Perancangan dan Analisis Model Simulasi Sistem Produksi Batik Cap Berdasarkan Karakteristik Demand dan Strategi Pemenuhan Pesanan pada Industri Batik Skala UMKM
Chakra Nayotama Amirudin, Dr. Eng. Ir. Muh Arif Wibisono, S.T., M.T., IPM., ASEAN Eng.
2026 | Skripsi | TEKNIK INDUSTRI
Industri batik cap skala UMKM menghadapi karakteristik demand yang beragam, mulai dari kebutuhan produk siap stok, variasi motif dan warna, hingga desain khusus. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi karakteristik demand produk batik cap serta menyusun model simulasi untuk menentukan rekomendasi strategi pemenuhan pesanan yang sesuai. Karakteristik demand diperoleh melalui survei terhadap 380 responden dan data marketplace, kemudian digunakan untuk membangun random demand selama 180 hari. Model generate random demand dikembangkan menggunakan distribusi Poisson untuk total demand bulanan, distribusi Dirichlet untuk proporsi MTS, MTO, dan DTO, serta Wilson Confidence Interval sebagai batas validasi proporsi. Model simulasi dibangun menggunakan Python pada Google Colab dengan membandingkan 24 kombinasi skenario, yaitu empat strategi pemenuhan pesanan (MTS, MTO, Hybrid MTS-MTO, dan Hybrid MTS-MTO-DTO), dua kalender kerja (5 hari dan 6 hari), serta tiga skema tenaga kerja (gaji bulanan, upah borongan, dan upah harian). Indikator operasional yang dianalisis meliputi demand terpenuhi, lost sales, service level, dan lead time, sedangkan indikator finansial meliputi pendapatan, biaya, profit, arus kas, dan margin. Hasil survei menunjukkan proporsi demand sebesar 45,07% MTS, 40,25% MTO, dan 14,68% DTO. Hasil simulasi menunjukkan bahwa skenario Hybrid MTS-MTO-DTO 5 hari dengan upah harian merupakan skenario terbaik secara keseluruhan, dengan profit Rp85.284.467, arus kas Rp64.929.106, margin 22,42%, dan demand terpenuhi 3.804 unit dari total demand 4.027 unit. Dengan demikian, strategi hybrid yang menggabungkan MTS, MTO, dan DTO mampu melayani cakupan demand paling luas dan menghasilkan kinerja finansial terbaik.
Kata Kunci : batik cap, simulasi produksi, karakteristik demand, strategi pemenuhan pesanan, hybrid MTS-MTO-DTO