Laporkan Masalah

Analisis Deskriptif Kinerja Keuangan Sebelum dan Sesudah Pembentukan Holding BUMN Pangan pada PT Rajawali Nusantara Indonesia (Persero)

Jordhy Christian Avriliano, Dr. Faiz Zamzami, S.E., M.Acc

2026 | Tugas Akhir | D4 Akuntansi Sektor Publik

Pembentukan Holding BUMN Pangan (ID FOOD) melalui Peraturan Pemerintah Nomor 118 Tahun 2021 menjadikan PT Rajawali Nusantara Indonesia (Persero) sebagai entitas induk yang harus mengonsolidasikan kinerja keuangan 15 anak perusahaan dengan karakteristik bisnis yang beragam. Proses transisi ini menimbulkan tantangan integrasi finansial, terutama terkait penyerapan kewajiban historis lima eks-BUMN dan kompleksitas laporan konsolidasian, sehingga menarik untuk dikaji sejauh mana kinerja keuangan perusahaan berubah pada masa awal pembentukan holding tersebut. Penelitian ini bertujuan menganalisis kinerja keuangan PT Rajawali Nusantara Indonesia (Persero) pada periode sebelum (2019-2021) dan sesudah (2022-2024) pembentukan Holding BUMN Pangan, serta mendeskripsikan perubahan tren kinerja keuangan di antara kedua periode tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian deskriptif berdasarkan data sekunder berupa laporan keuangan tahunan perusahaan periode 2019-2024, termasuk angka yang telah disajikan kembali (restated), yang dianalisis melalui lima rasio keuangan, yaitu Current Ratio, Debt to Equity Ratio, Total Asset Turnover, Return on Assets, dan Net Profit Margin. Hasil penelitian menunjukkan perubahan kinerja yang bervariasi (mixed result). Struktur permodalan menguat melalui peningkatan ekuitas dari revaluasi aset dan Penyertaan Modal Negara, namun likuiditas justru menurun akibat bertambahnya kewajiban konsolidasi dari entitas eks-BUMN. Efektivitas pemanfaatan aset juga belum optimal karena peningkatan aset belum diikuti pertumbuhan pendapatan yang proporsional. Profitabilitas perusahaan masih berada pada posisi negatif meskipun tingkat kerugian telah berkurang dibandingkan kondisi terburuk pada tahun 2021. Secara keseluruhan, periode 2022-2024 masih merupakan fase konsolidasi transisional bagi PT Rajawali Nusantara Indonesia (Persero) sebagai induk Holding BUMN Pangan.

This research focuses on PT Rajawali Nusantara Indonesia (Persero) as the parent of the State-Owned Food Holding Company (ID FOOD). The holding formation was expected to create synergy but faced financial challenges due to the consolidation of legacy liabilities from merged entities. This study aims to analyze the company's financial performance before (2019–2021) and after (2022–2024) the holding establishment by utilizing a descriptive qualitative method through the measurements of five primary financial ratios: Current Ratio (CR), Debt to Equity Ratio (DER), Total Asset Turnover (TATO), Return on Assets (ROA), and Net Profit Margin (NPM). Secondary data obtained from audited Consolidated Financial Statements. The results showed mixed impacts following the holding formation. The capital structure became significantly better and stronger due to asset revaluation and State Capital Participation (PMN). Profitability indicators also showed a better trend but remained in a negative position, indicating the company has not yet generated a profit. Conversely, the liquidity level became worse and dropped drastically due to the inclusion of historical legacy liabilities from subsidiaries. Furthermore, asset utilization effectiveness also became worse because the surge in consolidated assets was not matched by proportional revenue growth. In conclusion, this transitional period showed improvements in capital structure, while liquidity and asset productivity still require further adjustments.

Kata Kunci : Holding BUMN Pangan, Kinerja Keuangan, PT Rajawali Nusantara Indonesia (Persero), Rasio Keuangan, Restrukturisasi.

  1. D4-2026-493002-abstract.pdf  
  2. D4-2026-493002-bibliography.pdf  
  3. D4-2026-493002-tableofcontent.pdf  
  4. D4-2026-493002-title.pdf