Laporkan Masalah

Strategi Pembangunan Lembaga Kelompok Tani Hutan Sidomulyo 3 Dalam Pengelolaan Hutan Kemasyarakatan di Desa Grisuko Gunungkidul

Vera Rachmatania Rosa, Dr.Ir. Tri Atmojo, S.Hut., M.T.

2026 | Skripsi | KEHUTANAN

Pembangunan Lembaga merupakan salah satu faktor penting dalam mendukung keberhasilan program Perhutanan Sosial. KTH Sidomulyo 3 sudah mengalami berbagai perubahan dalam pengelolaan kawasan melalui pemanfaatan jasa lingkungan, namun masih menghadapi berbagai kendala dalam pengelolaannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi KTH Sidomulyo 3 berdasarkan teori Pembangunan Lembaga menurut Esman, mengetahui stakeholder yang terlibat serta merumuskan strategi yang dapat mendukung keberlanjutan pengelolaan HKm.

Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Informan penelitian terdiri atas ketua, pengurus, dan anggota KTH yang dipilih secara snowball. Analisis data menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Strategi pembangunan lembaga dirumuskan menggunakan analisis SWOT yang sudah diverifikasi melalui diskusi mendalam.

Hasil penelitian menunjukan bahwa kelembagaan KTH Sidomulyo 3 masih ditemukan permasalahan pada variabel kepemimpinan, doktrin, program, sumber daya, dan struktur internal, khususnya terkait dengan regenerasi anggota yang masih belum berjalan optimal. Berdasarkan analisis SWOT strategi pembangunan lembaga diarahkan pada penguatan kapasitas anggota melalui keterlibatan generasi muda, pembuatan usaha baru, serta mengoptimalkan potensi wisata Watu Payung dengan beberapa stakeholder atau pihak luar.

Institutional development is an important factor in supporting the successful implementation of the social forestry program. The Sidomulyo 3 community forestry farmer group has experienced various changes in forest management throught the untilization of environmental services. However, the group continues to face several challenges in its institutional management. This study aimed to analyze the institutional condition of the Sidomulyo 3 community forestry farmer group based on Esman (1986) institutional development theory, identify the stakeholder involved in the management of community forestry, and formulate institutional development strategi to support the sustainability of community forest management.

This research employed a qualitative approach using a case study method. Data were collected through field observations, in-depth interviews, and document reviews. The research informants consisted of the head, management board, and members of KTH Sidomulyo 3, who were selected using the snowball sampling technique. Data were analyzed using the Miles and Huberman interactive model, including data collection, data reduction, data display, and conclusion drawing. Institutional development strategies were formulated using SWOT analysis, and the proposed strategies were further verified through in-depth discussions with the KTH management.

The resuls showed that the institutional development of the Sidomulyo 3 community forestry farmer group has been relatively well established in terms of leadership, doctrine, programs, resources, and internal structure. However the group still faces a major challenge related to limited member regeneration. The proposed institutional development strategies focus on strengthening members capacity through greater involvement of younger generations, developing new business activities, and optimizing the potential of Watu Payung tourism throught collaboration with external stakeholder to support sustainable forest management.

Kata Kunci : Teori Esman, Analisis SWOT, dan Watu Payung

  1. S1-2026-503915-abstract.pdf  
  2. S1-2026-503915-bibliography.pdf  
  3. S1-2026-503915-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2026-503915-title.pdf