Laporkan Masalah

Implementasi kegiatan ekowisata Pantai Pedan berbasis partisipasi masyarakat (EPP-BPM)

SABA, Paulus Sinakai, Dr. Nasikun

2005 | Tesis | Magister Administrasi Publik

Kegiatan Ekowisata Pantai Pedan di Desa Petuntawa, Kecamatan Ile Ape merupakan kegiatan kepariwisataan yang berbasis masyarakat yang pertama di Kabupaten Lembata. Dalam kegiatan EPP-BML masyarakat diikutsertakan mulai perencanaan sampai implementasinya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kesesuaian rencana dengan implementasi kegiatan yakni penataan kelembagaan, aksi lapangan, pengelolaan, monitoring dan evaluasi; serta untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi keberhasilan implementasi kegiatan EPP-BML. Untuk menjawab kedua tujuan penelitian tersebut, digunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus intrinsik. Data penelitian dikumpulkan dengan metode wawancara mendalam, observasi dan dokumentasi. Data tersebut dianalisis secara kualitatif yang terdiri dari reduksi data, display data kemudian penggambilan kesimpulan. EPP-BML merupakan suatu kegiatan yang ditetapkan dengan Keputusan Kepala Desa Petuntawa yang berisi rencana impelementasi. Implementasi tersebut dilaksanakan sendiri oleh masyarakat yang dikoordinir oleh Organisasi Pengelola EPP-BML yang bertanggung jawab atas aksi lapangan, pengelolaan, serta monitoring dan evaluasi. Keberhasilan implementasi kegiatan ini dipengaruhi oleh faktor komunikasi, sumber daya dan budaya. Hasil penelitian memperlihatkan semua sub-subkegiatan berhasil dilaksanakan dengan tingkat keberlanjutan, kategori serta tangga partisipasi yang berbeda. Sub-sub kegiatan yang tidak dilaksanakan adalah menetapkan tugas pokok dan fungsi dan mekanisme pelaporan OP EPP-BPM. Sub kegiatan yang dilaksanakan tetapi hanya sebentar saja, kemudian dilanjudkan lagi setelah evaluasi adalah membangun Niduk; menjaga keamanan dan kebersihan; monitoring dan evaluasi berdasarkan kesan lisan dan buku kesan. Sub kegiatan yang tidak lagi dilaksanakan walaupun telah dievaluasi adalah menganyam tikar; melakukan promosi EPP dan menyewakan tikar. Di lain pihak komunikasi telah memberikan efek yang baik yakni meningkatnya kesadaran masyarakat untuk melestarikan lingkungan dan ikut serta dalam implementasi kegiatan. Demikian pula sumber daya, berupa pendampingan YS3L dan dana, serta budaya telah menunjang keberhasilan implementasi kegiatan EPP-BML. Sesuai dengan hasil penelitian tersebut, maka rekomendasi yang dapat disampaikan adalah: pemisahan personil OP EPP-BPM dari aparatur Pemerintah Desa, menetapkan uraian tugas pokok dan fungsi secara tertulis untuk menghindari konflik internal; memperbanyak atraksi wisata mengingat semakin banyak persaingan; melakukan survei wisatawan guna memperbanyak promosi untuk menarik wisatawan dari kecamatan lain dan meningkatkan citra EPP-BML

In the Village of Petuntawa, the Subdistrict of Ile Ape, the EPP activity is a the first community based tourism activity in Lembata Regent. Local community is involved on the EPP activity, from planning to implementation. There are two objectives of the research are, firstly, to find out the suitability between plan and implementation: organizational structuring, field action, management, monitoring and evaluation. Secondly, to find out the factor driving the success of EPP-BML. To answer the both of research’s aims, it is used qualitative research method by intrinsic case study approach. The research data are collected by using of in depth interview, observation and documentation methods. All of the data are analyzed qualitatively, consist of data reduction, display and conclusion. The EPP-BML is a decided activity by Decision of the Petuntawa Village Head which contains implementation plan. It is implemented by local community, which is coordinated by EPP-BML management. EPP-BML is responsible for field action, management, monitoring and evaluation. The success of EPP-BML is influenced by communication, resource and culture factors. The result shows all of sub activities are implemented successfully with different sustainability, category and participation ladder. Sub activities which are not implemented are decision for main tasks and reporting mechanism of the management. Thus, sub activities which are implemented but for a while, and continued after monitoring evaluating are Niduk making; safe and clean keeping; based monitoring and evaluation on oral and booked impression. Sub activities are not longer implemented although evaluated, are mat plaiting, promotion and mat rental. On the other hand, communication process have given positive effects i.e. which is high awareness to conserve EPP and involved in implementation. So, resources are YS3L’s facilitation and fun; culture have given support for the success of implementation. Based on the research result, some recommendations for the EPP include: separation personnel of management from Petuntawa apparatus, deciding written main task to avoid internal conflicts; adding tourism attraction because of competition; tourism surveying for increasing promotion for tourist’s other subdistrict

Kata Kunci : Pemda TkII,Ekowisata,Implementasi Kegiatan


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.