Laporkan Masalah

Evaluasi Dampak Kerja Sama Operasional pada Manajemen Produksi dan Produktivitas Kelapa Sawit Tahun Tanam 2009 di Kebun Cikasungka PTPN 4 Bogor

Fajar Brillian Muhammad Asfar, Dr. Eka Tarwaca Susila Putra, SP., MP.;Ir. Supriyanta, MP.

2026 | Skripsi | AGRONOMI

Kerja Sama Operasional (KSO) merupakan salah satu strategi pengelolaan perkebunan melalui integrasi sumber daya dan sistem manajemen untuk meningkatkan efektivitas kegiatan operasional serta produktivitas tanaman. Penerapan KSO pada lahan konversi karet menjadi kelapa sawit di Kebun Cikasungka PTPN IV Regional 1 dilakukan sebagai upaya optimalisasi pengelolaan kebun. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji perubahan karakteristik manajemen produksi kelapa sawit Tahun Tanam 2009 sebelum dan sesudah penerapan KSO serta mengevaluasi dampaknya terhadap komponen hasil dan hasil tanaman. Penelitian dilaksanakan di Kebun Cikasungka PTPN IV Regional 1, Jawa Barat. Metode penelitian yang digunakan adalah survei deskriptif komparatif dengan penentuan lokasi secara sengaja (purposive sampling). Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif, uji F (F-test), uji beda rata-rata (t-test), korelasi Pearson, dan regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan KSO menyebabkan perubahan sistem pengelolaan melalui peningkatan efektivitas kegiatan operasional kebun. Setelah penerapan KSO, jumlah input pemupukan NPK dan dolomit mengalami penyesuaian berdasarkan kebutuhan tanaman, tetapi realisasi kegiatan pemeliharaan meningkat. Realisasi pemupukan NPK meningkat dari 82% menjadi 96%, dolomit dari 71% menjadi 87%, serta pengendalian gulma secara kimia dari 70,83% menjadi 91,67%. Hal tersebut menunjukkan bahwa perubahan manajemen setelah KSO lebih berorientasi pada efisiensi penggunaan input dibandingkan peningkatan jumlah input produksi. Perubahan pola manajemen memberikan dampak positif terhadap komponen hasil, ditunjukkan oleh peningkatan jumlah tandan dari 12.649 menjadi 15.494 tandan dan tandan per pohon dari 5,50 menjadi 7,25 tandan/pohon. Hasil analisis menunjukkan bahwa jumlah tandan dan tandan per pohon memiliki hubungan kuat terhadap produksi. Dengan demikian, penerapan KSO mampu meningkatkan efektivitas manajemen produksi dan mendukung peningkatan produktivitas melalui optimalisasi kemampuan tanaman menghasilkan tandan.

Operational Cooperation (Kerja Sama Operasional or KSO) is a plantation management strategy through the integration of resources and management systems to improve operational effectiveness and crop productivity. The implementation of KSO on rubberconverted oil palm plantations at Cikasungka Estate, PTPN IV Regional 1, was carried out as an effort to optimize plantation management. This study aimed to evaluate changes in the production management characteristics of oil palm planted in 2009 before and after KSO implementation and to analyze its impact on yield components and crop yield. The research was conducted at Cikasungka Estate, PTPN IV Regional 1, West Java. The method used was a comparative descriptive survey with purposive sampling. Data were analyzed using descriptive statistics, F-test, mean comparison test (t-test), Pearson correlation analysis, and multiple linear regression. The results showed that KSO implementation changed the production management system by improving the effectiveness of plantation operational activities. After KSO implementation, NPK fertilizer and dolomite inputs were adjusted based on crop requirements, while the realization of maintenance activities increased. The realization of NPK fertilizer application increased from 82% to 96%, dolomite application from 71% to 87%, and chemical weed control from 70.83% to 91.67%. These results indicate that management improvements after KSO were more focused on increasing input-use efficiency rather than increasing the quantity of production inputs. Changes in production management positively affected yield components, as shown by the increase in the number of bunches from 12,649 to 15,494 bunches and bunches per palm from 5.50 to 7.25 bunches/palm. The analysis results indicated that the number of bunches and bunches per palm had a strong relationship with production. Therefore, KSO implementation improved production management effectiveness and supported oil palm productivity improvement by optimizing the ability of individual palms to produce bunches.

Kata Kunci : kso, kelapa sawit, konversi karet, manajemen produksi, produktivitas.

  1. S1-2026-505946-abstract.pdf  
  2. S1-2026-505946-bibliography.pdf  
  3. S1-2026-505946-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2026-505946-title.pdf