Laporkan Masalah

Analisis Pengaruh Fluktuasi Harga Komoditas Energi (Minyak, Batu Bara dan Gas) terhadap Investasi dan Pertumbuhan Ekonomi – Studi Komparatif 5 Negara ASEAN (1986 – 2024)

Ardhia Iqbal Nurfarizki, Laksmi Yustika Devi, S.P., M.Si., Ph.D.

2026 | Tugas Akhir | D4 PEMBANGUNAN EKONOMI KEWILAYAHAN

Penelitian ini menganalisis hubungan fluktuasi harga komoditas energi global, yaitu minyak mentah, batu bara, dan gas alam, dengan investasi asing langsung (foreign direct investment/FDI) dan pertumbuhan ekonomi di Indonesia, Malaysia, Filipina, Singapura, dan Thailand selama periode 1986–2024. Periode ini dipilih untuk menangkap dinamika jangka panjang yang mencakup beberapa siklus harga energi global, perubahan struktur ekonomi kawasan, serta perkembangan transisi menuju sistem energi yang lebih berkelanjutan. Kajian ini relevan dengan pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 7 mengenai energi yang terjangkau dan berkelanjutan serta SDG 8 terkait pertumbuhan ekonomi yang inklusif. Berdasarkan hasil uji dependensi lintas-seksi, penelitian ini menerapkan pendekatan Autoregressive Distributed Lag (ARDL) Bounds Testing secara terpisah pada masing-masing negara dengan penyesuaian nilai kritis untuk sampel kecil. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hubungan jangka panjang antara harga energi global, FDI, dan pertumbuhan ekonomi bersifat heterogen di kawasan ASEAN-5. Dari 30 model yang diestimasi, 13 model menunjukkan indikasi kointegrasi yang signifikan secara statistik. Secara umum, pengaruh harga energi terhadap FDI dan pertumbuhan ekonomi tidak ditemukan secara konsisten pada seluruh negara dan jenis komoditas yang dianalisis. Namun, beberapa pola antarnegara tetap teridentifikasi. Indonesia dan Malaysia memperlihatkan karakteristik yang berkaitan dengan perannya sebagai produsen energi, sedangkan Filipina dan Thailand menunjukkan indikasi sensitivitas yang lebih tinggi terhadap inflasi dan nilai tukar. Di Singapura, pengaruh positif harga minyak terhadap FDI teridentifikasi pada salah satu model dan diduga berkaitan dengan perannya sebagai pusat perdagangan dan jasa energi regional. Nilai error correctionterm yang negatif dan signifikan menunjukkan adanya mekanisme penyesuaian menuju keseimbangan jangka panjang.

This study examines the relationship between fluctuations in global energy commodity prices, namely crude oil, coal, and natural gas, and foreign direct investment (FDI) as well as economic growth in Indonesia, Malaysia, the Philippines, Singapore, and Thailand during the period 1986–2024. This period was selected to capture long-term dynamics encompassing several global energy price cycles, structural changes within the region, and the ongoing transition toward a more sustainable energy system. The study is relevant to the achievement of the Sustainable Development Goals (SDGs), particularly SDG 7 on affordable and sustainable energy and SDG 8 on inclusive economic growth. Based on the results of the cross-sectional dependence test, this study employs the Autoregressive Distributed Lag (ARDL) Bounds Testing approach separately for each country with small-sample critical value adjustments. The findings indicate that the long-run relationship between global energy prices, FDI, and economic growth is heterogeneous across the ASEAN-5 countries. Out of 30 estimated models, 13 exhibit statistically significant evidence of cointegration. In general, the effects of energy prices on FDI and economic growth are not consistently observed across all countries and energy commodities analyzed. Nevertheless, several cross-country patterns emerge. Indonesia and Malaysia display characteristics associated with their roles as energy-producing economies, while the Philippines and Thailand show indications of greater sensitivity to inflation and exchange rate movements. In Singapore, a positive relationship between oil prices and FDI is identified in one model and is presumed to be associated with its role as a regional hub for energy trade and services. Negative and significant error correction terms indicate the existence of adjustment mechanisms toward long-run equilibrium.

Kata Kunci : ARDL Bounds Testing, ASEAN-5, FDI, Ketahanan Energi, Pertumbuhan Ekonomi Berkelanjutan

  1. D4-2026-499260-abstract.pdf  
  2. D4-2026-499260-bibliography.pdf  
  3. D4-2026-499260-tableofcontent.pdf  
  4. D4-2026-499260-title.pdf