Analisis Hubungan Pertumbuhan Ekonomi, Konsumsi Energi, Industrialisasi, Keterbukaan Perdagangan, dan Emisi Gas Rumah Kaca di Indonesia & Thailand: Pendekatan VECM Tahun 1990-2023
Hesti Wulandari, Laksmi Yustika Devi, S.P., M.Si., Ph.D.
2026 | Tugas Akhir | D4 PEMBANGUNAN EKONOMI KEWILAYAHANPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara pertumbuhan ekonomi, industrialisasi, konsumsi energi, dan keterbukaan perdagangan terhadap emisi gas rumah kaca di Indonesia dan Thailand. Penelitian ini diangkat dari isu pemanasan global dan perubahan iklim. Hal ini menjadi tantangan negara Asia Tenggara terutama Indonesia dan Thailand untuk menjalankan perekonomian bersama pengendalian lingkungan. Hubungan jangka pendek dan jangka panjang diuji melalui VECM serta hubungan sebab akibat menggunakan granger causality. Hasil analisis menunjukkan adanya hubungan kausalitas satu arah antara konsumsi energi dengan emisi di Indonesia serta hubungan dua arah antara pertumbuhan ekonomi dengan emisi di Thailand. Kemudian dalam jangka panjang dan jangka pendek di Indonesia dan Thailand, konsumsi energi, pertumbuhan ekonomi, dan keterbukaan perdagangan memiliki pengaruh positif. Industrialisasi baik jangka panjang maupun pendek memilik hubungan negatif dengan emisi di Indonesia, sedangkan di Thailand memiliki hubungan positif dengan emisi gas rumah kaca. Temuan ini menunjukkan teori Environmental Kuznets Curve belum terbukti di Indonesia & Thailand. Temuan ini juga menegaskan pentingnya transisi energi dan teknologi yang lebih bersih dan ramah lingkungan. Dengan demikian, penelitian ini mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 7 (Energi Bersih dan Terjangkau), SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi), SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur), dan SDG 13 (Penanganan Perubahan Iklim). Penelitian ini diharapkan dapat menjadi rekomendasi untuk pembangunan ekonomi yang berkelanjutan.
This Study aims to analyze the relationships among economic growth, industrialization, energy consumption, trade openness, and greenhouse gas emissions in Indonesia and Thailand. The research is motivated by issues surrounding global warming and climate change, highlighting the challenge Southeast Asian nations particularly Indonesia and Thailand face in balancing economic activity with environmental management. Short and long-term relationships were examained using VECM, while causal link were assessed via granger causality test. The analysis reveals a undirectional causal relationship between energy consumption and emissions in Indonesia, and a bidirectional relationship between economic growth and emissions in Thailand. Furthemore, energy consumption, economic growth, and trade openness were found to have a positive impact on emissions in both the short and long term in both countries. Industrializatin exhibits a negative relationship with emission in Indonesia but a potitive relationship with greenhouse gas emissions in Thailand. These findings indicate that the Environmental Kuznets Curve hypothesis is not supported in the cases of Indonesia and Thailand. They also underscore the importance of transitioning to cleaner, environmentally friedly energy sources, and technologies. Consequently, this study support the achievement of the Sustainable Development Goals (SDGs), specifically SDG 7 ( Affordable and Clean Energy), SDG 8 (Decent Work and Economic Growth), SDG 9 (Industry, Innovation, and Infrastructure), and SDG 13 (Climacte Action). The study is expected to provide recommendation for sustainable economic development.
Kata Kunci : Pertumbuhan Ekonomi, Konsumsi Energi, Industrialisasi, Keterbukaan Perdagangan, Emisi GRK, VECM, Granger Causality