Marginalisasi Tubuh Perempuan dan Hijra di Ruang Kota dalam Le rire des déesses (2021) Karya Ananda Devi
Syalwa Nasyabila, Dr. Arifah Arum Candra, M.A
2026 | Skripsi | SASTRA PERANCIS
Penelitian ini membahas mengenai marginalisasi terhdap tubuh perempuan dan transgender (hijra) yang diproduksi dan dipertahankan di ruang kota secara material dan simbolik dalam novel Le rire des déesses (2021) karya Ananda Devi. La Ruelle, gang prostitusi kumuh di sebuah kota di India Utara, dihadirkan sebagai ruang yang menyingkirkan perempuan pekerja seks dan kelompok hijra dari tatanan kota. Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi bagaimana La Ruelle direpresentasikan sebagai ruang marginalisasi, serta mengkaji paradoks pemuliaan dan komodifikasi yang mempertahankan marginalisasi tersebut. Data dalam novel dikategorikan menjadi dua kelompok untuk masing-masing pertanyaan penelitian, lalu dianalisis menggunakan pendekatan kualitatif-deskriptif. Penelitian ini menggunakan empat teori sebagai alat untuk menjawab pertanyaan penelitian, yakni teori representasi oleh Stuart Hall, teori ruang oleh Doreen Massey, teori performative acts tubuh oleh Judith Butler, dan teori komodifikasi oleh Igor Kopytoff. Keempat teori tersebut digunakan untuk mengkaji konstruksi serta pemaknaan ruang dan tubuh perempuan di La Ruelle maupun tubuh hijra sebagai bagian dari proses marginalisasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa marginalisasi di La Ruelle bekerja melalui rantai kausal yang saling mengunci. Kondisi material yang tidak layak mengonfirmasi stigma dan menghasilkan imobilitas, sementara pemuliaan simbolik dan komodifikasi transaksional saling menopang dalam mengusai tubuh. Hal tersebut memperlihatkan bahwa ruang dan tubuh bekerja sebagai satu mekanisme tunggal yang mempertahankan marginalisasi perempuan dan hijra.
This study examines the marginalization of women’s and transgender (hijra) bodies as produced and sustained materially and symbolically within urban space in Ananda Devi’s novel Le rire des déesses (2021). La Ruelle, a slum prostitution alley in a city in North India, is represented as a space that excludes female sex workers and hijra communities from the urban order. This study aims to identify how La Ruelle is represented as a marginal space and to examine the paradox of symbolic glorification and commodification that sustains this marginalization. The data in the novel are categorized into two groups according to each research question and are analyzed using a qualitative-descriptive approach. This study employs four theoretical frameworks: Stuart Hall’s theory of representation, Doreen Massey’s theory of space, Judith Butler’s theory of the body's performative acts, and Igor Kopytoff’s theory of commodification. These theories are used to examine the construction and meaning-making of space and of women’s bodies in La Ruelle, as well as the bodies of hijra, as part of the process of marginalization. The findings show that marginalization in La Ruelle operates through an interlocking causal chain. Unlivable material conditions confirm stigma and produce immobility, while symbolic glorification and transactional commodification mutually reinforce one another in controlling the body. This demonstrates that space and body function as a single mechanism that sustains the marginalization of women and hijra.
Kata Kunci : hijra, Le rire des déesses, marginalisasi, ruang kota, tubuh.