Partisipasi Pemadam Kebakaran Sukarela dalam penanggulangan kebakaran di Kota Banjarmasin
KURNIAWAN, Budi, Dr. Samodra Wibawa
2005 | Tesis | Magister Administrasi PublikPenelitian ini didasarkan pada sebuah fenomena yang merupakan refleksi atas usaha manusia untuk meminimalisir ancaman yang berpotensi menjadi bencana bagi kehidupan mereka, seperti yang terjadi di Kota Banjarmasin yang memiliki faktor ancaman dan kerentanan terhadap bencana khususnya kebakaran yang sangat tinggi. Dua pertanyaan penting yang ingin dicari jawabannya dalam penelitian ini adalah (1) bagaimana partisipasi pemadam kebakaran sukarela yang ada di Kota Banjarmasin, dan (2) faktor-faktor apa yang mempengaruhi partisipasi mereka dalam kegiatan itu. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif, dengan populasi sebanyak 100 unit organisasi BPK di wilayah Kota Banjarmasin yang tercatat hingga tahun 2005. Untuk mengukur partisipasi Barisan Pemadam Kebakaran (BPK) sukarela digunakan tiga indikator yaitu tingkat keaktifannya, tingkat responsivitasnya dan tingkat kesiagaannya, sedangkan faktor-faktor yang mempengaruhinya adalah dukungan peralatan, kemampuan finansial dan kapasitas SDM, serta usia organisasinya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar BPK yang ada di Kota Banjarmasin tingkat partisipasinya masih rendah. Hal ini didapat dengan mengukur tingkat keaktifan organisasi melalui beberapa indikator yang terkait dengan fungsi pemadam kebakaran yang tidak hanya pemadaman api tetapi juga ada unsur pencegahan, penyelematan dan pembinaan kepada masyakarat, sementara tingkat responsivitas menunjukkan bahwa sebagian besar BPK yang ada di Kota Banjarmasin cukup responsif terhadap setiap peristiwa kebakaran yang terjadi. Hal ini terlihat dari penggunaan waktu yang dibutuhkan untuk menindaklanjuti setiap informasi kejadian kebakaran hingga api dapat dipadamkan, respon organisasi terhadap peristiwa kebakaran yang terjadi diluar wilayah kota Banjarmasin dan respon mereka terhadap informasi palsu/salah tentang kejadian kebakaran. Untuk tingkat kesiagaan, hasil penelitian menyimpulkan bahwa tingkat kesiagaan BPK yang ada di wilayah Kota Banjarmasin ternyata masih rendah, jika diukur dengan menggunakan indikator jumlah anggota BPK yang benar-benar dapat disiagakan setiap ada kejadian kebakaran, pemantauan informasi terhadap kejadian kebakaran, ada tidaknya prosedur standar penanggulangan kebakaran, mekanisme pembagian tugas antar anggota, dan pemberian pelatihan kepada anggota. Berdasarkan uji korelasi diketahui bahwa terdapat korelasi yang signifikan antara tingkat partisipasi dengan dukungan peralatan, kemampuan finansial, kapasitas SDM dan usia organisasi, artinya semakin baik kapasitas SDM yang dimiliki, semakin lama organisasi terlibat dalam kegiatan penanggulangan kebakaran, semakin memadai peralatan yang dimiliki dan semakin besar kemampuan finansial untuk mendukung kegiatan penanggulangan kebakaran, maka akan semakin besar pula tingkat partisipasi organisasi Barisan Pemadam Kebakaran Sukarela dalam kegiatan penanggulangan kebakaran, sedangkan jika diurutkan berdasarkan besarnya tingkat pengaruh yang didapatkan dengan uji regresi sederhana, maka faktor-faktor yang mempengaruhi tersebut adalah (1) kapasitas SDM yang dimiliki; (2) usia organisasi; (3) peralatan yang dimiliki, dan; (4) kemampuan finansial.
This research is based on phenomenon that reflect human effort to minimize potential threat to human life, like in Banjarmasin Regency which have high level threat and vulnerability factors on fire hazard. This research is try to answer two research question, which are (1) how is the participation of voluntarily fire fighting organization (BPK) in Banjarmasin Regency (2) what factors influenced the participation of those voluntarily fire fighting organization. The method of this research is quantitative method, with 100 voluntarily fire fighting organization as the population that have been recorded at least until 2005. To measuring the participation of voluntarily fire fighting organization, this research using three indicators which are activity degree, responsiveness degree and preparedness degree, whereas the influencing factors are equipment support, financial ability, human resources capacity and age of organization. Research result shown that the participation of the most voluntarily fire fighting organizations (BPK) in Banjarmasin Regency are in low level. This fact known by measuring activity degree through several indicators linked with function of fire fighting, which is not only activity on fight the fire itself, but also activity on fire protection, rescue and community capacity building on fire hazard. Meanwhile responsiveness degree of BPK shown that most of the BPK has adequate level of responsiveness degree. It is shown by using of time that needed to follow-up every fire incident information, organization response on fire incident outside Banjarmasin Regency area and response on false fire incident information. For the preparedness degree, research result shown that the preparedness degree of BPK are in low level if measuring through indicators which are numbers of readiness BPK member, monitoring on fire incident information, using of standard operational procedure on fire fighting, job description mechanism, and training activity for member. Based on correlation test, known that is a positive correlation between participation degree with equipment support, financial ability, human resources capacity and age of the organization. It means, better of capacity of human resources, longer the organization involve in fire fighting activity, bigger financial ability and better equipment for supporting fire fighting activity, it will be significantly increasing the participation of BPK in fire fighting activity. Meanwhile through simple regression test, the influencing factors can be arrange based on most influencing factors which are (1) human resources capacity (2) age of organization (3) equipment support (4) financial ability
Kata Kunci : Kebakaran,Partisipasi Sukarela, participation, fire fighting, voluntarily organization