Laporkan Masalah

TINGKAT PARTISIPASI KELOMPOK TANI HUTAN (KTH) GREEN LAWU DALAM MENDUKUNG KELESTARIAN TAMAN HUTAN RAYA K.G.P.A.A. MANGKUNAGORO I

Risma Azzahra Anindya, Dr. Ir. Much. Taufik Tri Hermawan, S.Hut., M.Si., IPU.

2026 | Skripsi | KEHUTANAN

Taman Hutan Raya (Tahura) K.G.P.A.A. Mangkunagoro I merupakan kawasan konservasi di lereng Gunung Lawu yang pelestariannya membutuhkan partisipasi aktif masyarakat sekitar. Kelompok Tani Hutan (KTH) Green Lawu dibentuk sebagai mitra pengelola Taman Hutan Raya (Tahura) K.G.P.A.A. Mangkunagoro I, namun tingkat partisipasinya dalam mendukung kelestarian kawasan belum diketahui. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk partisipasi, mengukur tingkat partisipasi, serta mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat partisipasi KTH Green Lawu dalam mendukung kelestarian Tahura K.G.P.A.A. Mangkunagoro I. Penelitian dilaksanakan dengan metode sensus terhadap seluruh 16 anggota KTH Green Lawu sebagai responden. Data dikumpulkan melalui kuesioner, wawancara, observasi, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan analisis deskriptif kuantitatif dengan metode skoring pada empat tahap, yaitu perencanaan, pelaksanaan, pemanfaatan hasil, dan evaluasi, kemudian dikategorikan menjadi lima tingkatan (sangat rendah hingga sangat tinggi) mengacu pada kriteria Roring & Loho, dan dianalisis secara deskriptif. 

Hasil penelitian menunjukkan bahwa partisipasi anggota KTH Green Lawu terwujud pada seluruh tahap, dengan bentuk yang paling menonjol berupa kontribusi tenaga dan keterampilan pada kegiatan konservasi (budidaya anggrek, penangkaran landak, budidaya jamur kuping, dan bunga potong). Tingkat partisipasi tertinggi terdapat pada tahap pelaksanaan (67,81%, kategori tinggi), sedangkan tahap perencanaan (55,94%), pemanfaatan hasil (53,44%), dan evaluasi (58,44%) berada pada kategori sedang. Faktor pendukung meliputi kesadaran lingkungan, keberadaan kelembagaan KTH, hubungan sosial yang baik, serta dukungan program CSR Pertamina, sementara faktor penghambat meliputi keterbatasan pendidikan, usia, modal, dan manfaat ekonomi yang belum dirasakan secara langsung. 

K.G.P.A.A. Mangkunagoro I Grand Forest Park (Tahura) is a conservation area on the slopes of Mount Lawu that requires active participation from the surrounding community to support its sustainability. The Green Lawu Forest Farmer Group (KTH) was established as a partner in supporting the sustainability of K.G.P.A.A. Mangkunagoro I Grand Forest Park; however, the level of its participation has not yet been identified. This study aims to describe the forms of participation, measure the level of participation, and identify the supporting and inhibiting factors affecting the participation of Green Lawu KTH in supporting the sustainability of K.G.P.A.A. Mangkunagoro I Grand Forest Park. The research employed a census method involving all 16 members of Green Lawu KTH as respondents. Data were collected through questionnaires, in-depth interviews, observation, and documentation. Data were analyzed using descriptive quantitative analysis with a scoring method across four stages of participation, namely planning, implementation, benefit utilization, and evaluation. The results were then classified into five categories (very low to very high) based on the criteria of Roring and Loho and interpreted descriptively. 

The results indicate that the participation of Green Lawu KTH members was reflected in all stages of participation, particularly through contributions of labor and skills in conservation activities, including orchid cultivation, porcupine breeding, ear mushroom cultivation, and cut-flower cultivation. The highest level of participation was found at the implementation stage (67.81%, high category), while the planning (55.94%), benefit utilization (53.44%), and evaluation (58.44%) stages were classified as moderate. Supporting factors included environmental awareness, the existence of the KTH institution, strong social relationships among members, and support from Pertamina's Corporate Social Responsibility (CSR) program. Meanwhile, inhibiting factors included limited educational background, age-related constraints, limited capital, and economic benefits that had not yet been directly experienced by members.

Kata Kunci : Kawasan Konservasi, Tingkat Partisipasi, Kelompok Tani Hutan, Kelestarian/Conservation Area, Participation Level, Forest Farmer Group, Sustainability.

  1. S1-2026-504267-abstract.pdf  
  2. S1-2026-504267-bibliography.pdf  
  3. S1-2026-504267-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2026-504267-title.pdf