Analisis Kinerja Waktu Dan Biaya Pada Pekerjaan Rangka Atap Baja Menggunakan Metode Time Cost Trade Off Pada Proyek Pembangunan Gedung 7 Lantai di Yogyakarta
Nathannael Bingga Mahesa Shaga, Dr. Ir. Angga Trisna Yudhistira, S.T., M.Eng., IPM.
2026 | Skripsi | TEKNIK SIPIL
Keterlambatan pelaksanaan proyek konstruksi menimbulkan konsekuensi finansial yang signifikan bagi penyedia jasa akibat adanya sanksi denda kontrak. Penundaan ini menuntut adanya langkah strategis guna mempercepat durasi penyelesaian tanpa mengabaikan aspek efisiensi biaya. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis optimasi sisa pekerjaan proyek dengan menerapkan metode Time Cost Trade Off (TCTO).
Skenario percepatan dilakukan melalui penambahan jam kerja lembur (2, 3, dan 4 jam) serta penambahan volume tenaga kerja sebesar 25% pada aktivitas yang berada di lintasan kritis. Penjadwalan dan simulasi kompresi waktu dimodelkan secara terintegrasi dengan bantuan perangkat lunak pendukung manajemen proyek. Kompresi durasi tersebut kemudian dievaluasi berdasarkan nilai kemiringan biaya (cost slope) terendah untuk meminimalkan pembengkakan biaya langsung proyek.
Analisis kondisi aktual menunjukkan proyek mengalami keterlambatan selama 49.48 hari dengan durasi total penyelesaian mencapai 189.48 hari, yang memicu denda kumulatif sebesar Rp1,447,594,754 dan meningkatkan total biaya akhir menjadi Rp30,962,252,955. Setelah dilakukan analisis TCTO, skenario lembur 4 jam memberikan kompresi waktu maksimal dengan durasi penyelesaian menjadi 170.04 hari. Metode ini mampu meminimalkan resiko beban denda menjadi Rp878,865,965 dan menghasilkan total biaya akhir proyek terendah sebesar Rp30,312,444,731.
Kata Kunci : Crashing, Denda Kontrak, Keterlambatan Proyek, Schedule, Time Cost Trade Off