Kinerja Organisasi Badan Pemberdayaan Masyarakat Daerah Provinsi Sulawesi Tengah dengan adanya perubahan organisasi
PONGI, Samuel Yansen, Prof.Dr. Agus Dwiyanto
2005 | Tesis | Magister Administrasi PublikPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui kinerja organisasi Badan Pemberdayaan Masyarakat Daerah Provinsi Sulawesi Tengah, dan faktor-faktor yang mempengaruhinya. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif, data yang diperoleh dari hasil wawancara, observasi dan dokumentasi yang selanjutnya di analisis untuk menyederhanakan data ke dalam bentuk yang lebih mudah di baca dan di interpretasikan. Hasil penelitian menunjukan bahwa kinerja organisasi di Badan Pemberdayaan Masyarakat Daerah Provinsi Sulawesi Tengah yang di ukur dari akuntabilitas dan responsivitas aparat masih belum optimal, olehnya harus dilakukan pembenahan-pembenahan demi peningkatan kinerja di Badan Pemberdayaan Masyarakat Daerah Provinsi Sulawesi. Misi, tujuan, dan program yang ada di Badan Pemberdayaan Masyarakat Daerah Provinsi Sulawesi Tengah sudah sesuai dengan kebutuhan masyarakat , hanya perjalanan program saja yang memakan waktu cukup lama, sehingga memunculkan keluhan dari masyarakat. Untuk mewujudkan semua kebutuhan masyarakat tidak semudah dengan apa yang dibayangkan oleh masyarakat, karena harus melalui proses dan tahap sesuai aturan pemerintah. Adapun Faktor-faktor yang mempengaruhi kinerja organisasi di Badan Pemberdayaan Masyarakat Daerah Provinsi Sulawesi Tengah adalah struktur organisasi yang belum mencerminkan suatu prinsip organisasi yang ramping struktur namun kaya fungsi. Faktor sumber daya manusia dari tingkat pendidikan sudah mendukung tapi dari sisi penguasaan perangkat lunak dan ketrampilan dibidang pemberdayaan belum optimal. Perlunya peningkatan sumber daya manusia melalui pendidikan dan latihan yang sesuai dengan bidang tugasnya, agar kedepan organisasi Badan Pemberdayaan Masyarakat Daerah Provinsi Sulawesi Tengah, dapat memberikan pelayanan pada masyarakat sesuai dengan kebutuhan masyarakat, dan budaya organisasi masih melekat sikap paternalis antara atasan dengan bawahan dimana bawahan tidak bisa menunjukan kreatifitasnya karena kekuasaan yang dominan hanya pada atasan, sehingga tidak memberikan diskresi kepada bawahannya atau antara aparat dengan masyarakat dimana masyarakat selalu menjadi sasaran empuk untuk semua permasalahan yang ada, dan penggunaan standar ganda dalam sistem nilai dan norma perilaku aparat masih juga terjadi di Badan Pemberdayaan Masyarakat Daerah Provinsi Sulawesi Tengah dimana masih ada aparat yang lebih mementingkan kepentingan pribadinya dalam melayani masyarakat.
The present research was aimed to identify organizational performance of the Committee for Region Community Empowerment at Central Sulawesi, and its influencing factors. Method utilized was qualitative research method. Data were gathered through interviews, observations, and documentations, then they were analyzed to simplify data into readable and interpretable form. The result indicated that the organization performance of the Committee for Region Community Empowerment at Central Sulawesi, that was measured from government agencies accountibility and responsibility, were not optimal yet, that was why, there were suppose to be carried out some mending for performance appraisal at Committee for Region Community Empowerment at Central Sulawesi. The Mission, aims and programs in Committee for Region Community Empowerment at Central Sulawesi have already appropriate with the community nessecities. But there is still one obstacle, the program need longer time, so that bring out the community complaints. It is not as easy as it thought, to realize all the community nessecities, because we have to pass through some processes and stages that conform to the government regulations.Some factors influencing organizational performance of the Committee for Region Community Empowerment at Central Sulawesi, involved organizational structure not indicating the organizational principle with scarce-structure, but abundant functions. The quality of human resources factor already support, but the mastery of software and empowerment skill had not been optimized. Necessities of human resources improvement through education and training that appropriate to their own task, in order to extend the best service to the community as they need, and organizational culture were still adhere paternalistic between superior and staffs, which are staffs can not perform their best creativity because of the dominant authority were only taken by the superior, so it did not extend discretion to staffs or between the government agencies with community, which is community is always be the easy prey of all the problems, and also the double standard utilizing in the government agencies value system and behavior norm still occurred in the Committee for Region Community Empowerment at Central Sulawesi, which there are government agencies that more emphasize to their own interest than to serve community.
Kata Kunci : Kinerja Organisasi,Struktur Organisasi,BPMD