Diri yang Terfragmentasi dalam Kritik Neurosains Antonio Damasio Terhadap Konsep Self Substansial Descartes
Alfi Fernandes, Prof. Drs. M. Mukhtasar Syamsuddin, M.Hum., Ph.D of Arts. ; Dr. Abdul Rokhmat Sairah Z, S.Fil., M.Phil.
2026 | Skripsi | ILMU FILSAFAT
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh dominannya konsep diri substansial dalam tradisi Cartesian yang memandang diri sebagai substansi berpikir yang otonom, stabil, dan independen dari tubuh. Pandangan ini menempatkan diri sebagai entitas tunggal yang terpisah dari proses biologis. Sebagai antitesis utama, penelitian ini menggunakan kerangka neurofilsafat Antonio Damasio, yang menekankan keterkaitan erat antara tubuh, otak, emosi, dan kesadaran melalui model diri yang berlapis. Kerangka ini kemudian diperkaya dengan pendekatan predictive processing untuk memutakhirkan dan memperdalam analisis mengenai bagaimana otak secara aktif membangun model diri secara dinamis. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengkaji kembali konsep diri substansial serta merumuskan pemahaman baru mengenai diri melalui kritik Antonio Damasio yang diperkaya dengan perspektif predictive processing.
Penelitian ini menggunakan metode studi pustaka dengan pendekatan filosofis-analitis. Sumber data diperoleh dari literatur klasik dan kontemporer yang membahas konsep diri, baik dalam tradisi filsafat maupun neurosains. Analisis dilakukan dengan mengkaji pemikiran Cartesian sebagai titik awal, kemudian mengembangkan kritik melalui gagasan Antonio Damasio mengenai peran proses biologis, emosi, dan tubuh dalam pembentukan kesadaran sebagai kerangka analisis utama. Kerangka ini selanjutnya diperdalam melalui pendekatan predictive processing, yang memandang otak sebagai sistem prediktif yang secara aktif membangun model diri melalui interaksi antara prediksi dan pengalaman sensoris, sehingga memberikan landasan mekanistis tambahan bagi model diri Damasio.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsep diri tidak dapat lagi dipahami sebagai entitas tunggal yang tetap dan terisolasi. Sebaliknya, diri muncul sebagai konstruksi yang bersifat dinamis, terdistribusi, dan bergantung pada integrasi berbagai proses neural, afektif, dan sensorimotor yang berlangsung secara kontinu. Diri tidak hadir sebagai substansi yang utuh, melainkan sebagai proses yang senantiasa terbentuk dan diperbarui melalui aktivitas biologis otak dan tubuh. Dengan demikian, konsep diri lebih tepat dipahami sebagai proses biologis yang terfragmentasi, yang membuka kemungkinan baru dalam memahami identitas manusia sebagai fenomena yang selalu berada dalam pembentukan ulang yang berkelanjutan.
This study is motivated by the dominance of the substantial self in the Cartesian tradition, which conceives the self as an autonomous and stable thinking substance independent of the body. Such a view positions the self as a singular entity detached from biological processes. As its primary antithesis, this study employs Antonio Damasio's neurophilosophical framework, which emphasizes the close relationship between the body, brain, emotion, and consciousness through a layered model of the self. This framework is further enriched by the predictive processing approach to update and deepen the analysis of how the brain actively constructs a dynamic model of the self. Therefore, this study aims to re-examine the concept of the substantial self and to formulate a new understanding of the self through Antonio Damasio's critique, enriched by the predictive processing perspective.
This research employs a literature review method with a philosophical-analytical approach. Data sources are derived from classical and contemporary works discussing the concept of the self in both philosophy and neuroscience. The analysis begins with Cartesian thought as the point of departure, followed by a critical development through Antonio Damasio's account of the role of biological processes, emotion, and the body in the constitution of consciousness as the primary analytical framework. This framework is subsequently deepened through the predictive processing approach, which views the brain as a predictive system that actively constructs a model of the self through the interaction between predictions and sensory experiences, thereby providing additional mechanistic grounding for Damasio's model of the self.
The findings indicate that the self can no longer be understood as a singular, fixed, and isolated entity. Instead, the self emerges as a dynamic and distributed construct dependent on the integration of neural, affective, and sensorimotor processes occurring continuously. The self does not appear as a unified substance but as a process that is constantly formed and updated through the biological activities of the brain and body. Thus, the self is more appropriately understood as a fragmented biological process, opening new possibilities for interpreting human identity as a phenomenon continuously undergoing reconstruction.
Kata Kunci : diri terfragmentasi, neurosains, Antonio Damasio, Descartes