AGENSI PEREMPUAN DAN TRANSENDENSINYA DALAM SERIAL LA RÉVOLUTION
Mia Nurul Jannah, Prof. Dr. Drs. Sajarwa, M.Hum.
2026 | Skripsi | SASTRA PERANCIS
Penelitian ini menganalisis perjuangan tiga tokoh perempuan, yaitu Élise de Montargis, Marianne, dan Katell, dalam La Révolution (2020), serial fiksi sejarah yang terinspirasi dari Revolusi Prancis. Penelitian ini dilakukan dengan mengkaji upaya ketiga tokoh dalam mencapai transendensi di tengah tatanan masyarakat patriarkal dan sistem feodal melalui berbagai perlawanan individu. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan bagaimana tokoh perempuan mengubah posisinya dari pihak yang tertindas menjadi subjek yang melakukan perlawanan untuk mencapai transendensinya, serta menunjukkan bahwa agensi perempuan berperan dalam membentuk narasi perlawanan yang lebih luas. Penelitian ini menggunakan konsep transendensi Simone de Beauvoir untuk menganalisis tindakan-tindakan tokoh perempuan dalam mengklaim kembali eksistensinya sebagai individu yang bebas dan merdeka. Dalam proses tersebut, agensi dipahami sebagai medium yang memungkinkan tokoh perempuan mewujudkan transendensi. Data penelitian diklasifikasikan berdasarkan identifikasi adegan, dialog, simbol, serta narasi yang merepresentasikan penindasan terhadap perempuan. Selanjutnya, data dianalisis untuk mengungkap bentuk agensi yang dimanifestasikan melalui tindakan perlawanan individu serta kontribusinya dalam membangun perlawanan yang lebih luas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketiga tokoh perempuan mencapai transendensi melalui agensi yang diwujudkan dalam berbagai tindakan perlawanan terhadap struktur feodal dan sosial patriarkal. Selain menjadi sarana untuk memperoleh transendensi, agensi perempuan juga berperan dalam mengubah arah narasi dari perlawanan individual menuju perlawanan kolektif terhadap tatanan sosial yang menindas.
This study examines the struggle of three female characters, Élise de Montargis, Marianne, and Katell, in La Révolution (2020), a Netflix historical fiction series inspired by the French Revolution. The research investigates the efforts of these three characters to attain transcendence within a patriarchal social order and a feudal system through various forms of individual resistance. This research aims to explain how the female characters transform their position from being oppressed to becoming subjects of resistance in order to achieve transcendence, while demonstrating that women's agency contributes to the development of a broader narrative of resistance. This study applies Simone de Beauvoir's concept of transcendence to analyse the actions taken by the female characters in reclaiming their existence as free and autonomous individuals. In this process, agency is understood as the medium through which the female characters achieve transcendence. The research data were classified through the identification of scenes, dialogues, symbols, and narratives representing the oppression of women. Subsequently, the data were analysed to identify the forms of agency manifested through individual acts of resistance and their contribution to the development of a broader resistance movement. The findings of the study show that the three female characters attain transcendence through agency, expressed in various acts of resistance against the feudal system and patriarchal social structures. In addition to serving as a means of attaining transcendence, women's agency also transforms the narrative from individual resistance into collective resistance against an oppressive social order.
Kata Kunci : Agensi Perempuan, Eksistensi, Feminisme, Transendensi