Laporkan Masalah

Kesesuaian Fungsi Pohon Sebagai Penyusun Ruang Terbuka Hijau di RS PKU Muhammadiyah Gamping, Sleman, Yogyakarta

Rakhma Roselawati, Dr. Ir. Dwi Tyaningsih Adriyanti, M.P.; Dr. Ir. Musyafa, M.Sc.

2026 | Skripsi | KEHUTANAN

Pertumbuhan penduduk di Indonesia telah berkontribusi dalam terjadinya alih fungsi lahan dan penurunan kualitas lingkungan. Ruang terbuka hijau menjadi salah satu solusi untuk memperbaiki kondisi lingkungan dan menciptakan lingkungan yang lebih sehat dan nyaman, khususnya di area rumah sakit. Keberadaan ruang terbuka hijau memberikan manfaat ekologis dan estetika. Tujuan penelitian ini adalah mengevaluasi kesesuaian pohon sebagai penyusun ruang terbuka hijau di RS PKU Muhammadiyah Gamping, Sleman, Yogyakarta berdasarkan komposisi jenis, kesesuaian fungsi, model arsitektur pohon, dan kualitas pohon.

Pengambilan data dilakukan pada 3 zona, yaitu zona masuk, utama, dan parkir. Metode dikumpulkan menggunakan metode sensus untuk semua pohon yang memiliki DBH ? 10 cm. Kesesuaian fungsi pohon penyusun RTH dinilai berdasarkan indikator fungsi peneduh, pengarah, peredam kebisingan, penyerap polutan, dan estetika. Kualitas pohon dinilai berdasarkan aspek kesehatan dan teknis pohon menggunakan sistem skoring. 

Hasil penelitian menunjukkan bahwa ruang terbuka hijau RS PKU Muhammadiyah Gamping memiliki 297 individu pohon yang terdiri dari 30 jenis pohon yang berasal dari 15 famili dengan 10 model arsitektur pohon. Terdapat 8 jenis pohon direkomendasikan untuk diganti dengan jenis yang lebih sesuai, 8 individu pohon direkomendasikan untuk ditebang, dan 43 individu pohon memerlukan pemeliharaan intensif seperti pemangkasan dan perbaikan trotoar/parit/jalan. Penyusunan rekomendasi didasarkan pada kombinasi kesesuaian fungsi, model arsitektur, kesehatan pohon, aspek teknis, dan potensi risiko terhadap pengguna/fasilitas rumah sakit.

Population growth in Indonesia has contributed to land-use conversion and declining environmental quality. Green Open Space is one approach to improving environmental conditions and creating a healthier and more comfortable environment, particularly in hospital areas. The presence of green open space provides ecological and aesthetic benefits. This study aimed to evaluate the suitability of trees as components of green open space at PKU Muhammadiyah Gamping Hospital, Sleman, Yogyakarta, based on species composition, functional suitability, tree architectural models, and tree quality. 

Data were collected in 3 zones, namely the entrance, main area, and parking zones. Data were collected using a census method for all trees with a diameter at breast height (DBH) of ? 10 cm. Tree functional suitability was assessed using indicators of shade, direction/guidance, noise reduction, pollutant absorption, and aesthetics. Tree quality was evaluated based on health and technical aspects using a scoring system. 

The results showed that the green open space of PKU Muhammadiyah Gamping Hospital has 297 individual trees consisted of 30 tree species from 15 families and 10 tree architectural models. Eight species were recommended for replacement with more suitable species, eight individual trees were recommended for removal, and 43 trees required intensive maintenance such as pruning and sidewalk/ditch/road repairs. Recommendations based on combination of functional suitability, tree architectural models, quality, technical aspects, and potential hazards to surrounding facilities and users.

Kata Kunci : Ruang Terbuka Hijau, kesesuaian fungsi pohon, model arsitektur pohon, kualitas pohon, rumah sakit

  1. S1-2026-505709-abstract.pdf  
  2. S1-2026-505709-bibliography.pdf  
  3. S1-2026-505709-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2026-505709-title.pdf