Laporkan Masalah

Determinan Ketahanan Finansial Individu di Indonesia: Analisis Peran Inklusi Keuangan Digital, Non-Digital, dan Faktor Sosio-Ekonomi Demografis

Dayinta Rahmatika, Yuni Andari, S.E., M.Si.

2026 | Tugas Akhir | D4 PEMBANGUNAN EKONOMI KEWILAYAHAN

Indonesia dihadapkan pada beberapa kondisi yang dapat mendorong masyarakatnya rentan atau rapuh secara ekonomi, seperti angka pemutusan hubungan kerja yang terus meningkat setiap tahunnya serta dominasi tenaga kerja pada sektor informal. Kondisi tersebut membuat topik ketahanan finansial penting untuk dikaji, termasuk mengkaji sejauh mana inklusi keuangan, baik digital maupun non-digital, berperan dalam memperkuat ketahanan finansial individu di tengah tekanan ekonomi tersebut. Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh inklusi keuangan digital, non-digital, serta karakteristik sosio-ekonomi dan demografis terhadap ketahanan finansial individu di Indonesia. Data yang digunakan merupakan data sekunder dari The Global Financial Inclusion (Findex) Database tahun 2021 dan 2025 yang dirilis oleh World Bank. Data yang digunakan meliputi kepemilikan akun dompet digital, transaksi digital, kepemilikan kartu ATM/debit, kepemilikan kartu kredit sebagai indikator dari dimensi digital, serta transaksi non-digital, meminjam di bank dan orang terdekat, menabung di bank dan lembaga keuangan informal sebagai indikator dimensi non-digital. Karakteristik sosio-ekonomi demografis yang digunakan dalam penelitian ini meliputi gender, usia, pendidikan, dan kuintil pendapatan. Metode yang digunakan untuk menganalisis antar variabel adalah regresi logistik biner. Penelitian ini menemukan bahwa kepemilikan dompet digital, kartu kredit, dan tabungan formal berpengaruh positif dan signifikan terhadap ketahanan finansial, sedangkan pinjaman dari keluarga atau teman berpengaruh negatif dan signifikan. Karakteristik sosio-ekonomi demografis berupa jenis kelamin laki-laki, usia, dan kuintil pendapatan juga berpengaruh positif dan signifikan.

Indonesia faces several conditions that may render its population economically vulnerable or fragile, such as the steadily increasing number of layoffs each year and the dominance of the informal sector in the labor force. These conditions make the topic of financial resilience important to examine, including the extent to which financial inclusion, both digital and non-digital, contributes to strengthening individual financial resilience amid such economic pressures. This study aims to determine and analyze the effects of digital financial inclusion, non-digital financial inclusion, and socio-economic demographic characteristics on individual financial resilience in Indonesia. The data used are secondary data from The Global Financial Inclusion (Findex) Database for 2021 and 2025, released by the World Bank. The data include digital wallet ownership, digital transactions, ATM/debit card ownership, and credit card ownership as indicators of the digital dimension, as well as non-digital transactions, borrowing from banks and close relations, and saving in banks and informal financial institutions as indicators of the non-digital dimension. The socio-economic demographic characteristics used in this study include gender, age, education, and income quintile. The method used to analyze the relationships between variables is binary logistic regression. This study finds that digital wallet ownership, credit card ownership, and formal savings have a significant positive effect on financial resilience, while borrowing from family or friends has a significant negative effect. Socio-economic demographic characteristics, namely male gender, age, and income quintile, also have a significant positive effect.

Kata Kunci : Digital, Inklusi Keuangan, Ketahanan Finansial, Regresi Logistik Biner

  1. D4-2026-497924-abstract.pdf  
  2. D4-2026-497924-bibliography.pdf  
  3. D4-2026-497924-tableofcontent.pdf  
  4. D4-2026-497924-title.pdf