PERUBAHAN PERILAKU BERUK (Macaca nemestrina) SELAMA PROSES PELATIHAN PEMBERIAN OBAT DENGAN METODE POSITIVE REINFORCEMENT TRAINING
Calysta Rizki Wibowo, Dr. drh. Hery Wijayanto, M.P.
2026 | Skripsi | KEDOKTERAN HEWAN
Penggunaan
beruk (Macaca nemestrina) sebagai hewan model dalam penelitian biomedis
menuntut metode penanganan yang humanis karena kedekatan filogenetiknya dengan
manusia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perubahan perilaku dan
respons beruk selama pelatihan metode pengkondisian pemberian obat dengan pendekatan Positive
Reinforcement Training. Sebanyak enam ekor beruk jantan dewasa menjadi
subjek penelitian di UP2KH FKH UGM. Pelatihan periode awal dilaksanakan selama
30 hari (November-Desember 2025) dua kali sehari, dilanjutkan observasi
lanjutan pada Februari 2026. Data kualitatif yang diamati berupa respons
penerimaan (sukarela menerima obat) atau penolakan (menghindar, agresif, atau indikator stres). Hasil
penelitian diharapkan dapat menunjukkan efektivitas metode operant conditioning
dalam membentuk perilaku kooperatif serta menjadi kontribusi pada pengembangan
ilmu perilaku hewan dan penerapan prinsip refinement dalam etika
penelitian hewan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara individual, hampir
seluruh beruk mengalami peningkatan respons penerimaan dengan pola yang
bervariasi. Beruk 3, 5, dan 6 mencapai respons 100% penerimaan lebih awal,
sementara beruk lain menunjukkan fluktuasi yang dipengaruhi oleh kecemasan,
kebiasaan makan, dan agresivitas antarindividu. Uji Kruskal-Wallis per minggu
menunjukkan tidak ada perbedaan signifikan antar metode pelatihan (p > 0,05). Secara deskriptif terlihat kecenderungan peningkatan penerimaan pada
seluruh individu. Diindikasikan bahwa keberhasilan pelatihan lebih ditentukan oleh faktor
individu dan konsistensi prosedur daripada jenis metode yang digunakan, dan
pendekatan berbasis reward tetap direkomendasikan dari sisi kesejahteraan
hewan.
The
use of pig-tailed macaques (Macaca nemestrina) as animal models in
biomedical research requires humane handling methods due to their phylogenetic
proximity to humans. This study aimed to determine the behavioral changes and
responses of pig-tailed macaques during conditioning training for drug administration using
a Positive Reinforcement Training approach. Six adult male pig-tailed macaques
were used as subjects at UP2KH FKH UGM. The initial training period was
conducted for 30 days (November–December 2025) twice daily, followed by a
follow-up observation in February 2026. Qualitative data observed included
acceptance responses (voluntarily receiving the drug) or rejection responses (avoidance,
aggression, or stress indicators). The results showed that individually, nearly
all macaques exhibited increased acceptance responses with varying patterns.
Macaques 3, 5, and 6 achieved 100?ceptance earlier, while others showed
fluctuations influenced by anxiety, feeding habits, and inter-individual
aggression. The Kruskal-Wallis test per week indicated no significant
differences between training methods (p > 0.05). Nevertheless,
descriptively, there was a tendency toward increased acceptance in all
individuals. Thus, it is indicated that training success is determined more by
individual factors and procedural consistency than by the type of method used,
and the reward-based approach remains recommended from an animal welfare
perspective.
Kata Kunci : beruk, kesejahteraan hewan, Macaca nemestrina, operant conditioning, positive reinforcement training