Pengaruh Mulsa Kulit Kelapa dan Pupuk NPK terhadap Biomassa Aboveground Acacia auriculiformis Umur 2,5 Bulan di Pesisir Samas Yogyakarta
Saskia Zahrannisa, Mochamat Gunawan Wibisono, S.Hut., M.Hum., M.Sc. ; Ir. Adriana, M.P.
2026 | Skripsi | KEHUTANAN
Wilayah Pesisir Samas memiliki karakteristik lahan marginal dengan kandungan unsur hara yang rendah sehingga perlu dilakukan upaya rehabilitasi. Hempasan angin laut yang kencang mengakibatkan rusaknya lahan pertanian masyarakat, oleh sebab itu perlu adanya penanaman tanaman pemecah angin (windbreaker) selain Casuarina equisetifolia, sebagai lapisan kedua. Acacia auriculiformis merupakan spesies cepat tumbuh, memiliki tajuk lebar dan perakaran yang kuat, toleran di berbagai kondisi lingkungan, dan mampu mengikat nitrogen dari udara sehingga cocok digunakan sebagai tanaman windbreaker dan rehabilitasi. Untuk pemeliharaan tanaman, pemulsaan dan pemupukan diperlukan untuk mendukung pertumbuhan tanaman yang optimal. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui pengaruh pemberian mulsa kulit kelapa, pupuk NPK, dan interaksi kedua perlakuan terhadap biomassa aboveground A. auriculiformis umur dua setengah bulan di Pesisir Samas Yogyakarta. Penelitian ini menggunakan desain penelitian Randomized Complete Block Design (RCBD) dengan dua perlakuan yaitu pemulsaan (tanpa mulsa (M0), mulsa kulit kelapa (M1)) dan pemupukan (tidak diberi pupuk (P0) dan diberi pupuk NPK 30 g/tanaman (P1)). Terdapat 4 kombinasi perlakuan yaitu M0P0, M0P1, M1P0, dan M1P1. Setiap perlakuan terdiri dari 5 tanaman. Terdapat 3 blok sebagai ulangan, sehingga total tanaman yang diamati yaitu sejumlah 60 batang. Sampel tanaman yang dipanen untuk pengukuran biomassa aboveground sebanyak 12 sampel. Jarak tanam yang digunakan 3 m × 3 m. Parameter yang diamati dan diukur adalah biomassa batang, daun, dan total aboveground tanaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengaruh pemberian mulsa kulit kelapa dan pupuk NPK tidak berbeda nyata terhadap semua parameter yang diamati. Terdapat kecenderungan bahwa tanaman yang diberi mulsa memiliki nilai biomassa aboveground yang relatif lebih tinggi daripada yang tidak diberi mulsa. Interaksi antara kedua perlakuan tidak berbeda nyata.
Kata Kunci : Acacia auriculiformis, biomassa, mulsa kulit kelapa, pupuk NPK, rehabilitasi