Analisis alternatif kebijakan dalam peningkatan kualitas calon guru di provinsi Nanggroe Aceh Darussalam
HIDAYAH, Nurul, Dr. Erwan Agus Purwanto
2005 | Tesis | Magister Administrasi PublikPendidikan merupakan isue penting dalam agenda pembangunan disetiap negara, karena pendidikan merupakan suatu proses dan usaha sadar menuju kearah perubahan yang lebih baik. Guru sebagai aktor dibidang pendidikan memiliki peran yang amat berpengaruh dalam upaya pembentukan sumberdaya manusia. Oleh karena itu, seorang guru harus berkualitas dan memiliki standar kompetensi dan professional seperti; kemampuan professional, upaya professional, waktu yang dicurahkan untuk pekerjaannya sebagai guru dan kesesuaian antara keahlian dengan pekerjaannya. Di Nanggroe Aceh Darussalam, kenyataan menunjukkan bahwa lebih dari lima puluh persen guru dinyatakan tidak layak mengajar dan dari kondisi ini belum ada kebijakan pemerintah daerah yang menyentuh akar permasalahan sekitar rendahnya kualitas guru di Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam. Tujuan penelitian ini adalah untuk mencari alternatif kebijakan dalam peningkatan kualitas guru. Untuk meningkatkan kualitas guru di Nanggroe Aceh Darussalam diperlukan beberapa alternatif kebijakan yang didasarkan atas permasalahan yang ada. Sehingga pada analisis kebijakan dalam penelitian ini digunakan suatu prosedur analisis kebijakan untuk merumuskan masalah-masalah kebijakan, meramalkan kebijakan dimasa depan, mengevaluasi dan merekomendasikan alternatif kebijakan yang paling efektif. Penelitian ini menggabungkan metode deskriptif kualitatif dan kuantitatif dengan merujuk pada beberapa pendekatan yang didasarkan pada prinsip-prinsip teoritis yang berbeda. Adapun analisa datanya bersifat non kuantitatif yang bertujuan untuk mengeksplorasi tentang essensi peningkatan kualitas guru ditinjau dari aspek kelembagaan LPTK. Lokasi penelitian di Banda Aceh sebagai ibukota provinsi dengan fokus penelitian untuk melihat sejauh mana kebijakan yang telah diambil Pemerintah Daerah dalam mengatasi permasalahan sekitar rendahnya kualitas guru di Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam. Masalah-masalah yang teridentifikasi sebagai penyebab rendahnya kualitas guru di Nanggroe Aceh Darussalam adalah:(1).Rendahnya mutu kompetensi akademik dan profesionalisme mahasiswa/lulusan, (2).Minimnya prasarana dan sarana penunjang perkuliahan, (3) Rendahnya kemampuan dan kinerja staf akademik dan (4).Belum terprogramnya otonomi pengelolaan dalam pengembangan LPTK. Dari rumusan permasalahan tersebut ditemukan empat alternatif kebijakan dalam upaya peningkatan kualitas guru di Nanggroe Aceh Darussalam yaitu;(1).Alternatif kebijakan Peningkatan Mutu Kompetensi Akademik dan Profesionalisme Mahasiswa/lulusan, (2).Alternatif Kebijakan Peningkatan Prasarana dan Sarana Penunjang Perkuliahan, (3).Alternatif Kebijakan Peningkatan Kemampuan dan Kinerja Staf Akademik dan (4).Alternatif Kebijakan Pengembangan Kelembagaan LPTK sebagai Lembaga Semi Kedinasan. Setelah dilakukan penilaian berdasarkan dampak positif dan konsekuensi serta kriteria yang ditetapkan, diperoleh suatu kebijakan yang direkomendasikan untuk meningkatkan kualitas guru di provinsi Nanggroe Aceh Darussalam yaitu Kebijakan Pengembagan Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) sebagai Lembaga Semi Kedinasan yang ditentukan berdasarkan skala prioritas dalam perangkingan, mengingat alternatif kebijakan yang ditetapkan bersifat saling melengkapi
Education is an important issue in developing agenda in almost every country in the world, because education is a process and awarness attempt toward better changes. In this case, teacher has very important role to create potential human resources.Because of that, a teacher should be qualified, own a competent standart as well as professionality; professional capability, professional effort, teacher’s time and the accordance between the skill and the job. Infact in Nanggroe Aceh Darussalam, it is found that more than fivty persen teachers were claimed not inqualified. Meanwhile, there has not been a single policy that could solve this main problem for this condition. This study aims to seek alternative policies to improve qualified teachers. For this reason the alternative could be based on the problem existed.This study used policy analisis procedure to form policy problems, to forcast the policy in the future, to evaluate and to recommend the most effective alternative policy. This study uses descriptive mix qualitative and quatitative method with the reference on some approaches based on different principle theories. On the other hand, non qualitative data aimed to explore teachers improvement is studied institutialy in this case government institution, LPTK Banda Aceh, the provincial capital is chosen as a research location to see how far the local government policy could overcome the problem of low quality teachers in that province. The problems identified as caused of bad quality teachers in Nanggroe Aceh Darussalam are (1). The low academic competence and profesionalism of graduate students, (2). The limited number of supported facilities during study prosess, (3). The low performance of academic staff and (4). The poor system in programming and developing LPTK (Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan). According to these problems, there have been found four our alternative policies to improve potential teachers in Nanggroe Aceh Darussalam.Namely; (1). Alternative Policy to improve competance, academic and profesionalism, (2). Alternative Policy to improve means of supported facility during study prosess, (3). Alternative policy to improve the ability and performance of academic staff, and (4). Alternatif Policy to develope LPTK as a government institution. After some evaluations based on positif impact, consequancies and certain criteria, it is found one policy to be recommended to improve qualified teachers in Nanggroe Aceh Darussalam; that is the policy on development of LPTK as a semi official institution based on priority scale. This priority is ranked because the alternative policy is considered as complementary policy.
Kata Kunci : Kebijakan Publik,Profesionalisme Guru