Laporkan Masalah

Penerapan Higiene Pemerahan terhadap Total Plate Count dan Cemaran Mikrobiologis Susu di Produksi Pangan Akademi Militer Magelang

Ridho Abel Saputra, drh. M. Th. Khrisdiana Putri, M.P., PhD

2026 | Skripsi | KEDOKTERAN HEWAN

Higiene pemerahan merupakan salah satu faktor penting yang memengaruhi kualitas mikrobiologis susu sapi segar. Penelitian ini dilakukan untuk mengevaluasi penerapan higiene pemerahan serta hubungannya terhadap kualitas mikrobiologis susu di Produksi Pangan (Propang) Akademi Militer Magelang. Parameter yang diamati meliputi nilai Total Plate Count (TPC), kejadian mastitis, dan keberadaan bakteri Salmonella spp. pada susu sapi segar. Sampel penelitian berupa susu sapi PFH yang berasal dari 24 ekor sapi perah di kandang KANSA A dan KANSA B Propang Akademi Militer Magelang. Penelitian dilakukan menggunakan metode uji TPC, uji mastitis dengan reagen IPB-1, isolasi dan identifikasi Salmonella spp. secara kultur menggunakan media BPW, RVS, dan XLD, dilanjutkan dengan pewarnaan Gram dan identifikasi molekuler menggunakan metode PCR target gen invA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masih ditemukan praktik higiene pemerahan yang belum optimal sehingga berpotensi meningkatkan cemaran mikroba pada susu. Uji mastitis menunjukkan adanya mastitis subklinis pada sampel S-13 ambing D dengan hasil (+) dan sampel S-19 ambing C dengan hasil (++). Selain itu, ditemukan koloni terduga Salmonella spp. pada sampel S-5(1), S- 5(2), S-6(1), dan S-8(1). Hasil pewarnaan Gram menunjukkan bakteri Gram negatif berbentuk basil, sedangkan hasil PCR memperlihatkan pita DNA berukuran 389 bp yang mengindikasikan keberadaan Salmonella spp. Penelitian ini menunjukkan bahwa higiene pemerahan memiliki hubungan erat dengan kualitas mikrobiologis susu sapi segar. Penerapan sanitasi pemerahan, kebersihan kandang, dan pengendalian mastitis yang lebih baik diperlukan untuk mencegah kontaminasi bakteri patogen serta meningkatkan keamanan pangan di lingkungan Propang Akademi Militer Magelang.

Milking hygiene is one of the important factors affecting the microbiological quality of fresh cow’s milk. This study was conducted to evaluate the implementation of milking hygiene and its relationship with the microbiological quality of milk at the Food Production Unit (Propang) of the Military Academy, Magelang. The observed parameters included Total Plate Count (TPC), mastitis incidence, and the presence of Salmonella spp. in fresh cow’s milk. The samples used in this study were fresh milk collected from 24 Friesian Holstein (FH) dairy cows located in KANSA A and KANSA B barns at Propang AKMIL Magelang. The research methods included Total Plate Count (TPC) analysis, mastitis testing using IPB-1 reagent, isolation and identification of Salmonella spp. using BPW, RVS, and XLD media, followed by Gram staining and molecular identification using Polymerase Chain Reaction (PCR) targeting the invA gene. The results showed that milking hygiene practices were not yet optimal and still had the potential to increase microbial contamination in milk. Mastitis testing revealed subclinical mastitis in sample S-13 quarter D with a (+) result and sample S-19 quarter C with a (++) result. In addition, suspected Salmonella spp. colonies were detected in samples S-5(1), S-5(2), S-6(1), and S-8(1). Gram staining results showed Gram-negative rod-shaped bacteria, while PCR analysis demonstrated a 389 bp DNA band indicating the presence of Salmonella spp. This study indicates that milking hygiene has a close relationship with the microbiological quality of fresh cow’s milk. Improved sanitation during milking, better barn hygiene, and proper mastitis control are necessary to prevent contamination by pathogenic bacteria and to improve food safety at Propang Military Academy Magelang.

Kata Kunci : higiene pemerahan, kualitas mikrobiologis susu, mastitis subklinis, Salmonella spp., Total Plate Count, PCR.

  1. S1-2026-505303-abstract.pdf  
  2. S1-2026-505303-bibliography.pdf  
  3. S1-2026-505303-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2026-505303-title.pdf