Laporkan Masalah

Representasi Perempuan Dan Perlawanan Terhadap Sistem Patriarki Zaman Taisho Dalam Novel Kinokawa Karya Ariyoshi Sawako: Kajian Feminisme Julia Kristeva Dalam Kerangka Sosiologi Sastra

Agnes Adendra Nala Nirwasita Maheswari, Wiastiningsih, S.S., M.A., Ph.D.

2026 | Skripsi | SASTRA JEPANG

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui representasi peran perempuan dan bentuk perlawanan terhadap sistem patriarki di Jepang pada zaman Taisho melalui tokoh Matani Fumio dalam novel Kinokawa karya Ariyoshi Sawako. Latar sosial Jepang yang masih didominasi oleh sistem keluarga patriarki menempatkan perempuan dalam peran domestik yang kaku. Namun, modernisasi, pendidikan, dan perubahan struktur sosial pada masa transisi dari zaman Meiji ke Taisho memunculkan kesadaran baru di kalangan perempuan.


Penelitian ini menggunakan teori struktur fiksi Robert Stanton untuk mengkaji tema dan fakta cerita, pendekatan sosiologi sastra untuk memahami hubungan antara representasi perempuan dalam novel dan kondisi sosial masyarakat Jepang pada zaman Taisho, serta teori feminisme kultural Julia Kristeva, khususnya konsep non-fixed identity dan symbolic-semiotic, untuk menganalisis representasi perempuan dan dinamika pembentukan identitasnya. Metode yang digunakan adalah metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif-analitis.


Hasil penelitian menunjukkan bahwa tema utama novel adalah konflik antara tradisi dan modernitas yang dialami perempuan dalam lingkup keluarga patriarki. Fakta cerita memperlihatkan dinamika tersebut melalui relasi antargenerasi perempuan dalam keluarga Matani, terutama melalui pilihan hidup Matani Fumio terkait pendidikan dan pernikahan. Tokoh Matani Fumio menjadi representasi perempuan modern yang menolak pernikahan yang ditentukan keluarga, mempertanyakan peran domestik tradisional, serta melakukan negosiasi identitas di tengah tekanan budaya patriarki. Simpulan penelitian ini menunjukkan bahwa tokoh Matani Fumio merefleksikan perubahan kesadaran perempuan Jepang pada zaman Taisho serta menegaskan bahwa identitas perempuan bersifat dinamis dan terus berada dalam proses pembentukan.  

This study examines the representation of women and resistance to the patriarchal system in Taish?-era Japan through the character of Matani Fumio in Ariyoshi Sawako's Kinokawa. During this period, Japanese society was dominated by a patriarchal family system that confined women to domestic roles. However, modernization, expanded educational opportunities, and social transformation during the transition from the Meiji to Taish? period contributed to the emergence of a new female consciousness. 

This study employs Robert Stanton's theory of fictional structure to examine the theme and factual elements of the story, the sociology of literature approach to explore the relationship between the representation of women in the novel and the socio-historical conditions of Taish?-era Japan, and Julia Kristeva's cultural feminist theory, particularly the concepts of non-fixed identity and the symbolic-semiotic, to analyze the representation of women and the dynamics of female identity formation. The study adopts a qualitative method with a descriptive-analytical approach.

The findings reveal that the novel's central theme is the conflict between tradition and modernity experienced by women within a patriarchal family structure. The narrative illustrates this conflict through the intergenerational relationships in the Matani family, particularly Fumio's choices regarding education and marriage. Fumio represents a modern woman who challenges arranged marriage, questions traditional gender roles, and negotiates her identity within patriarchal constraints. The study concludes that female identity in the Taish? period is dynamic and continuously shaped through self-awareness and social interaction.

Kata Kunci : peran perempuan, patriarki, zaman Taisho, Kinokawa, feminisme kultural

  1. S1-2026-494788-abstract.pdf  
  2. S1-2026-494788-bibliography.pdf  
  3. S1-2026-494788-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2026-494788-title.pdf