Laporkan Masalah

PENGARUH NAUNGAN TEGAKAN MERANTI DAN PEMBERIAN MULSA SEKAM PADI TERHADAP PERTUMBUHAN TANAMAN KOPI ROBUSTA SAMPAI UMUR 3 BULAN DI CANGKRINGAN SLEMAN

Muhammad Dzulfikar, M. Gunawan Wibisono, S.Hut., M.Hum., M.Sc.; Ir. Adriana, M.P.

2026 | Skripsi | KEHUTANAN

Penambahan lapisan tajuk baik pada level bawah dan tengah perlu dilakukan untuk peningkatan perlindungan lahan dari energi kinetik air hujan. Tanaman kopi merupakan jenis tanaman yang mampu tumbuh di bawah naungan, namun demikian juga dapat tumbuh pada area yang terbuka pada kondisi lingkungan yang sesuai. Pada lokasi penelitian, gulma menjadi masalah yang dihadapi. Informasi mengenai
pengaruh naungan tegakan meranti dan pemberian mulsa sekam padi terhadap pertumbuhan tanaman kopi robusta di Cangkringan masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh naungan meranti, pemberian mulsa sekam padi, dan interaksi kedua perlakuan terhadap pertumbuhan kopi robusta sampai umur 3 bulan di Cangkringan, Sleman.
Rancangan penelitian menggunakan petak terbagi dengan perlakuan naungan (tanpa naungan, P0 dan ternaung, P1) sebagai petak utama dan perlakuan pemulsaan (tanpa mulsa, M0 dan dengan mulsa sekam padi, M1) sebai anak petak. Terdapat 4 kombinasi perlakuan, setiap perlakuan terdiri dari 4 tanaman. Terdapat 6 blok sebagai ulangan sehingga total tanaman kopi yang digunakan adalah 96 batang. Parameter
yang diamati dan diukur pada tanaman kopi meliputi tinggi, diameter batang, jumlah daun, lebar tajuk dan luas daun. Data yang diperoleh selanjutnya dilakukan analisis varians.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengaruh perlakuan naungan berbeda nyata terhadap semua parameter yang diamati kecuali luas daun. Tanaman kopi robusta dengan perlakuan tanpa naungan memiliki nilai pertumbuhan yang lebih tinggi daripada yang dengan naungan. Pengaruh perlakuan pemberian mulsa sekam padi tidak berbeda nyata terhadap semua parameter yang diamati pada tanaman kopi
robusta. Namun demikian, pertumbuhan tanaman kopi yang diberi mulsa relatif lebih baik dibandingkan dengan yang tanpa mulsa. Interaksi antara kedua perlakuan tidak
signifikan pada semua parameter kecuali diameter batang.

Adding canopy layers at lower and middle levels is essential to protect the soil from the kinetic energy of rainfall. Although coffee can thrive in shaded conditions, it can also grow in open areas if environmental conditions are suitable. At the research site, weed was identified as a primary challenge. Since information regarding the effects of Shorea selanica shading and rice-husk mulch on Robusta coffee growth in Cangkringan remains limited, this study aimed to evaluate these treatments and their interaction on the development of Robusta coffee plants up to three months of age.                  The study employed a split-plot design, with shading (no shade, P0; with shade, P1) as the main plot and mulching (no mulch, M0; rice-husk mulch, M1) as the subplot. Four treatment combinations were tested, each consisting of four plants and replicated across six blocks, totalling 96 coffee plants. Growth parameters included plant height, stem diameter, number of leaves, crown width, and leaf area. The data obtained was then subjected to variance analysis.        The results indicated that shading significantly affected all measured parameters, except for leaf area. Robusta coffee grown without shading showed higher growth values than the shaded plants. Rice-husk mulch application did not significantly influence any parameters. However, mulched plants tended to exhibit relatively better growth. The interaction between shading and mulching was not significant for any parameters except stem diameter.

Kata Kunci : Kopi robusta, naungan, mulsa sekam padi, pertumbuhan, tegakan meranti

  1. S1-2026-505494-abstract.pdf  
  2. S1-2026-505494-bibliography.pdf  
  3. S1-2026-505494-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2026-505494-title.pdf