Karakteristik Agroforestri Tegalan Berbasis Nangka (Artocarpus heterophyllus Lamk.) di Dusun Turgo, Lereng Selatan Gunung Merapi
Puji Lestari, Prof. Priyono Suryanto, S.Hut., M.P., Ph.D. ; Ir. Atus Syahbudin, S.Hut., M.Agr., Ph.D., IPU.
2026 | Skripsi | KEHUTANAN
Dusun Turgo yang terletak di zona penyangga Taman Nasional Gunung Merapi memiliki sistem agroforestri tegalan berbasis nangka (Artocarpus heterophyllus Lamk.) yang telah berkembang secara turun-temurun. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis karakteristik agroforestri tegalan berbasis nangka yang ditinjau dari aspek struktur, komposisi, dan diversitas vegetasi, serta menganalisis teknik silvikultur yang diterapkan dalam pengelolaannya. Penelitian dilaksanakan di Dusun Turgo, Pakem, Sleman. Metode penelitian yang digunakan adalah survei lapangan berbasis observasi terstruktur dengan melihat biofisik lahan. Penentuan unit lahan dilakukan dengan purposive sampling dengan kriteria lahan agroforestri tegalan yang memiliki dominasi jenis nangka dengan luas 100-500 m2 (A) dan 501-700 m2 (B). Pengambilan data dengan sensus dan diambil 6 unit lahan pada masing-masing kelas luasan, dan dilakukan wawancara kepada pemilik lahan. Analisis data dilakukan dengan perhitungan INP untuk komposisi vegetasi, proyeksi vertikal dan horizontal dengan software SeXI-FS untuk struktur vegetasi, Indeks Diversitas Shannon Wiener (H’) untuk keanekaragaman jenis, dan pendekatan kualitatif untuk teknik silvikultur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa setiap unit lahan memiliki struktur dan komposisi yang berbeda. Struktur vertikal membentuk 2 hingga 5 ruang vertikal, dengan unit lahan kelas luasan B menunjukkan stratifikasi yang lebih kompleks. Struktur horizontal menunjukkan distribusi diameter batang yang tidak membentuk kurva “J terbalik” secara sempurna, mengindikasikan regenerasi alami yang belum optimal. Indeks diversitas agroforestri tegalan berbasis nangka tergolong kategori rendah hingga sedang. Terdapat dua pola tanam yang ditemukan yaitu TAB dan random mixture. Pengelolaan tegalan didominasi oleh teknik silvikultur tradisional berbasis kearifan lokal.
Kata Kunci : Kata kunci: agroforestri, tegalan, nangka, silvikultur tradisional