Organizational Cognition of CSR Activities of MNE Subsidiaries in Indonesia: A Sensemaking Theory Research
Rafa Naufal Abidin, Yu Mu, MSc.
2026 | Skripsi | MANAJEMEN
CSR (Corporate Social Responsibility) merupakan sebuah topik yang mengalami perkembangan pesat di ranah dunia bisnis maupun akademik. Salah satu dari perkembangan riset CSR meliputi kompleksitas CSR dan bagaimana faktor-faktor kompleksitas ini mempengaruhi bagaimana CSR diimplementasikan dan dipersepsikan. Dalam riset, faktor ini biasa ada dalam bentuk faktor-faktor eksternal dari lingkungan bisnis seperti struktur institusi formal dan informal lokal. Namun, riset juga menunjukkan bahwa kognisi dan persepsi individu, berserta dengan faktor-faktor internal sebuah bisnis seperti budaya organisasi juga memiliki dampak terhadap implementasi dan decision making CSR. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif yang menggunakan format semi-structured interview. Riset melibatkan lima manajer dan satu karyawan dari lima subsidiary perusahaan multinasional di Indonesia. Riset menggunakan metode data analisis Gioia dan menggunakan CSR Sensemaking Framework Basu dan Palazzo sebagai basis-basis pertanyaan wawancara untuk mengetahui bagaimana struktur institusi lokal dan faktor-faktor internal bisnis mempengaruhi persepsi dan decision-making mereka terhadap CSR. Hasil penelitian menunjukan bahwa institusi informal memiliki efek yang kuat dalam mempengaruhi persepsi dan decision-making manajer terhadap CSR yang dimotivasikan untuk membuat sebuah lingkungan yang kondusif untuk penerapan program CSR dan operasional bisnis. Sedangkan, institusi formal memiliki efek yang lemah dalam mempengaruhi persepsi karena manajer lebih memilih kepatuhan kepada visi, misi, dan filosofi internal bisnis terhadap CSR.
CSR Management is an in-depth and complex topic that is affected by factors external and internal to an organization. Given its intricacies, researchers have shown interest in discovering the internal nuances of CSR, with analyses that dives into the cognition and decision making of an organization. In this article, by conducting semi-standardized expert interviews on CSR Managers and secondary data, I analyzed the institutional influences to different organizations CSR’s cognition process. This is done from the Sensemaking perspective of subsidiaries in Indonesia. My findings indicate that formal institutions have weak influence over the cognitive processes of organizations, where the internal vision, mission, and CSR philosophy of an organization have more influence and formal institutions act more as guidelines and boundaries to MNE CSR activities. Meanwhile, informal institutions have a strong influence on how they shape cognitive CSR sensemaking through the direct impact of the local community’s engagement with the organization which is motivated by creating a conducive operational environment for manufacture and exploitation. My research contributes to literature by explaining the nuances behind institution and sensemaking, which leads to a more in depth understanding of CSR perception, decision making, and the managers involved.
Kata Kunci : CSR, Sensemaking, Managers, Formal Institutions, informal institutions, institutional theory, MNE, subsidaries