EVALUASI PENERAPAN TAX PLANNING DALAM PENGELOLAAN PAJAK PERTAMBAHAN NILAI PADA PT RAJAWALI NUSANTARA INDONESIA (PERSERO)
Erryan Daiokana Marendra, Dr. Faiz Zamzami, S.E., M.Acc., QIA., CMA., CAPM., CAPF.,CRA.,CACP
2026 | Tugas Akhir | D4 Akuntansi Sektor Publik
Pajak Pertambahan Nilai (PPN) merupakan salah satu sumber penerimaan negara yang memiliki peran penting dalam sistem perpajakan Indonesia. Bagi perusahaan, pengelolaan PPN perlu dilakukan secara optimal agar kewajiban perpajakan dapat dipenuhi sesuai dengan ketentuan yang berlaku. PT Rajawali Nusantara Indonesia (Persero) sebagai Holding BUMN Pangan memiliki karakteristik transaksi yang kompleks karena sebagian produknya memperoleh fasilitas PPN dibebaskan, sehingga tidak seluruh Pajak Masukan dapat dikreditkan. Kondisi tersebut mendorong perusahaan menerapkan tax planning dalam pengelolaan PPN.
Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi penerapan tax planning dalam pengelolaan Pajak Pertambahan Nilai pada PT Rajawali Nusantara Indonesia (Persero), menilai kesesuaiannya dengan Undang-Undang Nomor 42 Tahun 2009 tentang Pajak Pertambahan Nilai, serta mengidentifikasi hambatan yang dihadapi dalam penerapannya. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Data diperoleh melalui wawancara, dokumentasi, dan observasi terhadap data pajak masukan, pajak keluaran, serta data tax planning perusahaan tahun 2024.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa perusahaan menerapkan tax planning melalui pengkreditan Pajak Masukan dan pemanfaatan kompensasi PPN dari masa pajak sebelumnya. Berdasarkan hasil evaluasi, kedua strategi tersebut telah sesuai dengan ketentuan Undang-Undang Nomor 42 Tahun 2009 tentang Pajak Pertambahan Nilai. Pemanfaatan kompensasi PPN memungkinkan perusahaan menyelesaikan PPN terutang sebesar Rp4.525.237.423 tanpa melakukan pembayaran menggunakan kas pada tahun berjalan, serta masih memiliki saldo kompensasi sebesar Rp100.394.869.468 yang dapat dimanfaatkan pada masa pajak berikutnya. Hambatan yang dihadapi perusahaan meliputi aspek administrasi, regulasi, dan operasional.
Value Added Tax (VAT) is one of the major sources of government revenue and plays an important role in Indonesia's taxation system. For companies, effective VAT management is essential to ensure that tax obligations are fulfilled in accordance with prevailing tax regulations. PT Rajawali Nusantara Indonesia (Persero), as the state-owned food holding company, has complex business transactions because some of its products are granted VAT exemption facilities, resulting in input VAT that cannot be fully credited. Therefore, the company implements tax planning in managing its VAT obligations.
This study aims to evaluate the implementation of tax planning in VAT management at PT Rajawali Nusantara Indonesia (Persero), assess its compliance with Undang-Undang Nomor 42 Tahun 2009 concerning Value Added Tax, and identify the obstacles encountered during its implementation. This research employed a descriptive qualitative method with a case study approach. Data were collected through interviews, documentation, and observation of the company's input VAT, output VAT, and tax planning data for the 2024 fiscal year.
The results indicate that the company implemented tax planning through creditable input VAT and the utilization of VAT compensation carried forward from the previous tax period. The evaluation shows that both strategies comply with Undang-Undang Nomor 42 Tahun 2009 concerning Value Added Tax. The VAT compensation enabled the company to settle VAT payable amounting to Rp4,525,237,423 without making cash payments during the current tax year while maintaining a compensation balance of Rp100,394,869,468 for subsequent tax periods. The obstacles encountered include administrative, regulatory, and operational aspects.
Kata Kunci : Evaluasi, pajak pertambahan nilai, pengelolaan PPN, perencanaan pajak, PT Rajawali Nusantara Indonesia (Persero)