Laporkan Masalah

Limitasi dan Variasi Mobilisasi Sumber Daya dalam Forum Social Movement Organizations serta Implikasinya terhadap Deliberasi pada Pilkada Kota Yogyakarta 2024

Tria Wulandari, Dr. AAGN Ari Dwipayana, M.Si

2026 | Skripsi | ILMU PEMERINTAHAN

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis limitasi dan variasi mobilisasi sumber daya dalam penyelenggaraan forum diskusi oleh Social Movement Organization (SMO) pada Pilkada Kota Yogyakarta 2024 serta implikasinya terhadap deliberasi yang dibangun. Penelitian berangkat dari fenomena munculnya berbagai forum diskusi publik yang diinisiasi oleh SMO sebagai upaya menghadirkan ruang komunikasi politik yang lebih substantif di tengah dominasi praktik kampanye elektoral yang cenderung prosedural, transaksional, dan berorientasi pada pencitraan politik. Meskipun forum-forum tersebut merepresentasikan transformasi untuk kampanye substantif, penelitian ini menunjukkan bahwa pelaksanaannya masih menghadapi berbagai keterbatasan yang mempengaruhi kualitas deliberasi yang dihasilkan.

Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus terhadap tiga forum, yaitu Mimbar Suara Warga, Festival Pilkada, dan Muda Bicara. Analisis dilakukan menggunakan kerangka Resource Mobilization Theory (RMT) untuk melihat bagaimana sumber daya material, organisasional, manusia, moral, dan kultural dimobilisasi oleh SMO, serta menggunakan perspektif demokrasi deliberatif Jurgen Habermas untuk menganalisis kualitas forum sebagai public sphere dan proses komunikasi deliberatif dalam forum. Data diperoleh melalui wawancara mendalam dengan penyelenggara forum, peserta, kandidat, dan tim kampanye, serta didukung studi dokumentasi forum.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketiga forum belum berhasil memobilisasi sumber daya secara optimal dan berkelanjutan. Mobilisasi sumber daya yang dilakukan cenderung parsial, situasional, dan bergantung pada faktor eksternal seperti donor dan legitimasi institusi akademik. Keterbatasan ini berdampak terhadap desain forum dan kualitas komunikasi. Penelitian ini menyimpulkan bahwa forum-forum deliberatif yang diselenggarakan oleh SMO dalam Pilkada Kota Yogyakarta 2024 belum sepenuhnya mampu memenuhi prinsip-prinsip demokrasi deliberatif seperti kesetaraan komunikasi, inklusivitas substantif, dan rasionalitas argumentatif.

This study aims to analyze the limitations and variations of resource mobilization regarding the organization of discussion forums by Social Movement Organizations (SMOs) during the 2024 Yogyakarta City Local Election and their implications for the deliberative processes established. The study begins with the emergence of various public discussion forums initiated by SMOs as an effort to create a more substantive political communication space amidst the dominance of electoral campaign practices that tend to be procedural, transactional, and oriented toward political image-building. Although these forums represent a transformation for substantive campaigning, this study shows that their implementation still faces various limitations that impact the quality of the deliberations.

This research uses a qualitative approach with a case study method to examine three deliberative forums: Mimbar Suara Warga, Festival Pilkada, and Muda Bicara. The analysis utilizes the Resource Mobilization Theory (RMT) framework to examine how material, organizational, human, moral, and cultural resources are mobilized by SMOs. It also utilizes Jurgen Habermas's deliberative democracy perspective to analyze the quality of forums as a public sphere and the deliberative communication process within them. Data were collected through in-depth interviews with forum organizers, participants, candidates, and campaign teams, supported by a forum documentation study.

The results indicate that the three forums have not been successful in mobilizing resources optimally and sustainably. Resource mobilization tends to be partial, situational, and dependent on external factors such as donors and the legitimacy of academic institutions. These limitations impact forum design and communication quality. This study concludes that the deliberative forums organized by SMOs in the 2024 Yogyakarta City Pilkada have not fully been able to fulfill the principles of deliberative democracy, such as communication equality, substantive inclusiveness, and argumentative rationality.

Kata Kunci : Social Movement Organization, demokrasi deliberatif, Resource Mobilization Theory, Pilkada, forum deliberatif

  1. S1-2026-496517-abstract.pdf  
  2. S1-2026-496517-bibliography.pdf  
  3. S1-2026-496517-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2026-496517-title.pdf