Laporkan Masalah

Analisis Faktor yang Memengaruhi Frekuensi Pemakaian Bajaj Maxride di Yogyakarta

Safina Nurul Adila, Prof. Dr.Eng. Ir. Muhammad Zudhy Irawan, S.T., M.T.

2026 | Tesis | S2 Mag. S. & T.Transportasi

Perkembangan moda transportasi paratransit berbasis aplikasi menghadirkan alternatif baru dalam sistem transportasi perkotaan, termasuk kehadiran Bajaj Maxride di Kota Yogyakarta. Meskipun menawarkan karakteristik layanan yang unik, tingkat pemanfaatan moda ini masih beragam di kalangan masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi frekuensi penggunaan Bajaj Maxride dengan mempertimbangkan karakteristik individu, karakteristik perjalanan, serta persepsi pengguna terhadap atribut layanan.

Data penelitian diperoleh melalui survei kuesioner terhadap pengguna Bajaj Maxride di Yogyakarta dengan pendekatan revealed preferences. Variabel dependen berupa frekuensi penggunaan diklasifikasikan ke dalam beberapa kategori berurutan, sehingga analisis dilakukan menggunakan model ordered logit yang sesuai untuk data berskala ordinal. Selain variabel sosiodemografi dan karakteristik perjalanan, penelitian ini juga melibatkan variabel laten yang merepresentasikan persepsi terhadap layanan Bajaj Maxride, yang dibentuk melalui indikator-indikator persepsi responden.

Secara deskriptif, pengguna Bajaj Maxride didominasi oleh kelompok berpendapatan rendah dengan frekuensi penggunaan yang relatif jarang serta tujuan perjalanan rekreasi. Hasil pemodelan dengan Ordered Logit menunjukkan bahwa beberapa variabel sosiodemografi dan karakteristik perjalanan berpengaruh signifikan terhadap frekuensi penggunaan Bajaj Maxride, di antaranya ada pendapatan, pengeluaran transportasi per bulan, status pekerja industri, tujuan perjalanan untuk bekerja, tujuan perjalanan penting lainnya, jarak perjalanan dan waktu perjalanan di pagi hari. Pendapatan pengguna dan waktu perjalanan di pagi hari memiliki koefisien negatif, yang menunjukkan kecenderungan penurunan probabilitas penggunaan Bajaj Maxride pada frekuensi yang lebih tinggi. Variabel lain, yaitu pengeluaran transportasi per bulan, tujuan perjalanan bekerja, tujuan perjalanan penting lainnya, dan jarak perjalanan, memiliki koefisien positif yang menunjukkan kecenderungan kenaikan probabilitas penggunaan Bajaj Maxride di tingkat yang lebih sering. Variabel laten yang merepresentasikan persepsi pengguna terhadap layanan Bajaj Maxride tidak menunjukkan pengaruh yang signifikan terhadap frekuensi penggunaan. Temuan ini mengindikasikan bahwa frekuensi penggunaan lebih banyak dijelaskan oleh karakteristik individu dan karakteristik perjalanan dibandingkan dengan persepsi layanan yang diukur dalam penelitian ini. Tujuan perjalanan untuk bekerja dan perjalanan penting lainnya merupakan faktor yang memberikan peningkatan peluang terbesar terhadap penggunaan Bajaj Maxride pada kategori frekuensi yang lebih tinggi. Hasil penelitian dapat menjadi masukan bagi operator dan pemerintah daerah dalam merumuskan strategi pengembangan transportasi yang lebih sesuai dengan karakteristik pengguna dan kebutuhan perjalanan masyarakat. 

The emergence of app-based paratransit services has introduced new alternatives within urban transportation systems, including the operation of Bajaj Maxride in Yogyakarta Regency. Despite its distinctive service characteristics, the level of utilization of this mode varies considerably among users. This study aims to analyze the factors influencing the frequency of Bajaj Maxride usage by considering individual characteristics, travel attributes, and users’ perceptions of service-related factors.

The study employs survey data collected through questionnaires administered to users of Bajaj Maxride in Yogyakarta Regency using Revealed preferences method. The dependent variable, usage frequency, is defined as an ordinal variable with ordered categories, and therefore analyzed using an ordered logit model. In addition to socio-demographic and travel-related variables, the model incorporates latent variables representing users’ perceptions performance of the service, which are constructed based on multiple perception indicators.

Descriptively, Bajaj Maxride users were predominantly from low-income groups with relatively infrequent usage and recreational travel purposes. The results of the Ordered Logit modelling indicate that several socio-demographic variables and trip characteristics have a significant influence on the frequency of Bajaj Maxride usage, including income, monthly transport expenditure, industrial employment status, travel for work purposes, other important travel purposes, travel distance, and travel time in the morning. User income and morning travel time have negative coefficients, indicating a tendency for the probability of using Bajaj Maxride to decrease at higher frequencies. Other variables, namely monthly transport expenditure, work-related travel purposes, other important travel purposes, and travel distance, have positive coefficients, indicating a tendency for the probability of using Bajaj Maxride to increase at higher frequencies. The latent variable representing users’ perceptions of the Bajaj Maxride service did not show a significant influence on usage frequency. This finding indicates that usage frequency is better explained by individual characteristics and trip characteristics than by the service perceptions measured in this study. Commuting and other important trips are the factors that provide the greatest increase in the likelihood of using Bajaj Maxride at higher frequency levels. The research results can serve as input for operators and local governments in formulating transport development strategies that are better suited to user characteristics and the travel needs of the community. 

Kata Kunci : Bajaj Maxride, frekuensi penggunaan, revealed preference, Ordered Logit

  1. S2-2026-546266-abstract.pdf  
  2. S2-2026-546266-bibliography.pdf  
  3. S2-2026-546266-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2026-546266-title.pdf