Laporkan Masalah

Resistansi dan Negosiasi Istilah Budaya Religi Pada Novel Maryam dan Terjemahannya The Outcast Dalam Bahasa Inggris

RESKI RAMADHANI. S, Prof. Dr. Drs. Sajarwa, M.Hum.

2026 | Tesis | S2 Linguistik

Penerjemahan istilah budaya religi mengandung nilai budaya, keyakinan, dan praktik sosial yang tidak selalu memiliki padanan yang setara dalam bahasa sasaran. Penelitian ini mengidentifikasi jenis dan pola resistansi serta negosiasi, faktor-faktor yang memengaruhi kemunculannya, dan implikasi resistansi dan negosiasi dalam penerjemahan istilah budaya religi pada novel Maryam (2012) dan terjemahannya The Outcast (2014) dalam bahasa Inggris. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan data berupa klausa dan kalimat yang mengandung istilah budaya religi. Data diklasifikasikan berdasarkan kategori istilah budaya religi AlGhamdi (2016), dianalisis menggunakan konsep resistansi Venuti (1995, 2008) dan konsep negosiasi Eco (2003). Dalam temuan ini ditemukan bahwa resistansi didominasi oleh kategori kelompok keagamaan, sedangkan negosiasi pada kategori aktivitas keagamaan khusus. Penerjemahan istilah budaya religi membentuk empat pola, yaitu pemertahanan bentuk dan makna, perubahan bentuk dengan pemertahanan makna, penyesuaian bentuk dan makna, serta reduksi istilah budaya religi. Kemunculan resistansi dan negosiasi dipengaruhi oleh karakteristik istilah budaya religi, perbedaan budaya bahasa sumber dan bahasa sasaran, pemahaman pembaca sasaran, serta upaya mempertahankan identitas budaya religi teks sumber. Resistansi dan negosiasi tersebut berimplikasi pada pemertahanan identitas budaya religi, transfer budaya, serta kesepadanan dan ketidaksepadanan makna dalam teks terjemahan.

The translation of religious cultural terms involves cultural values, beliefs, and social practices that do not always have equivalent expressions in the target language. This study identifies the types and patterns of resistance and negotiation, the factors influencing their occurrence, and the implications of resistance and negotiation in the translation of religious cultural terms in the novel Maryam (2012) and its English translation, The Outcast (2014). This study employs a descriptive qualitative method, with clauses and sentences containing religious cultural terms serving as the data. The data were classified according to AlGhamdi’s (2016) categories of religious cultural terms and analyzed using Venuti’s (1995, 2008) concept of resistance and Eco’s (2003) concept of negotiation. The findings reveal that resistance is predominantly associated with the category of religious groups, whereas negotiation is primarily found in the category of specialized religious activities. The translation of religious cultural terms exhibits four major patterns: preserving both form and meaning, modifying the form while preserving the meaning, adapting both form and meaning, and reducing religious cultural terms. The occurrence of resistance and negotiation is influenced by the characteristics of religious cultural terms, cultural differences between the source and target languages, the target readers’ understanding, and the effort to preserve the religious cultural identity of the source text. These strategies have implications for the preservation of religious cultural identity, cultural transfer, and both semantic equivalence and non-equivalence in the translated text.

Kata Kunci : resistansi, negosiasi, istilah budaya religi, penerjemahan, Maryam, The Outcast.

  1. S2-2026-543817-abstract.pdf  
  2. S2-2026-543817-bibliography.pdf  
  3. S2-2026-543817-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2026-543817-title.pdf