Laporkan Masalah

EVALUASI PENGELOLAAN HUTAN KEMASYARAKATAN DI RPH KARANGDUWET, BDH PALIYAN, KPH YOGYAKARTA

Denni Kurniawan, Teguh Yuwono S.Hut., M.Sc

2026 | Skripsi | KEHUTANAN

Hutan Kemasyarakatan yang selanjutnya disingkat HKm adalah kawasan hutan yang pemanfaatan utamanya ditujukan untuk memberdayakan masyarakat. Saat ini, KTHKm Sido Rukun dan KTHKm Ngudi Sampurno telah melaksanakan pengelolaan HKm selama 19 tahun. Penelitian dengan topik evaluasi pengelolaan Hutan Kemasyarakatan (HKm) ini berusaha menilai bagaimana kegiatan pengelolaan hutan yang telah dilaksanakan oleh masyarakat melalui skema HKm dan mencari tahu apa saja faktor-faktor yang memengaruhi pengelolaan tersebut. 

Kinerja pengelolaan hutan oleh KTHKm dinilai berdasarkan Standar Khusus Pengelolaan Hutan oleh Masyarakat dari Badan Pusat Standardisasi Lingkungan dan Kehutanan tahun 2020  melalui focus group discussion, observasi, dan dokumentasi. Sedangkan faktor-faktor yang memengaruhi perkembangan pengelolaan hutan oleh KTHKm berupa faktor intenal dan faktor eksternal SWOT didapatkan melalui wawancara terstruktur dan kuisioner. Kemudian untuk analisis data yang dilakukan pada penelitian ini yaitu analisis deskriptif kuantitatif dengan metode skoring dan analisis SWOT. 

Hasil penilaian menunjukkan bahwa pada prinsip ketiga KTHKm Sido Rukun memperoleh skor 2,83 dan KTHKm Ngudi Sampurno memperoleh skor 2,5, sedangkan pada prinsip keempat masing-masing memperoleh skor 1,46 dan 1,25. Pada prinsip-prinsip lainnya, kedua KTHKm memperoleh total skor yang sama. Hasil tersebut menunjukkan bahwa KTHKm Ngudi Sampurno masih memerlukan peningkatan pada penerapan prinsip ketiga dan keempat dalam pengelolaan HKm. Kemudian pada perhitungan skor faktor SWOT, KTHKm Sido Rukun mendapatkan total skor IFAS sebesar 2,371 dan total skor EFAS sebesar 2,49. Sedangkan untuk KTHKm Ngudi Sampurno mendapatkan total skor IFAS sebesar 2,52 dan total skor EFAS sebesar 2,656. Kedua kelompok berada pada kuadran V matriks internal-eksternal dan grand strategy yang digunakan adalah hold and mantain. Strategi hold and mantain memiliki arti bahwa kelompok sedang berada pada kondisi yang relatif stabil, sehingga strategi yang disusun bukan pengembangan secara besar besaran atau pengurangan aktivitas kelompok.


Community Forestry (HKm) is a forest area whose primary utilization is intended to empower local communities. Currently, KTHKm Sido Rukun and KTHKm Ngudi Sampurno have been implementing Community Forestry management for 19 years. This study on the evaluation of Community Forestry (HKm) management aims to assess the forest management activities carried out by local communities under the HKm scheme and to identify the factors influencing such management practices.

The performance of forest management conducted by the Community Forestry Farmer Groups (KTHKm) was evaluated based on the Special Standards for Community-Based Forest Management issued by the Center for Environmental and Forestry Standardization in 2020. Data were collected through focus group discussions, field observations, and documentation. Meanwhile, the internal and external factors influencing the development of forest management were identified using SWOT analysis through structured interviews and questionnaires. The data were then analyzed using quantitative descriptive analysis with a scoring method and SWOT analysis.

The assessment results showed that, for the third principle, KTHKm Sido Rukun obtained a score of 2.83, while KTHKm Ngudi Sampurno obtained a score of 2.50. For the fourth principle, they obtained scores of 1.46 and 1.25, respectively. For the other principles, both KTHKms obtained the same total scores. These results indicate that KTHKm Ngudi Sampurno still requires improvement in the implementation of the third and fourth principles in HKm management. In the SWOT factor assessment, KTHKm Sido Rukun achieved a total IFAS score of 2.371 and a total EFAS score of 2.490. Meanwhile, KTHKm Ngudi Sampurno obtained a total IFAS score of 2.520 and a total EFAS score of 2.656. Both groups were positioned in Quadrant V of the Internal–External (IE) Matrix, indicating that the appropriate grand strategy is hold and maintain. The hold and maintain strategy means that the group is in a relatively stable condition, so that the strategy developed is not a large-scale development or reduction of group activities.


Kata Kunci : Evaluasi, Hutan Kemasyarakatan, Kinerja, SWOT

  1. S1-2026-502505-abstract.pdf  
  2. S1-2026-502505-bibliography.pdf  
  3. S1-2026-502505-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2026-502505-title.pdf