Pengarusutamaan Gender dalam Perencanaan Pembangunan di Kabupaten Lombok Tengah
FAJRIANI, Lale Anys, Dr. Muhadjir Darwin
2005 | Tesis | Magister Administrasi PublikPenelitian ini dilatarbelakangi oleh keprihatinan penulis terhadap kondisi kaum hawa di Lombok Tengah yang kualitas hidupnya masih sangat rendah meskipun telah ada Instruksi Presiden No. 9 Tahun 2000 tentang Pengarusutamaan Gender dalam Pembangunan yang sebenarnya sudah sangat berpihak pada perempuan. Dua pertanyaan penting yang ingin dicari jawabannya dalam penelitian ini adalah : (1) Bagaimanakah pengarusutamaan gender dalam perencanaan pembangunan di Kabupaten Lombok Tengah?, dan (2) Faktor-faktor apa yang mempengaruhi pengarusutamaan gender dalam perencanaan pembangunan di Kabupaten Lombok Tengah?. Metode penelitian yang penulis gunakan adalah metode kualitatif dengan memanfaatkan data sekunder berupa dokumen perencanaan selama tahun 2003 – 2005 dan data primer yang bersumber dari beberapa orang responden yang terkait erat dengan penelitian ini. Untuk mengetahui pengarusutamaan gender dalam perencanaan pembangunan di Kabupaten Lombok Tengah akan melihatnya dari kebijakan dasar perencanaan, program kegiatan yang direncanakan dan alokasi anggaran untuk pengarusutamaan gender serta berjalannya mekanisme perencanaan yang responsif gender. Kebijakan yang tertuang dalam Renstra dan AKU menunjukkan adanya kebijakan yang cukup berpihak pada peningkatan kualitas hidup perempuan namun hal tersebut belum diikuti dengan munculnya program dan kegiatan yang mendukung kebijakan tersebut dalam dokumen perencanaan. Begitupun dana yang dialokasikan dari berbagai sumber belum mencukupi untuk dapat meningkatkan kualitas hidup perempuan. Disamping itu mekanisme perencanaan yang responsif gender juga belum dapat dilaksanakan. Hasil tersebut menunjukkan bahwa perencanaan pembangunan yang dilakukan selama ini belum sepenuhnya berpihak pada terwujudnya kesetaraan gender melalui peningkatan kualitas hidup perempuan, baik dalam bidang pendidikan, kesehatan maupun ekonomi. Dengan kata lain dalam perencanaan pembangunan di Kabupaten Lombok Tengah belum dilaksanakan pengarusutamaan gender seperti yang diharapkan. Hal tersebut dipengaruhi oleh faktor : (1) Komitmen pimpinan; (2) Pemahaman perencana; (3) Budaya lokal dan (4) Data dan informasi.
This research have background of the author’s concern to the female condition in Central Lombok which their own live quality is still in very low level although there is the 2000 President Instruction No. 9 about Gender Mainstreaming in Development that really have sides with female. Two important question that need to answer in this research is: 1) How the gender mainstreaming in development planning in Central Lombok Regency?, and 2) what the factors that influencing to the gender mainstreaming in development planning in Central Lombok Regency? The research methods that author used is qualitative method with used secondary data form of planning document along 2003 to 2005 and primary data that sourced from some respondent that have close related to this research. To knowing PUG implementation in development planning in Central Lombok Regency, the authors measuring that one from three indicators, that is: 1) output indicator; 2) effect indicator, and; 3) impact indicator. The planning form of the policy like Renstra and AKU, showed the existence of the policy that sides with increasing of female’s life quality, but that’s not be followed yet by program and action that support the policy in planning document. Also the fund that allocated from some source not adequate yet to increasing female’s life quality. Others of that, the mechanism of the planning which gender responsive can not be implemented yet too. The result that be achieved from the measurement of those three indicators showed that the development planning that be performed was not full yet sides with the increasing of female’s life quality, both in education sector, health and economic sector. In other words in development planning in Central Lombok Regency, it was not be performed yet the gender mainstreaming as be desired. Based on the research result it was be found that the factors that influencing the result that be achieved is: 1) the commitment of the leader; 2) the planner understanding; 3) local culture and 4) data and information.
Kata Kunci : Perencanaan Pembangunan,Kebijakan,Pengarusutamaan Gender, gender mainstreaming, development planning