users. The findings also reveal that humor and satire within the “Buna Teddy” corpus do not operate neutrally, but rather function as media that simultaneously obscure and normalize feminist practices in everyday digital discourse. Overall, this study finds that the “Buna Teddy” labeling phenomenon reflects how language, humor, and labeling practices in social media can serve as mechanisms for reproducing power relations and gender constructions within digital political discourse.

Kata Kunci : Labelisasi, Buna Teddy, Heteronormativitas, CADS

  1. S1-2026-494590-abstract.pdf  
  2. S1-2026-494590-bibliography.pdf  
  3. S1-2026-494590-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2026-494590-title.pdf