Laporkan Masalah

Pengendalian Penyakit Layu Fusarium dan Nematoda Pratylenchus spp. pada Tanaman Pisang dengan Bacillus velezensis B-27 yang dikombinasikan dengan Pupuk Zinc (Zn)

Dhian Noviana Putri, Prof. Dr. Tri Joko, S.P., M.Sc.; Prof. Dr. Ir. Siwi Indarti, M.P.

2026 | Skripsi | ILMU HAMA & PENYAKIT TUMBUHAN

Tanaman pisang merupakan komoditas hortikultura penting yang memiliki nilai ekonomi tinggi. Namun, produktivitas tanaman pisang sering mengalami penurunan akibat serangan nematoda Pratylenchus spp. dan penyakit layu Fusarium yang disebabkan oleh Fusarium oxysporum f. sp. cubense. Upaya pengendalian yang ramah lingkungan menjadi sangat penting untuk mengatasi permasalahan tersebut, salah satunya melalui pemanfaatan agen hayati dan unsur hara mikro. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas aplikasi Bacillus velezensis B-27 dan pupuk Zn, baik secara tunggal maupun kombinasi, dalam mengendalikan nematoda Pratylenchus spp. dan penyakit layu Fusarium pada tanaman pisang, serta pengaruhnya terhadap pertumbuhan tanaman. Penelitian dilaksanakan menggunakan rancangan percobaan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan beberapa perlakuan, yaitu kontrol tanpa perlakuan (K-), kontrol FOC (K1+), kontrol Pratylenchus spp. (K2+), P1 (Bacillus velezensis B-27), P2 (Bacillus velezensis B-27 dan FOC), P3 (Bacillus velezensis B-27, FOC dan Pratylenchus spp.), P4 (Bacillus velezensis B-27, Zn, dan FOC), P5 (Bacillus velezensis B-27, Zn, FOC, dan Pratylenchus spp.), P6 (Bacillus velezensis B-27 dan Pratylenchus spp.), P7 (Bacillus velezensis B-27, Zn, dan Pratylenchus spp.), P8 (Bacillus velezensis B-27 dan Zn), P9 (Zn), P10 (Zn dan FOC), P11 (Zn dan Pratylenchus spp.), dan P12 (FOC dan Pratylenchus spp.). Parameter yang diamati meliputi tinggi tanaman, insidensi penyakit, persentase kerusakan bonggol, populasi nematoda, serta kondisi perakaran tanaman pisang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aplikasi Bacillus velezensis B-27 dan Zn secara kombinasi memberikan hasil terbaik dalam menekan populasi Pratylenchus spp. dan persentase kerusakan bonggol dibandingkan dengan perlakuan tunggal maupun kontrol. Selain itu, perlakuan kombinasi juga mampu meningkatkan pertumbuhan tanaman pisang secara signifikan.

Banana is an important horticultural commodity with high economic value. However, banana productivity often declines due to attacks by the nematode Pratylenchus spp. and Fusarium wilt caused by Fusarium oxysporum f. sp. cubense. Environmentally friendly control measures are crucial to addressing these issues, including the use of biological agents and micronutrients. This study aims to determine the effectiveness of applying Bacillus velezensis B-27 and zinc (Zn) fertilizer, both individually and in combination, in controlling Pratylenchus spp. nematodes and Fusarium wilt in banana plants, as well as their effects on plant growth. This study was conducted using a completely randomized design (CRD) with several treatments, namely: untreated control (K-), FOC control (K1+), Pratylenchus spp. nematode control (K2+), P1 (Bacillus velezensis B-27), P2 (Bacillus velezensis B-27 and FOC), P3 (Bacillus velezensis B-27, FOC, and Pratylenchus spp.), P4 (Bacillus velezensis B-27, Zn, and FOC), P5 (Bacillus velezensis B-27, Zn, FOC, and Pratylenchus spp.), P6 (Bacillus velezensis B-27 and Pratylenchus spp.), P7 (Bacillus velezensis B-27, Zn, and Pratylenchus spp.), P8 (Bacillus velezensis B-27 and Zn), P9 (Zn), P10 (Zn and FOC), P11 (Zn and Pratylenchus spp.), and P12 (FOC and Pratylenchus spp.). The parameters observed included plant height, disease incidence, Fusarium wilt severity, nematode population, and the root condition of banana plants. The results showed that the combined application of Bacillus velezensis B-27 and zinc fertilizer yielded the best results in suppressing the Pratylenchus spp. population and Fusarium wilt severity compared to single treatments or the control. In addition, the combined treatment was also able to significantly improve banana plant growth.

Kata Kunci : Bacillus velezensis B-27, Zn, Pratylenchus spp., Fusarium oxysporum f. sp. cubense, pengendalian hayati, tanaman pisang

  1. S1-2026-504002-abstract.pdf  
  2. S1-2026-504002-bibliography.pdf  
  3. S1-2026-504002-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2026-504002-title.pdf