Laporkan Masalah

Pengembangan karier pegawai di Sekretariat Pemerintah Daerah Kabupaten Konawe

SYAMSUL M, Prof.Dr. Miftah Thoha

2005 | Tesis | Magister Administrasi Publik

Dalam upaya pengembangan karier Pegawai Negeri Sipil yang di perlukan pembinaan yang baik yang memperhatikan sistem prestasi kerja dan koridor pengembangan karier yang telah di atur. Namun fenomena yang terjadi di Setda Kabupaten Konawe, sistem pengembangan karier cenderung berjalan tidak memperhatikan kriteria acuan promosi jabatan dan kepangkatan yang ada. Diantaranya pernah terjadi kenaikkan pangkat/golongan 2 (dua) kali dalam satu tahun pada sekitar 100 pegawai, namun akhirnya diturunkan pangkat/golongannya setingkat lebih rendah. Dominasi atasan/pimpinan merupakan penghambat yang dirasakan dalam promosi kepangkatan dan jabatan karier pegawai. Peran Tim Baperjakat yang lemah menimbulkan program pengembangan karier pegawai sesuai dengan harapan sebagian besar pegawai. Penelitian ini bersifat deskriptif kualitatif dengan unit analisis di Sekretariat daerah Kabupaten Konawe sebagai organisasi yang di analisis dan Badan Kepegawaian, pendidikan dan pelatihan Daerah Kabupaten Konawe sebagai organisasi yang mempunyai peranan penting dalam program pengembangan karier pegawai di Kabupaten Konawe. Penelitian ini menggunakan teknik analisis data kualitatif. Pengujian keabsahan data dilakukan dengan metode triangulasi (crosschek) antar data dan metode pengumpulan data. Sistem pengembangan karier pegawai Kabupaten Konawe terutama di Sekretariat Daerah berdasarkan hasil penelitian sudah di upayakan mengacu pada kriteria yang ada seperti prestasi kerja, pendidikan dan pelatihan yang pernah diikuti, pengalaman kerja dan masa kerja pegawai. Demikian juga dalam proses rekruitmen, seleksi, penilaian dan evaluasi telah di upayakan mengakomodasi dimensi transparansi dan keadilan. Struktur organisasi merupakan faktor pengaruh yang cukup penting terhadap pengembangan karier pegawai. Penambahan jumlah unit/bagian di Setda Kabupaten Konawe sebenarnya memberikan peluang yang cukup luas bagi pegawai untuk berkarier dalam jabatan struktural, karena semakin banyak junlah jabatan struktural yang baru, namun karena faktor pengaruh faktor dari pemegang (elit Birokrasi) otoritas dan kekuasaan di Kabupaten Konawe yang sangat kuat maka peluang yang sebenarnya cukup luas bagi pegawai tersebut menjadi tidak berarti. Hal ini di sebabkan pengisian jabatan dalam jabatan struktural masih kuat intervensi yang dilakukan oleh elit birokrasi. Peren Tim Baperjakat hampir-hampir tidak ada dan hanya sebatas melakukan seleksi administratif. Adanya sinyalemen bahwa penambahan struktur organisasi Setda Kabupaten Konawe adalah untuk mengakomodasi pegawai-pegawai yang memiliki hubungan kedekatan dengan elit birokrasi. Beberapa saran yang dapat di berikan adalah pertama, perlunya penguatan peran Tim Baperjakat sesuai dengan kewenangannya, Kedua, perlunya peningkatan pengembangan karier sehingga pegawai dapat meningkatkan kompetensinya dan ketiga, ditujukan kepada Tim Baperjakat maupun Pembina kepegawaian di Kabupaten Konawe untuk selalu melihat persoalan pengembangan karier pegawai sebagai hak dari semua pegawai yang telah memenuhi syarat sehingga tidak ada satupun pegawai merasa di rugikan.

The efforts of career improvement for Pegawai Negeri Sipil (Civil Servant) require good training giving attention to performance system and ruled career improvement corridor. However, a phenomenon happens in Konawe Regency, where employee’s career improvement system does not run normally and gets problems and tends to ignore the existing corridor. Superior’s/leader’s domination is an obstacle perceived in making decision on appointment or promotion for employee’s career position. The weak role of Baperjakat Team causes inappropriate improvement program for employee’s career compared with what most employees want to get. This research is a qualitative descriptive one with analysis unit in Local Secretary of Konawe Regency as an organization to analyze and Department of Staffing, Education and Training of Konawe Regency as an organization with important role in career improvement program for civil servants in Konawe Regency. This research uses qualitative data analysis technique with triangulation method to test data validity and to strengthen analysis results. The results show that career improvement system in Konawe Regency, especially in Local Secretary, has tried to refer existing criteria like work performance, education and training to join, work experience and work period. Moreover, recruitment, selection, scoring, and evaluation processes have tried to accommodate transparency and justice dimensions. Organizational structure is an influencing factor for employee’s career improvement. The addition of units/departments in Local Secretary of Konawe Regency actually gives a big chance for the employees to improve their career in structural position, since there will be more new structural position. However, since influence and power of authority handler (bureaucracy elite) in Konawe Regency is very strong the wide chance comes to be meaningless. It is because intervention from bureaucracy elite very influences position fulfillment. Tim Baperjakat’s role is almost nothing but performing administrative selection. There is an indication that the addition of organizational structure of Local Secretary of Konawe Regency is to accommodate employees with close relationship with bureaucracy elite. Some suggestions to give are: firstly, it requires increasing role of Baperjakat Team as its authority, secondly, it requires increasing career improvement program that the employees can improve their competence and thirdly, for Baperjakat Team and Staffing Builder in Konawe Regency require to always view problems of employee’s career improvement as rights for every employee fulfilled the requirements that no employees will be suffered.

Kata Kunci : Manajemen Kepegawaian, Pengembangan Karier, career improvement, organizational structure, authority and power, bureaucracy elite.


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.