Optimasi Sistem Smart-Agriculture terhadap Tingkat Homogenitas Nutrisi dan Perkembangan Tanaman Buah Melon Hidroponik
Rafli Bagas Dzulfiqar, Dr.Eng. Ir. Yosephus Ardean Kurnianto Prayitno, S.T., M.Eng.
2026 | Tugas Akhir | D4 TEKNOLOGI REKAYASA MESIN
Sistem fertigasi
pada budidaya melon (Cucumis melo L.) hidroponik memerlukan larutan
nutrisi yang homogen untuk memastikan keseragaman penyerapan unsur hara oleh
tanaman. Sistem Fabrikasi Fasilitas Smart Agriculture Tepat Guna Skala
Petani (FASTAN) yang telah diterapkan sebelumnya masih mengalami
ketidakmerataan distribusi nutrisi akibat mekanisme pencampuran yang kurang
optimal sehingga berpotensi menimbulkan variasi konsentrasi unsur hara dan
menghambat pertumbuhan tanaman. Penelitian ini bertujuan mengoptimasi sistem
FASTAN melalui perancangan ulang sistem perpipaan dan mekanisme pencampuran
untuk meningkatkan homogenitas larutan nutrisi serta mengevaluasi pengaruhnya
terhadap perkembangan tanaman melon. Sistem perpipaan dirancang berdasarkan
prinsip mekanika fluida, meliputi persamaan Bernoulli, perhitungan major
dan minor head loss, bilangan Reynolds, serta Total Dynamic Head
(TDH) sebagai dasar pemilihan pompa. Selanjutnya, dikembangkan sistem
pemantauan dan pengendalian berbasis ESP32 dengan sensor Electrical
Conductivity (EC) untuk mengevaluasi homogenitas larutan nutrisi. Evaluasi
dilakukan melalui pengukuran selisih nilai EC pada bagian atas dan bawah
tandon, analisis koefisien variasi, uji laboratorium kandungan unsur hara,
pengamatan pertumbuhan tanaman, serta analisis statistik menggunakan uji
normalitas dan korelasi Pearson. Sistem perpipaan hasil perancangan ulang mampu
mencapai kondisi homogen dalam waktu sekitar 4 menit dengan selisih EC di bawah
0,15 dan standar deviasi sebesar 0,07, yang menunjukkan kestabilan proses
pencampuran. Larutan homogen menunjukkan kandungan magnesium yang lebih tinggi
dan kandungan kalsium yang lebih rendah dibandingkan kondisi tidak homogen.
Hasil analisis statistik menunjukkan korelasi Pearson yang kuat antara
homogenitas nutrisi dan parameter pertumbuhan tanaman. Optimasi sistem FASTAN
berhasil meningkatkan homogenitas larutan nutrisi sehingga mendukung
pertumbuhan tanaman melon (Cucumis melo L.) hidroponik secara lebih
seragam.
Fertigation
systems in hydroponic melon (Cucumis melo L.) cultivation require a homogeneous
nutrient solution to ensure uniform nutrient uptake by plants. The Fabrication
System for Appropriate Smart-Agriculture Facilities at Farmer Scale (FASTAN),
previously implemented, suffered from uneven nutrient distribution caused by a
suboptimal mixing mechanism, potentially leading to inconsistent nutrient
concentrations and impaired plant growth. This study aims to optimize the
FASTAN system by redesigning its piping and mixing mechanism to improve
nutrient solution homogeneity and to evaluate the resulting effect on melon
plant development. The piping system was designed based on fluid mechanics
principles, including the Bernoulli equation, major and minor head loss
calculations, the Reynolds number, and Total Dynamic Head (TDH) for pump
selection. An ESP32-based monitoring and control system with an Electrical
Conductivity (EC) sensor was developed to assess solution homogeneity.
Evaluation involved measuring EC differences between the upper and lower
sections of the reservoir, coefficient of variation analysis, laboratory
nutrient testing, plant growth observation, and statistical analysis using
normality tests and Pearson correlation. The redesigned piping system achieved
homogeneous mixing within approximately 4 minutes, with EC differences below
0.15 and a standard deviation of 0.046, indicating stable mixing performance.
The homogeneous solution exhibited higher magnesium and lower calcium content
compared with non-homogeneous conditions. A strong Pearson correlation was
found between nutrient homogeneity and plant growth parameters. The optimized
FASTAN system effectively improved nutrient solution homogeneity, supporting
more uniform growth of hydroponic melon (Cucumis melo L.).
Kata Kunci : Cucumis melo L., Electrical Conductivity, hidroponik, homogenitas nutrisi, sistem perpipaan, smart agriculture