Penilaian Kualitas Visual Lanskap Tlogo Muncar, Taman Nasional Gunung Merapi dengan Menggunakan Metode Scenic Beauty Estimation yang Dimodifikasi
Adelia Miftah Fitriawida, Ir. Retno Nur Utami, M.P.
2026 | Skripsi | KEHUTANAN
Objek Wisata Alam (OWA) Tlogo Muncar di Taman Nasional Gunung Merapi (TNGM) mengalami penurunan jumlah kunjungan pada beberapa tahun terakhir, berbeda arah dengan tren peningkatan kunjungan di hampir seluruh OWA lain di TNGM. Kondisi ini memunculkan dugaan bahwa kualitas visual lanskap turut berkontribusi terhadap turunnya minat kunjungan, sementara penelitian mengenai hal tersebut belum pernah dilakukan di Tlogo Muncar. Penelitian ini bertujuan untuk mengestimasi dan menganalisis nilai dan kategori kualitas visual lanskap di Tlogo Muncar, Taman Nasional Gunung Merapi dengan menggunakan Metode Scenic Beauty Estimation (SBE) yang dimodifikasi, sebagai upaya mengisi celah data empiris preferensi estetika lanskap guna mendukung pengembangan pariwisata berkelanjutan.
Penilaian dilakukan pada 22 titik lanskap (vantage point) yang ditentukan melalui systematic random sampling. Kualitas visual dinilai oleh 65 mahasiswa aktif Fakultas Kehutanan UGM berdasarkan enam kriteria BLM yang lolos uji validitas dan reliabilitas, yaitu vegetasi, air, warna, pemandangan sekitar, kelangkaan, dan modifikasi budaya, dengan rentang skor -4 hingga 5. Data diolah menggunakan rumus SBE dari Daniel dan Boster (1976) dan dikelompokkan ke dalam tiga kategori kualitas visual, yaitu rendah, sedang, dan tinggi.
Hasil penelitian menunjukkan nilai rerata SBE Tlogo Muncar sebesar 7,63 yang tergolong kategori sedang, dengan nilai tertinggi pada Lanskap 8 (87,27) dan terendah pada Lanskap 22 (-51,93). Keberadaan air terjun terbukti menjadi elemen dominan yang meningkatkan nilai SBE secara signifikan, sedangkan lanskap yang didominasi elemen buatan manusia yang kurang tertata cenderung memiliki nilai SBE rendah. Temuan ini merekomendasikan prioritas konservasi pada titik bernilai SBE tinggi serta perbaikan elemen alami dan interpretasi wisata pada titik bernilai rendah sebagai dasar pengelolaan ekowisata Tlogo Muncar yang berkelanjutan.
The Tlogo Muncar Nature Tourism Object (OWA) in Mount Merapi National Park (TNGM) has experienced a decline in visitor numbers over the past few years, contrasting with the increasing visitation trend observed in nearly all other nature tourism objects within TNGM. This condition raises the possibility that visual landscape quality contributes to the declining visitor interest, yet no prior research on this topic has been conducted at Tlogo Muncar. This study aims to estimate and analyze the value and category of visual landscape quality at Tlogo Muncar, Mount Merapi National Park, using a modified Scenic Beauty Estimation (SBE) method, as an effort to fill the empirical data gap on landscape aesthetic preference in support of sustainable tourism development.
The assessment was conducted at 22 landscape points (vantage points) determined through systematic random sampling. Visual quality was assessed by 65 active students of the Faculty of Forestry, Universitas Gadjah Mada, based on six BLM criteria that passed validity and reliability tests, namely vegetation, water, color, surrounding scenery, rarity, and cultural modification, with scores ranging from -4 to 5. Data were processed using the SBE formula from Daniel and Boster (1976) and grouped into three visual quality categories: low, moderate, and high.
The results show that the average SBE value of Tlogo Muncar is 7.63, categorized as moderate, with the highest value found at landscape point 8 (87.27) and the lowest at landscape point 22 (-51.93). The presence of a waterfall was proven to be the dominant element significantly increasing SBE values, whereas landscapes dominated by poorly arranged man-made elements tended to have low SBE values. These findings recommend prioritizing conservation at high-SBE points and improving natural elements and tourism interpretation at low-SBE points as a basis for the sustainable ecotourism management of Tlogo Muncar.
Kata Kunci : ekowisata, elemen lanskap, konservasi, daya tarik wisata ; ecotourism, landscape elements, conservation, tourism attraction