Laporkan Masalah

"Mengapa Buruh Tidak Memilih Partai Buruh": Analisis Kesadaran Kelas Terhadap Preferensi Memilih Partai Politik Pada Kelas Pekerja Muda di Kabupaten Pemalang

TWISKA ANDRE PRAKOSO, Evi Lina Sutrisno, S.Psi., M.A., Ph.D.

2026 | Skripsi | ILMU PEMERINTAHAN

Berdasarkan hasil Pemilu Legislatif 2024, Partai Buruh yang baru pertama kali mengikuti pemilu hanya memperoleh sekitar 0,64% suara nasional. Padahal sebagai partai yang mengusung agenda kelas pekerja, Partai Buruh diharapkan mendapat dukungan kuat dari buruh muda. Fenomena ini relevan dengan teori Marxis bahwa kesadaran kelas adalah kunci solidaritas politik proletariat dan gagasan hegemoni Gramsci tentang dominasi ideologis kelas penguasa lewat konsensus budaya. Penelitian ini bertujuan menganalisis rendahnya dukungan pemilih muda kelas pekerja terhadap Partai Buruh di Kabupaten Pemalang. Metode penelitian kualitatif diterapkan melalui wawancara mendalam kepada pemilih muda kelas pekerja, selanjutnya dianalisis dengan kerangka Marxis-Gramscian. Hasil analisis menunjukkan kesadaran kelas responden masih lemah; banyak pemilih muda lebih pragmatis, memilih partai mainstream yang dikenal serta menjanjikan program kesejahteraan konkret. Dominasi narasi politik arus utama membuat isu-isu kelas sulit berkembang. Dengan demikian, rendahnya dukungan tersebut terkait dengan rendahnya kesadaran kelas progresif di kalangan buruh muda dan kekalahan ideologis terhadap hegemoni politik arus utama

Based on the results of the 2024 Legislative Election, the Labor Party, which was participating in the election for the first time, only received around 0.64% of the national vote. However, as a party promoting a working-class agenda, the Labor Party was expected to receive strong support from young workers. This phenomenon is relevant to Marxist theory that class consciousness is key to proletarian political solidarity and Gramsci's hegemonic notion of the ideological domination of the ruling class through cultural consensus. This study aims to analyze the low support of young working-class voters for the Labor Party in Pemalang Regency. Qualitative research methods were applied through in-depth interviews with young working-class voters, which were then analyzed using a Marxist-Gramscian framework. The analysis results show that respondents' class consciousness remains weak; many young voters are more pragmatic, choosing well-known mainstream parties that promise concrete welfare programs. The dominance of mainstream political narratives makes it difficult to develop class issues. Thus, this low support is related to low progressive class consciousness among young workers and ideological defeat to mainstream political hegemony.

Kata Kunci : Partai Buruh, Kesadaran Kelas, Hegemoni, Buruh

  1. S1-2026-462911-abstract.pdf  
  2. S1-2026-462911-bibliography.pdf  
  3. S1-2026-462911-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2026-462911-title.pdf