Karakteristik Kuat Tekan Material Bata Berbasis Mortar dengan Variasi Vermiculite dan Fiberglass Menggunakan Benda Uji Silinder
Rama Mahadika Kusuma Putra, Angga Fajar Setiawan, S.T., M.Eng., Ph.D.
2026 | Skripsi | TEKNIK SIPIL
Penggunaan material
pasangan dinding yang lebih ringan, efisien, dan tetap memiliki kinerja mekanik
yang memadai menjadi salah satu solusi untuk mengurangi risiko kerusakan
bangunan akibat gempa. Salah satu upaya yang dilakukan adalah mengembangkan material
bata dengan memanfaatkan vermiculite
sebagai material ringan untuk menggantikan sebagian pasir dan fiberglass
sebagai bahan penguat tambahan. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisa
pengaruh variasi vermiculite dan fiberglass terhadap kuat tekan,
hubungan tegangan-regangan, deformasi, kekakuan, serta pemilihan komposisi
optimum mortar ringan.
Pengujian
eksperimental dengan benda uji silinder mortar berukuran 150 mm x 300 mm dibuat
dengan variasi subsitusi pasir dengan vermiculite dan penambahan fiberglass.
Desain campuran terdiri dari campuran dengan substitusi pasir dengan vermiculite
sebesar 10% (FV10), 20% (FV20), dan 30% (FV30) dengan penambahan fiberglass
sebesar 8%. Selain itu, juga terdapat campuran kontrol tanpa substitusi vermiculite
dan penambahan fiberglass (V0) dan campuran dengan penambahan fiberglass
saja (FV0). Pengujian dilakukan melalui pemeriksaan material, pembuatan benda
uji, perawatan, pengujian densitas, kuat tekan, pengukuran deformasi aksial
menggunakan dial gauge, penyusunan kurva tegangan-regangan, perhitungan
modulus elastisitas, efisiensi struktural, dan pengamatan pola keruntuhan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan vermiculite dan fiberglass
memengaruhi perilaku mekanik material bata. Variasi V0 memiliki kuat tekan
rata-rata tertinggi sebesar 20,60 MPa, sedangkan pada variasi dengan vermiculite
dan fiberglass, performa terbaik diperoleh pada FV20. Variasi FV20
memiliki densitas rata-rata sebesar 2089,430 kg/m³, kuat tekan rata-rata
sebesar 15,49 MPa, regangan puncak rata-rata sebesar 2,172 × 10?³, modulus
elastisitas rata-rata sebesar 12891,08 MPa, dan efisiensi struktural rata-rata
sebesar 0,0074. Selain itu, FV20 juga menunjukkan respons tegangan-regangan
yang relatif stabil dan pola keruntuhan yang lebih terkendali dibandingkan
variasi lainnya. Dengan demikian, variasi FV20 dengan komposisi 20% vermiculite
dan 8% fiberglass dipilih sebagai campuran optimum dan dinilai paling
potensial sebagai dasar awal pengembangan lightweight interlocking brick.
The
use of lighter, more efficient masonry wall materials with adequate mechanical
performance is one of the potential approaches to reducing the risk of building
damage caused by earthquakes. One effort to achieve this is the development of
brick material by utilizing vermiculite as a lightweight material to
partially replace sand and fiberglass as an additional reinforcing
material. This study aims to analyze the effect of vermiculite and fiberglass
variations on compressive strength, stress-strain behavior, deformation,
stiffness, and the selection of the optimum lightweight mortar composition.
An
experimental study was conducted using cylindrical mortar specimens with
dimensions of 150 mm × 300 mm. The mixtures were prepared with partial sand
substitution using vermiculite at 10% (FV10), 20% (FV20), and 30%
(FV30), combined with 8% fiberglass addition. In addition, a control
mixture without vermiculite substitution and without fiberglass
addition (V0), as well as a mixture with fiberglass addition only (FV0),
were also prepared. The testing program included material characterization,
specimen preparation, curing, density testing, compressive strength testing,
axial deformation measurement using a dial gauge, stress-strain curve development,
elastic modulus calculation, structural efficiency analysis, and failure
pattern observation.
The
results show that the use of vermiculite and fiberglass
influences the mechanical behavior of the brick-based material. The V0 mixture
exhibited the highest average compressive strength of 20.60 MPa. Meanwhile,
among the mixtures containing vermiculite and fiberglass, the
best performance was obtained by FV20. The FV20 mixture had an average density
of 2089.430 kg/m³, an average compressive strength of 15.49 MPa, an average
peak strain of 2.172 × 10?³, an average elastic modulus of 12891.08 MPa, and an
average structural efficiency of 0.0074. In addition, FV20 showed relatively
stable stress-strain behavior and a more controlled failure pattern compared to
the other modified mixtures. Therefore, the FV20 mixture, consisting of 20% vermiculite
and 8% fiberglass, was selected as the optimum mixture and is considered
the most potential composition as an initial basis for the development of
lightweight interlocking bricks.
Kata Kunci : material bata, vermiculite, fiberglass, tegangan-regangan, efisiensi struktural.