Analisis Distribusi Tegangan dan Deformasi pada Pipa Corrugated Steel Pipe Akibat Kekakuan Manhole dan Penurunan Tanah Studi Kasus Line Outfall Condensor PLTU.
Dimas Aditya Putra, Dr. Eng. Ir. Fikri Faris, S.T., M.Eng., IPM.
2026 | Skripsi | TEKNIK SIPIL
Saluran outfall kondensor merupakan
sistem penyalur air pendingin sisa proses kondensasi uap pada kondensor PLTU untuk dialirkan
kembali ke laut. Pada PLTU Tarahan, Lampung,
saluran ini dibangun menggunakan pipa Corrugated
Steel Pipe (CSP) yang bersifat fleksibel dan telah beroperasi
sejak tahun 2007, sehingga saat ini pipa telah memikul beban operasional selama
hampir dua dekade dan terhubung dengan manhole beton bertulang yang kaku.
Perbedaan kekakuan yang besar antara pipa fleksibel dan manhole kaku,
dikombinasikan dengan penurunan tanah pada lapisan lempung
lunak pesisir serta penipisan dinding
pipa akibat korosi, berpotensi menimbulkan konsentrasi
tegangan pada zona sambungan pipa–manhole. Indikasi awal permasalahan ini
diperkuat oleh teramatinya sinkhole pada
segmen MH3 dan MH6 dua manhole yang mengapit
segmen MH4–MH5 pada saluran outfall yang
sama sementara perilaku tegangan pada MH4–MH5 belum
pernah dianalisis secara simultan. Penelitian ini bertujuan menganalisis
distribusi tegangan dan deformasi pipa CSP pada segmen MH4–MH5 akibat kekakuan
manhole eksisting dan penurunan tanah, serta mengidentifikasi kondisi kritis
pada sistem sambungan tersebut.
Studi kasus difokuskan pada segmen MH4–MH5 saluran outfall kondensor PLTU Tarahan, Lampung. Data yang digunakan
meliputi parameter tanah hasil penyelidikan lapangan dan laboratorium, geometri
serta properti material pipa CSP dan manhole, dan data korosi hasil inspeksi
lapangan. Analisis dilakukan menggunakan pemodelan numerik berbasis metode
elemen hingga dengan perangkat lunak PLAXIS 2D pada kondisi regangan bidang (plane strain), dengan pipa CSP
dimodelkan sebagai elemen solid ekuivalen. Tahapan pembebanan disimulasikan
melalui staged construction yang
mencakup fase tegangan awal (K?), instalasi, konsolidasi, dan operasional. Poin
yang dibahas mencakup distribusi tegangan normal dan geser pada dinding pipa, deformasi dan pola penurunan
tanah, serta evaluasi
keamanan struktur melalui
faktor keamanan geser dan kompresi cincin (ring
compression).
Hasil analisis menunjukkan distribusi tegangan yang sangat tidak
seragam. Tegangan tekan ekstrem terjadi di crown
sambungan hingga ?529,287 kN/m² dan berbalik menjadi tegangan tarik di invert hingga +284,713 kN/m², tegangan
normal aktual terkonversi mencapai 80,8?ri kuat leleh baja pada crown sambungan. Kekakuan manhole
menjadi pengendali dominan penurunan diferensial dengan kontribusi 97,7%
sedangkan konsolidasi tanah hanya menyumbang 2,3%. Faktor keamanan geser yang tersedia
tetap aman dengan SFgeser 5,15, demikian pula kompresi cincin pada kondisi terkorosi dengan SF = 4,41.
Dengan demikian, kondisi kritis sistem tidak bersumber dari keterlampauan
kapasitas struktur, melainkan dari konsentrasi
tegangan lokal pada sambungan yang diperberat korosi
pada zona tarik,
yang secara dominan
dikendalikan oleh kekakuan manhole dan bukan oleh penurunan tanah. Berdasarkan
temuan tersebut, upaya penanganan direkomendasikan diarahkan pada pengendalian
dan pemantauan korosi di zona sambungan pipa–manhole, khususnya pada bagian invert yang mengalami tegangan tarik,
bukan pada mitigasi penurunan tanah.
A condenser outfall channel is a system that conveys residual cooling
water from the steam condensation process in a power plant condenser back to the sea. At the Tarahan
Steam Power Plant (PLTU Tarahan), Lampung,
this channel was constructed using flexible Corrugated Steel Pipe (CSP), which has been in operation since 2007 and
has therefore borne operational loads for nearly two decades, and is connected to rigid reinforced-concrete manholes. The substantial stiffness difference between
the flexible pipe and the rigid manholes, combined with ground settlement in
the soft coastal clay layer and wall thinning due to corrosion, is likely to
induce stress concentration at the pipe–manhole junction. Early indications of
this problem are reinforced by the observation of sinkholes at segments MH3 and
MH6 the two manholes flanking segment MH4–MH5
along the same outfall channel
while the stress behavior at MH4–MH5 has never been analyzed simultaneously. This study aims to analyze
the stress distribution and deformation of the CSP at segment MH4–MH5
due to the stiffness of the existing
manholes and ground settlement, and to identify the critical conditions
of the junction system.
The case study focuses on segment MH4–MH5 of the condenser outfall
channel at PLTU Tarahan, Lampung. The data used comprise soil parameters obtained
from field and laboratory
investigations, the geometry and material properties of the CSP and manholes,
and corrosion data from field inspections. The analysis was carried out using
finite element numerical modeling with PLAXIS 2D software under plane-strain
conditions, in which the CSP was modeled as an equivalent solid element. The
loading stages were simulated through a staged construction procedure
comprising the initial stress (K?), installation, consolidation, and
operational phases. The aspects examined
include the distribution of normal and shear stresses along the pipe wall, deformation
and ground settlement patterns, and the structural safety evaluation based on
the shear safety factor and ring compression.
The analysis results
reveal a highly
non-uniform stress distribution. Extreme compressive stress occurs at the crown of the
junction, reaching ?529.287 kN/m², and reverses into tensile stress at the
invert, reaching +284.713 kN/m²; the converted actual normal stress reaches
80.8% of the steel yield strength at the crown of the junction. Manhole
stiffness is the dominant controlling factor of differential settlement,
contributing 97.7%, whereas soil consolidation accounts for only 2.3%. The
available shear safety factor remains safe, with SF_shear = 5.15, as does the
ring compression under the corroded condition, with SF = 4.41. Accordingly, the
critical condition of the system does not stem from the exceedance of
structural capacity, but rather from localized stress concentration at the junction,
aggravated by corrosion in the tensile zone, and predominantly governed
by manhole stiffness rather than by ground settlement. Based on these findings,
remedial efforts are recommended to be directed toward controlling and
monitoring corrosion at the pipe–manhole junction, particularly at the invert
subjected to tensile stress, rather than toward ground settlement mitigation.
Kata Kunci : Corrugated Steel Pipe, Distribusi Tegangan, Kekakuan Manhole, Penurunan Tanah