Evaluasi pelaksanaan Program Pengembangan Kakao Rakyat dengan pola pendampingan di Kecamatan Kemtuk Kabupaten Jayapura
BOEKORSJOM, John Julius, Dr. Irwan Abdullah
2005 | Tesis | Magister Administrasi PublikPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kesesuaian antara perencanaan dengan pelaksanaan program pola pendampingan pengembangan kakao rakyat di kecamatan Kemtuk kabupaten Jayapura. Didalam pencapaian tujuan penelitian ini, variabel penelitian yang digunakan adalah evaluasi Program, Pengorganisasi kelompok, persepsi petani dan pendampingan pada petani. Metode yang dipakai dalam penelitian ini adalah ditekankan pada metode kualitatif yang bersifat deskriptif dan juga menggunakan metode kuantitiatif. Sampel penelitian dilakukan dengan tehnik Random Sampling Sederhana dengan jumlah sampel sebanyak 42% atau 60 responden. Lokasi penelitian dilakukan di kecamatan Kemtuk Kabupaten Jayapura dengan sampel area sebanyak 3 desa, yaitu Desa Skoaim, Desa Sekori, dan Desa Sabeyab Kecil. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program pendampingan pengembangan Kakao rakyat dalam perencanaan dengan pelaksanaan program menunjukan bahwa pengorganisasian kelompok tani dilakukan oleh petani sendiri dengan pola patrilineaal, persepsi petani terhadap program tentang tingkat pemahaman petani terhadap program cukup baik, tentang tingkat penerimaan petani terhadap program cukup baik (55%), tingkat pemahaman petani berkebun kakao sudah baik dan pola pendampingan penyuluh terhadap petani kakao mengenai frekuensi pemberian bimbingan masih rendah karena 36,67% menyebutkan hanya sebulan sekali, materi penyuluhan yang diberikan masih rendah 26,67%. Materi yang diberi penyuluh disertai praktek menurut petani sudah baik (53,33%), namun demikian petani di desa Sabeyab dan Skoaim mengeluh karena pendamping tidak pernah mengunjungi petani-petani di kedua desa tersebut. Dari 3 (tiga) variabel dengan masing-masing memiliki 3 (tiga) sub variabel, hasil penelitian menunjukkan hanya 1 (satu) sub variabel Frekuensi Pemberian Bimbingan dari variabel Pola Pendampingan terhadap Kelompok Tani yang belum ada kesesuaian antara tujuan program dengan fakta yang didapat di lokasi penelitian. Secara umum dapatlah dikatakan bahwa program ini berhasil dengan beberapa catatan tentang perlunya perbaikan dalam managemen pelaksanaan untuk hasil yang lebih baik.
This research aims to identify level of suitability between planning and implementation of Assistance Program of People Cacao Development in Kemtuk subdistrict, District of Jayapura. Research variables used are program evaluation, group organizing, farmer perception and assistance for farmer. Method used in this research is mainly descriptive qualitative method and use quantitative method. Sample was taken using simple random sampling technique with amount of sample is 42% pf 60 respondent. Research location is in Kemtuk subdistrict, District of Jayapura and there are three villages as area sample, that is, Skoaim village, Sekori village and Sabeyab Kecil village. Result of the research indicated that in implementation of the Assistance Program of People Cacao Development, group organizing was done by farmer with patrilineal pattern; farmer perception on the program indicated that level of farmer comprehension on the program was good and farmer's acceptability of the program was good enough (55%). Moreover, farmer understanding on how to farm cacao was good and assistance pattern of cacao farmer in term of frequency of assistance providing was still low because 36.67% farmers stated it occurred once a month. Assistance material was still low (26.67%) but material, which was provided along with practice, according to farmers, was good (53.33%). However, farmers in Sabeyab and Skoaim villages claimed that the assistant never visit farmers in the villages. From three variables with each has three sub variables, the results shows that there is only one sub variable of assistance provision frequency from variable of assistance pattern toward farmer group that not suit between program goals and fact found in research location. In general, it can be said that level of the program is successful, but it needs improvement in management of assistance pattern
Kata Kunci : Kebijakan Pemerintah Daerah,Program Pengembangan Kakao,Evaluasi