Uji Efektivitas Anti Multidrug-resistant dari isolat Jamur Endofit pada Tanaman Srikaya (Annona squamosa L.)
Aprilia Kusuma Wardani, Wahyu Aristyaning Putri, S.Si., M.Sc., Ph.D.; Prof. Rina Sri Kasiamdari, S.Si., Ph.D.
2026 | Skripsi | BIOLOGI
Peningkatan
prevelensi mikroorganisme resisten terhadap obat antimikroba komersial
mendorong urgensi pentingnya mengeksplorasi produk alami sebagai sumber
alternatif baru untuk pengembangan antimikroba. Tanaman srikaya (Annona
squamosa L.) merupakan tanaman obat potensial mengandung mikroorganisme endofit
seperti jamur yang mampu menghasilkan senyawa bioaktif alami untuk pengembangan
obat baru. Untuk itu dilakukan penelitian yang bertujuan untuk mengetahui
keberadaan jamur endofit pada daun tanaman srikaya yang memiliki aktivitas
anti-MDR, serta mengidentifikasi profil senyawa bioaktif yang diperoleh dari
ekstrak jamur endofit tersebut. Isolasi dan skrining dilakukan dengan metode
agar plug. Ekstraksi metabolit sekunder dilakukan melalui metode maserasi.
Aktivitas antibakteri ekstrak jamur endofit dilakukan dengan metode sumuran,
dan dilanjutkan analisis LC-HRMS untuk mengetahui senyawa aktif yang terkandung
dalam ekstrak jamur endofit. Identifikasi molekuler dilakukan dengan sekuensing
gen ITS. Aktivitas antibakteri paling optimal didapatkan oleh isolat jamur
endofit DT2 dengan diameter zona hambat sebesar 17,5 ± 2,12mm pada bakteri MDR
Escherichia coli, 15, 5 ± 2,12mm pada bakteri MDR Klebsiella pneumoniae, dan
14,5 ± 3,53mm pada bakteri MRSA. Berdasarkan analisis gen ITS, isolat DT2
teridentifikasi sebagai Rhodotorula mucilaginosa. Ekstrak etil asetat jamur
endofit menunjukkan aktivitas antibakteri kuat terhadap bakteri MRSA dengan
zona hambat terbentuk sebesar 17mm. Senyawa 3-(propan-2-yl) octahydropyrrolo
[1,2 a] pyrazine-1,4-dione yang merupakan golongan senyawa peptida, dan
nikotinic acid yang merupakan golongan senyawa alkaloid menunjukkan potensi
paling besar sebagai agen antibakteri MDR terutama bakteri MRSA dengan nilai
Antibac-pred sebesar 0,5408 dan 0,2826. Dengan demikian, jamur endofit tanaman
srikaya berpotensi menjadi sumber senyawa alami dan berperan besar dalam
menghadapi peningkatan resistensi antibiotik.
The
increasing prevalence of microorganisms resistant to commercial antimicrobial
drugs underlines the urgency of exploring natural products as a new alternative
source for antimicrobial development. Custard Apple plant (Annona squamosa L.)
is a potential medicinal plant containing endophytic microorganisms, such as
fungi, that are capable of producing natural bioactive compounds for the
development of new drugs Therefore, this study was aims to determine the
presence of endophytic fungi in srikaya leaves that exhibit anti-MDR activity,
as well as to identify the profile of bioactive compounds obtained from the
endophytic fungal extract. Isolation and screening were performed using the
agar plug method. Secondary metabolite extraction was carried out via the
maceration method. The antibacterial activity of the endophytic fungal extract
was assessed using the well diffusion method, followed by LC-HRMS analysis to
identify the active compounds contained in the endophytic fungal extract.
Molecular identification was performed via ITS gene sequencing. The most
optimal antibacterial activity was obtained by endophytic fungal isolate DT2,
with an inhibition zone diameter of 17.5 ± 2.12 mm against MDR Escherichia
coli, 15.5 ± 2.12 mm against MDR Klebsiella pneumoniae, and 14.5 ± 3.53 mm
against MRSA. Based on ITS gene analysis, isolate DT2 was identified as
Rhodotorula mucilaginosa. The ethyl acetate extract of the endophytic fungus
exhibited strong antibacterial activity against MRSA, with an inhibition zone
of 17 mm. The compound 3-(propan-2-yl)-octahydropyrrolo
[1,2-a]pyrazine-1,4-dione which belongs to the peptide class, and nikotinic
acid which belongs to the alkaloid class, showed the greatest potential as
antibacterial agents against MDR bacteria, particularly MRSA with Antibac-pred
values of 0.5408 and 0.2826. As such, endophytic fungi from srikaya plants have
the potential to serve as a source of natural compounds and play a significant
role in addressing the rise in antibiotic resistance.
Kata Kunci : antibakteri, jamur endofit, multidrug-resistant, srikaya