Laporkan Masalah

Hubungan antara Heteroforia dengan Miopia pemekai Kacamata Minus pada Mahasiswa FK UGM

Yana Supriatna , Dr. Hartono,; dr. Achmad Djunaidi, SU.

1994 | Skripsi | S1 PENDIDIKAN DOKTER

Latar belakang : morbiditas mata dapat mengakibatkan gangguan sosial umum. Penyebab utama kesakitan ini adalah refraksi anomali, terutama miopia dengan keluhan mata kabur, pegal, sakit, lelah, dan pusing. Keluhan tesebut ternyata dialami oleh kelainan heteroforia, sehingga perlu penanganan yang baik dari dua keadaan ini. Tujuan penelitan : mengetahui pangaruh pemberian koreksi kacamata minus pada penderita miopia terhadap heteroforia, mengetahui kecenderungan jenis heteroforia yang terjadi, dan mencari frekuensi serta hubungan antara miopia dan heteroforia dengan beberapa variabel tertentu. Tempat penelitian : Ruang senat mahasiswa Fakultas Kedokteran UGM untuk pemeriksaan heteroforia. Sampel penelitian : 50 orang sampel penelitian yang memenuhi syarat-syarat telah mengisi kuisioner dengan lengkap, berkacamata minus dengan miopia tanpa astigmata dan pemeriksaan heteroforia. dengan Pengujian dan hasil : hasil penelitian diuji shi square dan uji korelasi product moment correlation dengan mengambil taraf signifikasi (a) < 0,05. diban- ber- Hubungan antara derajat miopia dan eksoforia dingkan esoforia, ketika tanpa kacamata (P < 0,05 = makna) dan ketika memakai kacamata (P > 0,05 = tidak bermakna). Hubungan antara derajat miopia dan esoforia dibandingkam ortoforia horizontal, ketika tanpa kacamata (P > 0,05 = tidak bermakna) dan ketika memakai kacamata (P <0,05 = bermakna). Hubungan antara derajat miopia dan esoforia horizontal dibandingkan heteroforia vertikal pada heteroforia menetap (P > 0,05= tidak bermakna). Hubungan antara derajat miopia dan eksoforia pada laki- laki dibandingkan perempuan pada heteroforia menetap (P > 0,05 = tidak bermakna). Hubungan antara derajat miopia dan ekoforia pada laki-laki dibandingkan perempuan pada heteroforia menetap (P > 0,05 = tidak bermakna). Hubungan antara derajat miopia dan eksoforia pada tanpa dibandingkan memakai kacamata (P > 0,05 = tidak bermakna). Hubungan antara derajat miopia dan esoforia pada dibandingkan memakai kacamata (P > 0,05 = bermakna). tanpa tidak eksoforia Hubungan antara Jenis mata miopia dan dibandingkan esofori, ketika kacamata (P < 0,05= bermak- na) dan ketika memakai kacamata (P < 0,05 = bermakna). Hubungan antara derajat miopia dan keluhan, ketika tanpa memakai kacamata (P < 0,05= bermakna). Hubungan antara derajat miopia dan jumlah dibandingkan dengan tidak ada keluhan, kacamata (P < 0,05 = bermakna). keluhan ketika memakai Hubungan antara heteroforia dan jumlah keluhan di- bandingkan tidak ada keluhan, ketika memakai 0,05 bermakna). kacamata (P < heteroforia, Hubungan derajat miopia dan derajat tanpa kacamata (P > 0,05 = tidak bermakna) dan tanpa berkacamata (P > 0,05 = tidak bermakna). ketika ketika ketika ketika ketika sesuai Kesimpulan : Didapatkan 12 buah kesimpulan dengan hipotesa dan pembuktian dengan uji statistik. Pada penderita miopia terdapat kecenderungan menderita eksoforia, ketika tanpa kacamata. Eksoforia yang terjadi cenderung pada penderita miopia dengan derajat miopia kedua mata berbeda atau salah satunya lebih tinggi ketika tanpa kacamata. Esoforia yang terjadi cenderung pada penderita miopia dengan derajat miopia mata kanan dan kiri kurang lebih sama ketika tanpa kacamata. Heteroforia yang disebabkan oleh miopia akan berkurang/ hilang setelah miopianya dikorelasi dengan kadamata minus. Tidak terbukti adanya korelasi antara semakin tingginya derajat mioipa dan jenis heteroforia dengan keluhannya. Ada hubungan bermakna antara besarnya derajat miopia jenis heteroforia dengan keluhannya. Lamanya menderita miopia setelah dikorelasi kacamata tidak mempengaruhi beratnya heteroforia. dan Heteroforia pada bidang horizontal lebih besar persentase- nya dibandingkan heteroforia vertikal namun keduanya mempunyai kecenderungan yang sama pada masing-masing mata. Tidak ada perbedaan antara miopia dan heteroforia bidang horizontal menurut jenis kelamin. Tidak ada perbedaan eksoforia pada derajat miopia dalam perbandingan tanpa memakai kacamata dan memakainya. Eksoforia bila dibandingkan dengan ortoforia lebih besar persentasenya. Pada bidang vertikal, mata lebih banyak yang ortoforia. pada usia kacamatanya Dalam usaha untuk menghindari atau mengurangi heteroforia, terutama eksoforia dengan segala keluhannya, muda, maka disarankan untuk selalu memakai atau sedikit menambah minusnya, sehingga daya akomodasi dalam keadaan normal atau selalu terangsang.

Kata Kunci : Kesehatan mata, morbiditas mata, mata kabur

  1. S1-FKU-1994-76195-Yana-Supriatna-abstract.pdf  
  2. S1-FKU-1994-76195-Yana-Supriatna-bibliograpy.pdf  
  3. S1-FKU-1994-76195-Yana-Supriatna-tableofcontent.pdf  
  4. S1-FKU-1994-76195-Yana-Supriatna-title.pdf