Laporkan Masalah

Evaluasi Kegiatan Perhutanan Sosial di Kelompok Tani Hutan Mekar Jaya Desa Ngombak Kecamatan Kedungjati Grobogan Jawa Tengah

Alya Eka Safitri, Prof. Dr. Ir. San Afri Awang, M.Sc.

2026 | Skripsi | KEHUTANAN

KTH Mekar Jaya menunjukkan antusiasme serta partisipasi tinggi dalam kegiatan kelola Perhutanan Sosial dan inovatif dalam pengembangan usaha, namun belum optimal dalam mengolah hasil hutan. Evaluasi merupakan proses penting dalam pengelolaan Perhutanan Sosial. Penelitian ini bertujuan menjelaskan proses perumusan RKPS KTH Mekar Jaya, mendeskripsikan kesenjangan antara rencana dengan implementasi kegiatan dan merumuskan strategi pengembangan pengelolaan Perhutanan Sosial KTH Mekar Jaya.

Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus, melalui wawancara mendalam dengan teknik penentuan informan yang digunakan, yaitu Snowball Sampling. Analisis data dengan metode RACI Matrix untuk mengetahui proses perumusan RKPS, metode deskriptif kualitatif untuk menjelaskan kesenjangan rencana dengan implementasi kegiatan, dan SOAR Matrix untuk merumuskan strategi.

Hasil penelitian menjelaskan bahwa RKPS KTH Mekar Jaya disusun oleh KTH atas dorongan dari LSM, sementara BPS dan CDK turut dalam memberikan masukan, selanjutnya RKPS dinilai CDK dan disahkan BPS. RKPS dapat dikatakan baik untuk menjadi capaian kelompok, yang selanjutnya dilakukan perbandingan dengan implementasinya. Ditemui beberapa kesenjangan untuk setiap aspek, yaitu pada kelola kelembagaan mengenai ketersediaan laporan pelaksanaan Perhutanan Sosial; pada kelola kawasan mengenai kasus kebakaran lahan, kecukupan minimal tanaman pokok kehutanan, sumber mata air, dan hama/penyakit tanaman; pada kelola usaha mengenai sumber dana, teknologi, usaha oleh KUPS, dan pemasaran, lalu dirumuskan strategi yang dapat menjadi pertimbangan kelompok untuk memanfaatkan kekuatan dan peluang yang dimiliki, serta memerhatikan aspirasi dan capaian yang diinginkan oleh kelompok.


The MEKAR JAYA Community Forest Group (KTH) demonstrates high enthusiasm in Social Forestry management but suboptimal product processing, necessitating an evaluation to formulate a Social Forestry Work Plan (RKPS) and development strategies. This study aims to analyze the RKPS formulation process, identify gaps between planning and implementation, and develop management strategies for the group.

This research utilizes a qualitative approach with a case study method through in-depth interviews, using Snowball Sampling as the informant selection technique. Data analysis employs the RACI Matrix method to understand the RKPS formulation process, the qualitative descriptive method to explain the gaps between planned activities and their implementation, and the SOAR Matrix to formulate strategies.

The research results explain that the RKPS of KTH Mekar Jaya was drafted by the KTH under the encouragement of NGOs, while the BPS and CDK contributed by providing input. Subsequently, the RKPS was evaluated by the CDK and approved by the BPS. The RKPS can be considered a good milestone for the group's achievements, which is then compared with its implementation. Several gaps were identified across each aspect: in institutional management regarding the availability of Social Forestry implementation reports; in area management regarding land fire cases, the minimum adequacy of forestry staple plants, water sources, and plant pests/diseases; and in business management regarding funding sources, technology, business activities by KUPS, and marketing. Based on these findings, strategies were formulated that the group can consider to leverage their strengths and opportunities, while also taking into account the aspirations and achievements desired by the group.


Kata Kunci : Evaluasi, Perhutanan Sosial, strategi, RACI, SOAR;Evaluation, Social Forestry, Strategy, RACI, SOAR

  1. S1-2026-498064-abstract.pdf  
  2. S1-2026-498064-bibliography.pdf  
  3. S1-2026-498064-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2026-498064-title.pdf