Laporkan Masalah

Efektivitas penerapan sistem informasi manajemen kepegawaian di badan Kepegawaian Daerah Propinsi Bali

DARMAYANTI, Made Asih, Dr. Samodra Wibawa

2005 | Tesis | Magister Administrasi Publik

Berdasarkan Undang-Undang Nomor 43 Tahun 1999 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1974 tentang Pokok-Pokok Kepegawaian khususnya Pasal 34 ayat (2) dinyatakan perlunya penyelenggaraan dan pemeliharaan informasi kepegawaian. Untuk mendukung kebijakan tersebut maka di lingkungan Pemerintah Propinsi Bali dibangun dan dikembangkan Sistem Informasi Manajemen Kepegawaian (SIMPEG). SIMPEG adalah suatu sistem informasi manajemen yang terpadu, yang dikelola oleh unit kerja kepegawaian dengan menitikberatkan pada proses pengumpulan dan pengolahan data kepegawaian menjadi informasi yang diperlukan oleh pimpinan dalam pengambilan keputusan dalam rangka pelaksanaan manajemen pemerintahan dan pembangunan khususnya di bidang kepegawaian. Penelitian ini ditujukan untuk mengetahui efektivitas penerapan Sistem Informasi Manajemen Kepegawaian (SIMPEG) di Badan Kepegawaian Daerah Propinsi Bali dan faktor-faktor yang mempengaruhinya. Sesuai dengan fokusnya, penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif, untuk menggambarkan keadaan subjek/objek penelitian berdasarkan fakta-fakta yang tampak atau sebagaimana adanya (fact finding). Pengumpulan data dilakukan dengan teknik observasi, wawancara, dan teknik dokumentasi. Variabel-variabel yang dipergunakan untuk mencapai tujuan penelitian adalah variabel terikat (dependent variabel) efektivitas penerapan SIMPEG yang diukur dari tersedianya informasi kepegawaian yang lengkap serta terpeliharanya database kepegawaian yang telah terbentuk. Sedangkan variabel bebas (independent variabel) terdiri dari kepemimpinan, sarana dan prasarana serta kualitas sumber daya manusia pelaksana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan Sistem Informasi Manajemen Kepegawaian (SIMPEG) di Badan Kepegawaian Daerah Propinsi Bali sudah cukup efektif. Hal ini ditunjukkan dengan telah terpenuhinya parameter dari SIMPEG dimana SIMPEG sudah mampu menghasilkan informasi-informasi kepegawaian yang dibutuhkan dalam pengelolaan administrasi kepegawaian seperti informasi tentang biodata pegawai, daftar urut kepangkatan, kenaikan pangkat, pensiun, informasi pegawai yang menduduki jabatan, pencetakan SK dan lain-lain sehingga sudah dapat memenuhi kebutuhan rutin BKD dan membantu pimpinan dalam rangka mengambil keputusan untuk perencanaan dan pengembangan pegawai. Hal ini juga didukung oleh faktor kepemimpinan yang cukup baik, tersedianya sarana dan prasarana yang memadai serta kualitas SDM yang cukup baik. Seiring dengan kemajuan teknologi dan kebutuhan organisasi yang terus berkembang maka disarankan pengembangan SIMPEG nantinya bisa mencakup seluruh kegiatan operasional BKD sehingga tiap-tiap bidang dapat mengakses informasi sesuai dengan kewenangan yang ditentukan dan peningkatan kualitas SDM dalam hal jaringan, sistem dan prosedur sehingga dapat tercipta sistem informasi yang tangguh dan memberikan hasil yang optimal dalam penyediaan informasi kepegawaian.

Based on the Constitution Number 43, 1999 about Change of the Constitution, Number 8, 1974 about the Officialdom Principals especially article 34 clause (2) is asserted the necessary of implementation and maintenance of officialdom information. To support these policy, hence at the Government Sphere of Province of Bali is built and developed the Officialdom Management Information System (SIMPEG). SIMPEG is an integrated management information system, which managed by the officialdom work unit with focusing on the collection process and officialdom data processing becomes information needed by the leader on making decision within implementation of administration management and development especially in the officialdom sector. The present research is suggested to find out the effectiveness on implementation of the Officialdom Management Information System (SIMPEG) in the Area Officialdom Institution, Province of Bali and the factors that influence it. According to its focus, this research used descriptive qualitative method, to describe the research object/subject condition based on the tangible facts or as should to be (fact finding). Data collection was conducted with observation technique, interview, and documentation technique. The variables used to achieve the research purpose is dependent variable of the effectiveness implementation of SIMPEG which measured from the availability of a complete officialdom information and its protection the shaped officialdom database. While the independent variable is consist of the leadership, means and infrastructure and organizer human resources quality. The result suggested that implementation of the Officialdom Management Information System (SIMPEG) in the Area Officialdom Institution, Province of Bali was effective enough. It is indicated by unfulfilled the parameter from SIMPEG in which SIMPEG has able to produce the officialdom information required on managing the officialdom administration. Such as information about the official biodata, order list of the rank, raising in the rank, retirement, official information who has in a position, printing SK etc. so that able to fulfill the routine necessary of BKD and assisting the leader to make decision on planning and official development. It is also supported by a quite good leadership factor, the availability of sufficient means and infrastructure and a quite well human resources quality. Together with the technological advance and organization requirement that continuously developed hence suggested development of SIMPEG that in future may included all operational activity of BKD. So that each domains able to access information in accordance with defined authority and increasing human resources quality in the case of network, system and procedure so that can created the strong information system and giving optimal result on preparing the officialdom information.

Kata Kunci : Kebijakan Kepegawaian,Sistem Informasi Manajemen Kepegawaian


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.